Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner

Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner
Penolakan Akia


__ADS_3

Semua yang berada di loby rumah sakit, telah kosong karena Satya memerintahkan semua nya untuk meninggalkan rumah sakit terlecuali untuk pasien, dan dokter beserta resepsionis.


"What happen son?" Tanya Nyonya Aiza bingung.


"Kita ke ruangan Qausar sekarang!" Tutur tuan Chan.


Keluarga Harson di ikuti oleh Satya beserta dokter Qausar dan Firaly berjalan di koridor menuju ruangan Qausar.


Tiba di ruangan Qausar, tuan Chan marah kepada Sean.


"Apa yang telah kau perbuat pada gadis itu Will!" Teriak tuan Chan marah.


"Stop dadd, jangan marahi Will" Balas Nyonya Aiza membela.


"Panggil gadis itu ke sini Satya!" Tutur tuan Chan.


Satya pergi menuju ruang koas dan membawa Akia beserta Lidya yang sedang membimbing anak koas.


Satya masuk kembali ke ruangan Qausar, Akia di persilahkan duduk oleh tuan Chan di dekat nyonya Aiza.


"Maaf nona Akia, saya selaku keluarga Harson ingin mengetahui apa alasan nona menampar anak saya?" Tanya tuan Chan serius.


"Apa tuan Sean Will Hasron pria brengsek nan tampan ini belum memberitahu tuan besar, bahwa tuan Sean telah melecehka saya?" Balas Akia penuh kebencian.


"Tutup mulut mu! Daddy please percaya padaku bahwa dia mabuk meminum wine satu botol, aku hanya membantu nya membopong karena dia sempoyongan tetapi dia malah minta lebih dadd, dan siapa yang akan menolak jika ada wanita yang bertelanjang di depan pria!" Tutur Sean memebela diri.


"Bagini saja Akia, kau anak cantik mau kah kau menjadi istri anak saya? Agar Will bisa bertanggung jawab atas kesalahan nya" Tawar Nyonya Aiza.


"Tak perlu bertanggung jawab tuan Sean, anggap saja itu musibah yang mengenai diri ku" Balas Akia dengan senyuman.


"Permisi tuan besar dan nyoya besar beserta tuan muda saya pamit, dokter Qausar dan dokter Lidya maaf untuk hari ini saya cuti" Tutur Akia melangkah keluar.


"Deddy tidak mau tau Will, bersihkan nama keluarga Harson karena ulah mu sebelum awak media mengetahui nya" Tutur Tuan Chan menggandeng Nyonya Aiza keluar dari rumah sakit.


"You crazy brother" Tutur Lidya.


"Stop sis, aku tidak ingin membahas masalah gadis itu" Balas Sean.


Sean kacau dengan apa yang terjadi.


"Satya kita ke London hari ini, pakai halipad milik ku" Tutur Sean keluar ruangan yangbdi ikuti oleh Satya.


Halipad nama yang di sematkan untuk helikopter pribadi milik Sean, helikopter tersebut ialah hadiah ulang tahun Sean yang ke-10 tahun.


----


Akia menuntun arah nya ke sebuah taman, Akia menagis mengeluarkan isi hati nya yang sakit.

__ADS_1


Seseorang pria tampan yang di kenali nya datang menghampiri Akia yang menangis sendirian.


Pria tampan berjas putih kedokteran, siapa lagi kalau bukan Firaly yang mau dekat dengan Akia, Firaly duduk di samping Akia, Akia menoleh dan kembali menatap pandangan yang ada di depan nya dengan tangisan.


"Menangislah jika itu membuat mu tenang" Tutur Firaly menyodorkan sapu tangan nya.


"Don't talk doctor" Balas Akia.


"Sorry, apa ada yang bisa aku bantu" Tawar Firaly.


"Jangan ganggu aku, aku ingin sendiri" Balas Akia berlalu dari taman.


-----


Kini Sean beserta Satya sudah dalam halipad menuju London.


Pikiran Sean di penuhu rasa kemaraham Akia yang menampar dan melemparkan atm bebas limit itu ke wajah nya.


Beberapa jam termenung akhir nya halipad Sean mendarat di bandara kebanggan Inggris.


