
Sean mengerah semua anak buah nya untuk mencari putra nya yang dibawa oleh Cathrine dan Zoe.
Di bandara Jakarta nampak Cathrine dan Zoe berlari, karena takut jejak nya di ketahui oleh anak buah Sean, Zoe sangat kesulitan harus berlari cepat apalagi memnawa tas juga menggendong anak Sean dan Akia.
Zoe menabrak seseorang hingga tas Zoe dan berhamburan, Cathrine memungut di bantu seseorang yang Zoe tabrak.
Usai beres Cathrine dan Zoe kembali berlari meninggalkan seseorang yang di tabrak nya. Seseorang yang Zoe tabrak adalah Alifia.
Alifia memandang foto Sean yang tadi jatuh dari dalam tas Zoe, Alifia berpikir jika pria ini yang membuat hati nya jatuh cinta.
Alifia membalikan foto nya tertera tulisan yang bertulisakan Zoe love Sean.
"Siapa dua wanita itu? Dan bayi itu?" Tutur Alifia berpikir.
Sibuk dengan lamunan nya pria bertubuh kekar da tegap datang berbondong-bondong untuk mencari Cathrine dan Zoe.
Tatapan Alifia tertuju pada Satya yang mengenakan stelan jas warna hitam dengan wajah yang sulit di artikan.
Alifia menghampiri Satya dengan keceriannya yang menandakan jika Alifia tak takut pada Satya.
"Ehem, seperti nya kita pernah bertemu?" Tutur Alifia basa-basi.
Satya menoleh sebentar dengan ujung mata nya.
Mengapa dia ada di sini? Apa dia mencari tuan?. Batin Satya.
Satya melenggang pergi meninggalkan Alifia saat langkah kelimaa Alifia berteriak.
"Apa kau mencari dua gadis yang membawa bayi?" Tutur Alifia berteriak.
Langkah Satya terhenti, Saya membalikan tubuh nya dan berjalan menghampiri Alifia.
"Siapa kau? Apa kau komplotan buronan itu?" Tutur Satya keras.
Alifia mendorong tubuh Satya yang berdiri di hadapan nya.
"Aku buka komplotan mereka, aku baru saja pulang dari Milan" Balas Alifia.
"Lalu untuk apa kau kemari?" Tanya Satya dengan lantang.
"Apa kau tak mendengar jika namaku Alifia? Tidak ada orang Milan yang menamakan anak nya Alifia" Balas Alifia tertawa.
"Apa mau mu? Dan beritahu kemana dua wanita itu pergi" Tutur Satya.
"Aku ingin berjumpa dengan Sean, aku anggap jawaban mu iya. Mereka lari ke arah ruang tunggu cepat!" Balas Alifia tertawa.
__ADS_1
Satya belum menjawab namun Alifia sudah mengiyakan sendiri.
Ya tuhan masalah besar akan menimpa ku lagi. Batin Satya.
Pesawat mengalami rencana penerbangan ke Jerman, Cathrine frustasi begitu pun Zoe yang sebentar lagi gelar nya sebagai dokter akan sirna.
Satya dan anak buah nya masuk ke dalam ruang tunggu dan benar saja Cathrine dan Zoe beserta si bayi masih terdiam.
Para anak buah menodongkan pistol nya ke arah Cathrine dan Zoe.
"Menyerahlah nona dan kembalikan putra tuan Sean" Tutur Satya mendelik.
"Tidak secepat itu tuan Satya!" Balas Cathrine menekan perkataan tuan Satya sambil tertawa kejam.
Dari lorong nampak Sean berlari usai ada kabar jika Cathrine dan Zoe sudah di temukan, Sean memasuki ruangan tunggu nampak Cathrine dan Zoe yang ketakutan namun mereka sembunyikan.
"Lama tidak berjumpa Will" Tutur Cathrine sinis, Cathrine mengusap pipi putra Akia membuat Sean marah.
Sean mendekat namun dengan sigap Cathrine menodongkan pistol yang Cathrine bawa berada di dalam tas nya.
"Jangan maju-maju jika ingin putra mu selamat Will" Tutur Cathrine tertawa.
