Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner

Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner
Kejadian Tak Terduga


__ADS_3

Beberapa menit berjalan menuju ruangan Akia akhirnya Lidya dan kedua pria itu sampai.


"Ini ruangan Dokter Akia, beliau masih dalam perkerjaan nya. Anda bisa menunggu di sini" Tutur Lidya ramah.


"Baik terimakasih dok"


Lidya meninggalkan kedua pria tersebut di depan ruangan Akia, kedua pria tersebut menunggu Akia di tempat duduk yang tak jauh dengan ruangan Akia.


--


Akia hendak turun dari lift dan berpapasan dengan Lidya di depan lift.


"Dokter Akia ada yang mencari mu, tadi aku bawa ke depan ruangan mu" Tutur Lidya.


"Siapa? Aku tidak ada janji dengan siapapun" Balas Akia heran.


"Mungkin pasien mu" Tutur Lidya.


"Tak ada, hari ini jadwal ku kosong" Balas Akia masih dengan wajah bingung.


"Sebaiknya kau temui saja siapa tahu penting" Saran Lidya.


"Baiklah, terimakasih dokter Lidya" Balas Akia tersenyum.


"Sama-sama, aku dulua ya dokter Akia" Tutur Lidya.


"Baik" Balas Akia singktat.


Akia berjalan menuju ruangannya dengan rasa penasaran nya siapa yang ingin menjumpai nya. Beberapa menit berjalan akhirnya Akia sampai di depan ruangan nya.


Kedua pria tersebut melihat kedatangan Akia dengan langkah cepat kedua pria tersebut menghampiri Akia.


"Permisi dokter, apakah dokter ini dokter Akia?" Tanya pria paruh baya.


"Ya, apa ada yang bisa saya bantu Pak?" Balas Akia ramah.


"Tolong anak saya dok, anak saya sedang sakit parah. Saya ingin membawa nya ke rumah sakit namun tak ada biaya, mungkin dokter bisa membantu karena banyak yang membicarakan dokter bahwa dokter adalah dokter yang murah hati" Tutur pria itu lagi.


"Bagaimana ya Pak?" Balas Akia bingung.


"Tolonglah adik saya dok" Timpal pria kedua.


"Baiklah bawa saja anak bapa kesini nanti saya yang akan bertanggung jawab" Balas Akia ramah.


"Maaf dok tidak bisa, karena anak saya tidak bisa berjalan dan kami orang tak punta, tak punya uang tak punya kendaraan" Tutur pria itu.


"Baiklah begini saja, saya antar bapa ke rumah bapa dengan mobil saya kemudia kita bawa anak bapa ke sini" Balas Akia menawarkan.


"Baik dokter, terimakasih banyak" Tutur kedua pria tersebut.


Akia mengambil tas yang ada di ruangannya dan meletakan jas kebesaraan nya karena waktu bekerja Akia telah usai.

__ADS_1


"Baik ayo Pak" Ajak Akia.


Akia dan kedua pria tersebut melangkah keluar dari rumah sakit menuju parkiran, saat sampai parkiran supir utusan Sean menghampiri nya.


"Apakah sudah selesai nona? Mari saya antar pulang" Tutur supir ramah.


"Bapa pulang naik taksi saja, saya ada urusan dan mobil saya yang bawa" Balas Akia.


"Tapi nona bagaimana dengan tuan Sean, saya takut beliau marah" Tutur supir ketakutan.


"Nanti saya yang akan kabari Sean, bapak tenang saja" Balas Akia menenangkan.


Akhir nya pak supir mengalah, pak supir memberikan kunci mobil nya. Akia menyuruh kedua pria tersebut untuk masuk ke dalam mobil, setelah siap Akia melajukan mobil nya.


Setengah menit dari perjalanan tiba-tiba pria paruh baya itu mendadak ingin buang air kecil dengan ramah Akia meminggir kan mobil nya dahulu.


"Bapak buang air kecil dahulu saja, saya mau ke minimarket dulu beli minun.


" Baik dokter" Balas pria itu.


--


Sekembalinya Akia dari minimarket, mobil Akia sudah tak ada orang di dalamnya.


"Kemana kedua pria tersebut? Hati ku jadi tidak karuan" Gumam Akia bimbang.


Akia hendak masuk ke dalam mobilnya tiba-tiba ada seseorang yang membekap mulut nya dan memaksa Akia untuk masuk mobil.


Dengan susah payah pria itu memaksa Akia masuk dan akhirnya berhasil.


