Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner

Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner
Orang Baru


__ADS_3

Pagi ini Akia bangun dengan malas nya karena Sean sudah pergi ke Milan saat jam subuh tadi, pintu kamar utama di ketuk, Akia memberi intruksi agar masuk.


Nampak pelayan dengan senyuman nya yang ramah menghampiri ranjanga king size Akia dan Sean, Akia beranjak lalu menderkan tubuh nya di bantal.


"Ada apa bi?" Tanya Akia tersenyum.


"Di bawah ada tuan Zack, beliau di perintahkan tuan muda untuk menjaga nona dan calon bayi" Balas pelayan ramah.


"Baik tunggu sebentar, aku mau mandi dulu" Tutur Akia.


Si pelayan pun pergi keluar kamar utama, Akia mengambil ponselnya lalu menemakan nama batu bata di layar ponsel nya, Sean tak mengangkat panggilan Akia.


"Apa dia belum sampai? Atau? Ah semoga kau sampai dan pulang dengan selamat sesuai janji mu" Tutur Akia melenggang memasuki kamar mandi.


Satu jam berlalu Akia sudah selesai dengan ritual mandi nya, Akia keluar dari kamar dengan dress selutut dengan sepatu nya.


Zack yang menunggu Akia turun dengan sigap membantu saat Akia menuruni tangga karena Zack takut sewaktu-waktu Akia akan terjatuh.


"Terimakasih, apa kau sudah sarapan?" Tutur Akia ramah.


"Aku baru tiba barusan dan Sean selalu menelpon ku agar aku cepat kemari" Balas Zack tertawa.


"Baiklah kita sarapan bersama" Tutur Akia tersenyum.


Akia dan Zack duduk di meja makan, nampak hanya ada bubur untuk Akia dan sandwich.


"Tidak ada makanan lain bi?" Tanya Akia yang bosan dengan bubur.


"Maaf nona kami hanya di perintahkan oleh tuan muda, jika kami tak menuruti nya kami akan di pecat" Balas si pelayan pasrah.


"Makan saja lah, kau kan istrinya masa tidak tahu sikap keras suami mu" Tambah Zack tertawa kecil.


"Baiklah aku makan ini lagi" Balas Akia kesal.


Usai sarapan selesai Akia di antar Zack menuju rumah sakit, Zack di perintahkan Sean untuk menjaga Akia dan kebetulan juga Zack mempunyai berita untuk Lidya.


Beberapa menit di perjalanan akhirnya Akia dan Zack tiba di rumah sakit, nampak Zoe si pembuat onar juga baru sampai.


Akia mendapati Zoe yang celingak-celinguk mencari sesuatu pada arah Akia. Akia menyenggol Zack pelan.


"Wanita itu sedang mencari apa ya?" Tanya Akia penasaran.


"Mana aku tahu" Balas Zack acuh.


Akia menoleh lalu memunculkan raut wajah kesal nya pada Zack, Akia meninggalkan Zack namun Zack sigap mengikuti nya.


"Permisi dokter Zoe, apa yang anda cari? Dari tadi dokter melihat ke arah ku" Tutur Akia ramah.

__ADS_1


"Bukan urusan lo!" Balas Zoe melenggang pergu meninggalkan Akia.


Zack nampak kesal ingin memukul nya namun dengan cepat Akia menahan nya.


"Sudah, sudah" Tutur Akia.


"Tapi dia tidak sopan" Balas Zack.


"Sudah ayo" Ajak Akia.


Tiba di depan ruang Akia, Akia menoleh lalu memberitahukan Zack letak ruangan Lidya. Zack nampak mengikuti arahan Akia.


Tepat di lorong dengan pintu berhadapan Zack bertanya pada suster yang lewat letak ruangan Lidya, usai di beri tahu Zack langsung mengetuk nya terdengar suara dengan intruksi masuk.


Lidya terkejut dengan kedatangan Zack ke Indonesia tanpa memberi tahukan nya, Lidya berlari lalu memeluk Zack. Lidya mempersilahkan Zack duduk, Lidya membuat kopi di mesin kopi yang ada di ruangan nya, Lidya memberi satu cangkir kopi kepada Zack.


"Ada apa kemari, bukan kah kau harus mengurus kantor Sean yang di Inggris?" Tanya Lidya.