Sean turun dari halipad memasuki mobil sport yang berbeda dari Koeninggsegg, Sean memakai mobil sport Buggati yang tak jauh mewah dan kecepatan nya yang tinggi.


"Wellcome Mr. Sean Will Harson" Sapa salah satu bodyguard nya.


Sean hanya membalas nya dengan anggukan, kemudian Sean berlalu memasuki mobil nya tanpa di ikuti Satya yang mengemudikan nya.


Satya memarkirkan mobil Buggati milik Sean dengan lihai.


Sean berlalu memasuki loby perusahaan nya di ikuti Satya dari belakang nyam


----


Cathren yang sekarang sudah tidak dengan Zack karena masalah tempo hari itu membuat persahabatan mereka hancur.


Cathren hari ada pemotretan di London dekat perusahaan Harson Corp.


Usai pemotretan Cathren berlalu menuju perusahaan Harson Corp. Tanpa basa-basi Cathren melangkah kan kaki menuju ruangan CEO tampan itu.


Cathren memasuki ruangan Sean tanpa mengetuk terlebih dahulu membuat Sean semakin jengah dengan kelakuannya.


"Halo CEO Harson Corp." Basa-basi Cathren menggoda dengan duduk di pangkuan Sean.


"Jangan dekat dengan ku! Kau wanita hanya membuat ku pusing saja!" Balas Sean marah.


Satya yang tahu akan ke marahan Sean itu dengan sigap mengusir Cathren dengan kasar.


"Stop Satya! Aku bisa sendiri!" Teriak Cathren.

__ADS_1


"Good. Silahkan" Balas Satya mengawal Cathren hingga keluar.


Aku pasti akan mendapat kan mu Will, aku tau mau hanya di anggap sebagai sahabat. Aku menginginkan lebih dari sebatas sahabat. Batin Cathren.


Sean melamun kan Akia, begitu besar kemarahannya dan begitu berani Akia pada Sean sungguh wanita yang menantang. Batin Sean tersenyum.


-----


1Bulan setelah kejadian mengerikan bersama dengan Sean.


Setiap pagi hari Akia meringkuk di kostan kecil nya menangis merapati kesialan nya bertemu dengan pria tampan brengsek itu.


Pagi ini Akia tidak ingin menangis karena hari ini kelulusan nya Akia mendapat gelar dokter.


Akia bergegas menuju universitas populer itu menaiki bus, Akia merasa kepanasan, perut nya mual dan kepala nya pusing namun Akia tetap kuat menghadiri kelulusan nya itu.


Dengan susah payah Akia mendapat gelar dokter nya, saat menerima kelulusan nya tubuh Akia hilang kendali dan jatuh lah Akia.


Akia di bawa Lidya yang menghadiri acara tersebut sebagai dokter pembimbing menuju rumah sakit tempat dulu Akia koas.


Akia di tangani oleh dokter Qausar.


Akia masih belum sadar dari pingsan nya, Lidya dan Firaly yang menunggu Qausar untuk memgetahui bagaimana keadaan Akia saat ini.


"Bagaimana?" Tanya Lidya penasaran.


"Kita bicara di ruangan ku" Balas Qausar berlalu di ikuti Lidya dan Firaly.


Qausar memasuki ruangan dengan Lidya dan Firaly.


"Apa yang terjadi dengan Akia?" Tanya Firaly.


"Iya apa?" Timpal Lidya.


"Akia hamil, usia kandungan nya baru 3 minggu menurut dokter Vivian" Balas Qausar menghirup udara dan membuang nya kasar.


"What?!" Lidya dan Firaly sama-sama terkejut mendengar penuturan Qausar.


"Wait, Im call to Sean" Tutur Lidya merogoh ponsel yang di simpan di sisi kanan saku jas dokter nya.


-----


*London, Inggris.


Hari ini Sean ada meeting deangan ketua direksi di London, ponsel Sean di non-aktif kan oleh Satya.


Dan rencana nya setelah selesai meeting Sean akan pulang menuju tanah air karena hari ini calon dokter yang koas di rumah sakit milik keluarga Harson, sekaligus Sean ingin bertemu dengan Akia, rasa nya Sean tak bisa melupakan raut wajah kemarahan Akia saat minggu lalu.

__ADS_1


__ADS_2