"Siapa kalian? Dan mau apa kalian?" Tutur Akia ketakutan.


"Jangan banyak bicara dokter cantik, lakban mulut nya agar dia tak banyak mengoceh! Dan jangan lupa untuk mengikatnya." Perintah pria paruh baya itu pada rekannya.


Usai mengikat Akia dan melakban mulut nya, pria paruh baya itu melajukan mobilnya jauh dari area tempat tinggal Sean.


--


London, Inggris.


Sean sedang duduk di ruangan nya dengan secangkir kopi panas yang menemaninya, hari ini Sean mengambil alih perusahaan karena Zack orang yang menghandle perusahaan di London sedang mengambil cuti kembali ke kampung halamannya Korea.


Rasa nya Sean tak ingin berjauhan dengan Akia namun keadaan yang memaksa Sean untuk berada di London.


Sean menyeruput kopi panas itu dengan perlahan, namun sayang kopi yang telah Sean seruput ternyata tumpah pada saat Sean akan menyimpannya.


"Aduh panas, ceroboh sekali kau ini Sean!" Maki Sean pada dirinya sendiri.


Baju Sean basah terkena tumpahan kopi, Sean menelpon OB untuk menyuruh nya membersihkan lantai.


Dan tak usah menunggu lama OB yang di panggil Sean datang, kebetulan OB itu orang Indonesia rekomendasi dari ibunya Sean.

__ADS_1


"Bersihkan kopi ini, aku tak sengaja menjatuhkannya padahal aku sudah berhati-hati" Tutur Sean sambil mengipas baju nya.


"Baik tuan, tapi tunggu tua, tadi tuan berkata tak sengaja menumpahkannya walau sudah hati-hati? Menurut orang Indonesia jika tuan mengalami hal begitu berarti ada kejadian yang buruk menimpa keluarha tuan mau ibu, bapak, teman, pacar, atau pun istri" Balas OB.


"Iyakah? Aku tak percaya, lebaik baik kau bersihkan saja jangan banyak mengoceh" Tutur Sean sinis.


OB itu mengerucutkan bibirnya karena Sean tak mempercayai perkataannya.


"Lihat saja nanti pasti ada hal buruk yang sedang terjadi" Gumam OB itu dengan pelan.


Walaupun suara OB itu pelan namun bagi Sean suara sekecil itu masih terdengar.


"Apa katamu? Kau menyumpahi agar hal buruk menimpaku?!" Tutur Sean dengan nada sedikit tinggi.


"Tidak, tidak tuan. Lantai nya sudah bersih, saya pamit" Balas OB itu dengan berlari keluar dari ruangan Sean.


Sean masih mencerna ucapan OB tadi sambil membuka bajunya yang basah terkena kopi.


"Apa perkataan OB itu benar? Soalnya hatiku rasa nya sedang gelisah" Gumam Sean bingung.


Sean berjalan menuju kamar yang ada di ruangannya untuk mencari baju baru, Sean menemumakan baju simpanannya di kala Sean butuh pasti selalu ada.


Sean masih memikirkan perkataan OB tadi, dengan cepat langsung saja Sean menelpon supir Akia dan tak lama akhirnya supir Akia mengangkat nya.


*Hallo. Suara supir.


*Ya, Hallo. Apakah Akia sudah pulang. Tanya Sean cepat.


*Nona Akia sedang pergi tuan. Balas supir dengan suara gemetar.


*Pergi? Pergi kemana? Dengan siapa?. Tanya Sean bertubi-tubi.


*Maaf tuan saya tak tahu kemana nona Akia pergi, namun saat saya tanya nona menjawab sedang ada urusan, dan nona Akia pergi dengan dua pria yang tak saya kenal. Balas supir.


*Mengapa kau tak mengantar nya?. Tanya Sean kembali.


*Nona Akia ingin menyetir sendiri tuan. Balas supir itu.


*Shit damn, cari Akia kemana pergi nya dan beritahu Satya untuk menyiapkan halipad. Tutur Sean marah.


*Baik tuan. Balas supir.


Damn!!..


Sean marah dengan keadaannya saat ini, Sean takut jika Akia di jahati oleh orang yang pergi bersama nya.


...---...


Yuuu readers dukung author dengan like dan vote kalian, bagi author dengan kalian like dan vote karya author itu adalah rezeki besar.


Eitszzz jangan lupa untuk mampir juga ke karya author yang baru netas "IMPIAN KECIL KIM"

__ADS_1


~salam hangat author receh.


__ADS_2