"Iya, tapi Will menyuruh ku untuk mejaga Akia di sini" Balas Zack mereguk kopi nya.


"Memang Will kemana? Apa dengan Satya?" Tutur Lidya tak tahu.


"Will ada proyek di Milan dan Satya pun ikut bersamanya" Balas Zack.


Zack mengutarakan niat nya pada Lidya untuk membawa Lidya pulang sebentar ke Korea karena ayah Lidya sedang sakit.


Lidya yang membenci ayah nya karena selalu kasar pada ibu nya enggan untuk menemuinya.


"Tidak! Aku bekerja di Indonesia agar aku tak bertemu dengan nya Zack" Balas Lidya acuh.


Zack pamit untuk bertemu dengan Akia kembali saat keluar Zack bertemu dengan Akia bersama dengan dokter Firally yang sudah pulang kembali kemari.


"Mau kemana?" Tanya Zack.


"Ngecek pasien" Balas Akia berjalan meninggalkan Zack.


--


Sean kali ini tidak memakai halipad nya, Sean ingin merasakan bagaimana rasa nya berdesakan di pesawat namun sayang pesawat yang Sean dan Satya tumpangi harus medarat dulu salah satu bandara di karenakan nampak hujan salju yang sangat lebat.


"Apa kau tak mengecek musim yang di lewati rute perjalanan kita ke Milan?" Tutur Sean kesal.


"Maaf tuan saya lupa" Balas Satya.


"Bodoh, bagaimana jika Akia-ku menelpon dan aku tak menjawab nya karena tak ada signal?" Tutur Sean marah.


"Maaf tuan, saya akan mencari koneksi agar kita terhubung" Balas Satya.

__ADS_1


"Kerjankanlah!" Tutur Sean acuh.


Satya menjauh dari Sean yang sedang mengkocok-kocok ponsel nya agar mendapat signal.


"Tau begini aku pakai halipad saja" Gerutu Sean.


Saat sedang sibuk dengan ponselnya seorang wanita menyodorkan secangkir coklat hangat pada Sean, Sean menoleh lalu menolak nya tapi lagi-lagi si wanita memaksa dan pada akhirnya Sean menerima nya.


"Jika dari tadi menerima nya kan enak" Tutur si wanita tersenyum.


Senyuman si wanita itu sama seperti Akia, membuat Sean terlena dengan kesamaanya.


"Siapa nama mu?" Tanya Sean.


"Alifia" Balas Alifia dengan senyuman.


Sial kenapa senyuman wanita ini sama seperti istri ku sih?. Batin Sean menggerutu.


"Oh iya, siapa nama tuan?" Tutur Alifia menyodorkan tangan nya tanda berkenalan.


"Saya Sean, tak usah berlebihan" Balas Sean acuh.


Pria yang sulit di dekati. Batin Alifia.


Nampak Satya sudah kembali dengan senyuman yang Sean harapkan.


"Apa sudah bisa?" Tanya Sean semangat.


"Maaf tuan belum bisa" Balas Satya.


"Lalu kenapa kau tersenyum dari kejauhan? Aku kira kau berhasil" Tutur Sean kesal.


" Jaringan di wilayah ini cukup sulit di temukan karena badai salju yang menutupi koneksi nya tuan"


Sean melenggang untuk mencari signal, cangkir coklat yang di beri Alifia untuk Sean, Sean berikan pada Satya dengan nada kesal nya.


Satya nampak melirik Alifia yang terus memandang Sean dengan penuh penasaran.


"Ehem, tuan Sean sudah memiliki istri" Tutur Satya melenggang mengikuti Sean.


Alifia melirik pada Satya yang menyusul Sean, sungguh sedih mendengar jika pria yang Alifia jumpai baru saja, yang baru saja juga menggoyah kan hati Alifia.


Aku menginginkan nya ya tuhan, apa yang harus aku lakukan? Melepas kan nya? Atau merebut nya dengan paksa dari istri nya?. Batin Alifia.


---


Vote dan Like nya yuu...

__ADS_1


Maaf untuk beberapa hari ke depan author jarang up di karena kan author bakalan sibuk kerja, eitss tapi jangan lupa buat vote dan like nya ya.


Gomawo


__ADS_2