
Akia di bawa ke sebuah hotel jauh dari perkotaan, Akia di seret masuk hingga di lemparkan ke ranjang hotel.
Salah satu pria itu mendekati Akia kemudian memegang rahan Akia dengan kuat membuat Akia kesakitan.
"Dengar!! Jangan berani kabur atau kau akan mati!!" Tutur si pria.
Batu bata where ayo, please help me. Batin Akia.
Akia di tinggal terletak di kamar hotel dengan pintu yang terkunci.
--
*London, Inggris.
Sean sudah siap di bandara untuk menunggu halipad nya, halipad yang datang terlambat membuat Sean marah-marah.
"Dimana halipad nya Satya!!?" Tutur Sean marah.
"Tenang lah tuan mungkin sebentar lagi akan tiba" Balas Satya menenangkan.
"Kau bilang tenang? Apa kau tahu jika Akia mungkin sekarang sedang dalam bahaya!!" Teriak Sean.
Usai Sean memarahi Satya, halipad mendarat di bandara. Sean dengan cepat mendatangi pilot dan co-pilot.
"Apa aku kurang menggaji mu? Sehingga kau malesn untuk menjemput ku?!!!" Teriak Sean menarik kerah baju pilot.
"Sudah tuan hentikan, jika tuan terus marah pada pilot halipad tidak akan terbang, sedang kan tuan sedang buru-buru menolong nona Akia" Relai Satya.
Usai Satya berkata seperti itu, Sean mulai tenang dan kemudian menyuruh pilot untuk terbang.
--
*Rumah Sakit.
Keadaan rumah sakit sangat ramai di karena kan kabar Akia di culik sudah tersebar luas kan oleh paparazi membuat rumah sakit ramai akan wartawan.
Qausar, Firally dan dokter lainnya sedang di wawancarai mengenai di culik nya Akia namun apa daya semua dokter tak tahu.
"Kak, dokter Lidya kemana?" Tanya Firally.
"Oh iya kakak lupa, kakak tidak tahu dimana Lidya. Kakak mau mencari nya dulu" Balas Qausar.
"Oke" Tutur Firally singkat.
Qausar meninggalkan tempat nya untuk mencari Lidya, pertama Qausar mencari di ruangan pasien siapa tahu Lidya sedang memeriksa pasien, namun sayang nya tak ada.
Qausar kembali mencari Lidya ke ruangannya, perlahan Qausar membuka pintu dan nampak Lidya yang sedang duduk termenung menopang dagu nya.
Qausar mendekat pada Lidya, Qausar duduk di bangku yang berhadapan dengan Lidya.
__ADS_1
"Dokter Lidya tak keluar? Kan ini menyangkut masalah calon istri nya Sean" Tutur Qausar.
"Aku takut" Balas Lidya.
"Takut kenapa?" Tanya Quasar.
"Apa kau tahu, aku yang mengantar dua pria itu menemui dokter Akia. Aku pikir mereka orang baik" Balas Lidya khawatir.
"Jika Sean tahu, Sean akan marah besar pada dokter" Tutur Qausar ikut khawatir.
"Maka dari itu aku diam di sini" Balas Lidya resah.
--
Sean tiba di rumah sakit dengan wajah marah nya, Sean meminta Satya mengeluarkan para wartawan yang ingin mendapat kabar dari calon istri sang billioner.
Satya dengan paksa menyuruh wartaman keluar, usai di atasi Sean langsung berjalan menemui kepala rumah sakit dengan para dokter lain termasuk Lidya dan Qausar yang sudah berdiri di lobi.
"Apa kau tak menjaga keamanan di rumah sakit?" Teriak Sean pada kepala rumah sakit.
Kepala rumah sakit yang juga takluk pada Sean karena Sean pemilik dari rumah sakit nya sendiri.
"Ma-maaf tuan muda Sean, kami sudah menjaga keamanan dengan sebaik mungkin" Balas kepala rumah sakit gugup.
"Dengan baik? Jika sudah baik Akia tidak akan di culik!!" Tutur Sean marah.
"Ma-maaf tuan muda Sean, saya tadi menemui dua orang yang mencari dokter Akia tapi saya bilang dokter Akia tak bisa di ganggu, namun saat dua pria itu bertemu dengan dokter Lidya dan dengan ke baikan hati dokter Lidya, beliau mengantar dua pria itu menghadap dokter Akia" Tutur petugas resepsioni.