"Apa mau mu?" Balas Sean marah.
"Keterlaluan!!" Teriak Sean ingin mendekat.
Cathrine menodongkan lagi pistol nya ke kepala bayi mungil tak berdosa itu, Satya menahan Sean agar bertindak tidak gegabah.
Dari balik tembok luar nampak Alifia sedang menguping karean penasaran apa yang sedang terjadi.
Satya mengeluarkan pintol nya dengan perlahan tanpa Cathrine sadari, Satya menembak kaki Cathrine sehingga Cathrine kesakitan dan menjatuhkan pistol nya.
Anak buah Sean langsung mendekap Cathrine yang kesakitan, Zoe nampak akan berlari namun dengan Sean menangkap nya. Sean merebut kembali putra nya yang kehausan dan menangis karena kurang asi.
"Sabarlah sayang sebentar lagi mommy akan memberi mu asi" Tutur Sean menenangkan putra nya.
Satya mendekat pada Sean untuk memeriksa keadaan putra nya.
"Apa bayi nya tak apa-apa?" Tutur Satya bertanya.
"Aku tak tahu tapi dia menangis terus" Balas Sean.
"Cepatlah bawa ke rumah sakit tuan" Tutur Satya.
"Baik, beri hukuman yang sangat berat untuk mereka dan cabut gelar dokter pada wanita gila itu!" Tutur Sean melenggang pergi.
__ADS_1
Sean keluar dari ruang tunggu, Alifia sigap menghadap kan wajah nya pada tembok agar Sean tak tahu jika ia menguping.
Usai beberapa saat Sean berlalu muncul lah Satya dengan anak buah Sean dan juga Cathrine bersama Zoe. Saat Satya hendak melangkah, tangan Alifia di lentangkan menghalangi jalan.
Satya mengacungkan tangan nya dan melambaikan menandakan untuk jalan duluan.
"Kau harus menepati janji mu untuk mempertemukan aku dan Sean" Tutur Alifia tersenyum.
"Apa kau tak melihat saat tuan keluar dari sini membawa bayi?" Balas Satya dingin.
"Iya aku melihat nya" Tutur Alifia.
"Tuan sudah memiliki istri, dan janji? Saya tak pernah janji padamu" Balas Satya melenggang pergi menyingkirkan Alifia dengan tangan nya.
Alifia terdiam dengan jawaban Satya yang begitu dingin, Alifia menguntit Satya agar tahu bagaimana kehidupan Sean.
Satya berjalan menyusul anak buah untuk mempidana Cathrine dan Zoe juga mencabut gelar Zoe sebagai dokter idola di Indonesia dan di negara nya.
--
Seam berlari di koridor rumah sakit sambil membawa putra nya, tengah berlari Sean berpapasan dengan Liji.
"Dokter Liji periksa anak ku" Tutur Sean.
Liji kaget melihat keadaan putra Sean yang begitu pucat dengan nafas yang rendah.
"Ini kritis, cepat bawa ke ruang bayi" Balas Liji ikut berlari.
Sampai di ruang bayi, bayi Sean di letakan di ranjang. Liji meminta Sean agar menunggu di luar dan memberitahukan Akia.
Bayi Sean di infus dengan selang yang menempel, Sean menangis dengan keadaan bayi yang baru lahir nya lalu di culik.
Usai pemeriksaan Liji menunggu Sean dan Akia di ruangan nya bersama dengan Lidya, tiba Sean dan Akia masuk ke dalam ruangan. Sean dan Akia di persilahkan duduk.
"Apa yang terjadi dengan anak kami, dokter Liji, dokter Lidya?" Tutur Akia menangis.
"Maaf dokter Akia, dokter Liji yang akan menjawab nya karena ia dokter yang memeriksa putra kalian" Balas Lidya.
"Siapa saja cepat katakan!!" Teriak Sean marah.
"Maaf tuan, dokter Akia seperti nya anak kalian ada gangguan di telinga nya mungkin akibat suara ledakan atau suara tembakan membuat gendang telinga nya pecah" Tutur Liji perihatin.
--
Sayang ku like dan vote nya yu kencengin.
__ADS_1