"Aku tahu kau kakak ku tapi tingkah kau?!! Ah!!" Teriak Sean.
"Maaf Will, aku di sini hanya bertugas dengan semestinya. Sebagai dokter aku harus ramah pada pasien yang ada di sini" Balas Lidya membela.
"Apa kau tahu jika dia pasien hah!!" Teriak Sean.
Lidya tak menjawab karena Lidya juga tak tahu jika dua pria itu bukan lah pasien dari rumah sakit ini.
Satya menghampiri Sean yang dalam kemarahannya.
"Maaf tuan muda, ini ada rekaman cctv yang berada di lorong dekat ruangan nona Akia" Tutur Satya.
Sean melihat ipad yang Satya tunjukan pada nya.
"Apa kau tahu orang itu?" Tanya Sean.
"Ya tuan, saya sudah memeriksa nya barusan" Balas Satya.
"Siapa dia?" Tanya Sean.
"Kaki tangan nona Cathrine" Balas Satya.
__ADS_1
"Wanita ituu!!!" Tutur Sean marah.
Sean keluar dari rumah sakit di ikuti dengan Satya, Sean memerintah kan Satya untuk menyiapkan halipad nya karena sekarang Sean akan menemui Cathrine di London.
--
Dalam kamar hotel dengan kesendirian, Akia mencari akal agar bisa keluar dari sini. Ponsel Akia di rampas oleh dua pria tadi membuat Akia bingung untuk memberitahu kan Sean.
Akia berjalan mondar-mandir seperti setrikaan, otak nya terus berputar untuk mendapatkan cara.
Bagaimana ini? Masa iya aku harus lompat? Bagaimana nanti dengan kehamilan ku? Jika aku lompat nanti batu bata marah. Batin Akia.
Akia duduk di ranjang hotel, terdengar langkah kaki mendekat pintu hotel. Pintu hotel terbuka menampakan seorang wanita cantik dengan dua pria yang tadi membawa Akia kemari.
Akia beranjak dari duduk nya kemudian mendekat pada wanita itu.
"Siapa kau, apa mau mu?" Tanya Akia.
"Nanti kau akan tahu siapa aku dokter Akia!!" Balas wanita itu yang tak lain ialah Cathrine.
"Kenapa kau kenal aku? Aku tak kenal dengan mu wanita gila!!" Tutur Akia marah.
Cathrine yang tak terima di katai gila oleh Akia dengan cepat mendorong Akia hingga jatuh, kepala Akia terbentur tepian ranjang. Akia memegang perut nya yang kesakitan akibat di doring Chatrien dengan kuat.
Cathrine mendekat pada Akia, Cathrine memegang rahang Akia dengan cengkraman yang kuat.
"Jangan main-main dengan ku!! Aku Cathrine, calon istri Sean!! Kau wanita murahan menjauh lah dan aku bisa jamin jika anak di rahim mu bukan benih Sean!!" Tutur Cathrine melenggang pergi.
Akia memegang perut nya yang amat sakit, Akia menangis saat darah segar keluar dari bawah rok nya.
Aku mohon cepatlah datang batu bata hiks.. hiks.. .Batin Akia menangis.
Karena tak tahan menahan rasa sakit nya, kesadaran Akia menghilang hingga Akia jatuh pingsan.
Sementara Akia yang sedang kesakitan dengan kandungannya, Sean kini telah tiba di London tepat nya di apartemen milin Cathrine namun saat tiba Sean tak mendapat kan Cathrien.
Damn!!
"Kenapa wanita itu Satya?!!" Tanya Sean prustasi.
Satya bekerja pada layar ipad nya melacak dimana keberadaan Cathrine.
--
Halo guys... rindu gak sama kisah Akia dan Sean? Author update lagi nih karya author yang ini.
Mohon di bantu vote dan like nya oke.
Buat kalian yang suka sama karya bertema anak sekolahan boleh mampir ya ke karya author yang sebentar lagi akan rilis.
__ADS_1
Si Culun Yang Terlupakan.
Author tunggu jejak nya di sana:)