Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner

Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner
Cinta Segi Tiga


__ADS_3

Pagi hari ini Lidya sudah masuk bertugas seperti biasa nya, Liji pun sudah selesai menjadi petugas relawan di kampung Alifia.


Lidya tengah bergosip dengan Akia yang baru tiba, Lidya menceritakan kisah tour nya di Korea juga menceritakan masalah ayah nya.


Saat sedang bergosip bersama, Liji tiba ke ruangan Akia dengan buru-buru, Akia dan Lidya terkejut dengan kedatangan Liji yang tanpa mengetuk.


"Kenapa sih, bikin kaget aja" Tutur Lidya.


Akia hanya tersenyum kemudian memeriksa berkas pasien nya


"Dokter Lidya, kau sudah kembali?" Tutur Liji duduk di sebelah Lidya.


"Aku pulang kemarin, tapi masuk tugas nya hari ini" Balas Lidya.


"Apa tuan Zack ikut pulang?" Tanya Liji.


"Ya, Zack ke London mengurus perusahaan Will. Ada apa?" Balas Lidya.


Akia tertarik dengan pembicaraan kedua rekan nya.


"Kenapa bertanya soal Zack? Apa dokter Liji menyukai nya? Satya pasti patah hati" Tutur Akia tertawa.


"Pasti Satya akan menangis" Tambah Lidya tertawa.


Qausar yang melewati ruangan Akia menguping pembicaraan wanita itu.


"Cinta segitiga yang rumit, kasihan tuan Satya" Tutur Qausar berlalu.


--


Siang telah tiba, Sean meminta Satya mengantar untuk menemui Akia dan makan siang bersama di rumah sakit.


Di perjalanan Sean terus menekan Satya dengan taruhan nya, ulang tahun Nyonya Aiza pun semakin dekat.


"Sat, sudah ada wanita yang akan kau gandeng ke acara pernikahan mommy?" Tutur Sean.


"Sudah ada tuan, saya akan membawa nya nanti" Balas Satya berbohong.


"Cepat juga ya, ya sudah kenalkan lah nanti" Tutur Sean.


Cih, aku tak percaya kau mendapat kan wanita secepat itu. Kau kan batu, pendiam. Batin Sean tak percaya.

__ADS_1


Saya tahu pasti tuan sedang menghardik saya karena tak percaya, tapi tak masalah tuan saya berbohong saja agar tuan tidak terus menanyai masalah wanita. Batin Satya.


Sean pun tiba di rumah sakit, seperti biasa Satya membuka kan pintu untuk Sean dan tak lupa Satya membawa makanan yang sudah di beli nya untuk makan siang Sean dan Akia.


Saat sampai di loby Sean dan Satya berpapasan dengan Qausar yang sedikit sibuk dengan berkas di tangan nya.


"Siang Will, siang Satya" Tutur Qausar ramah.


"Siang Qausar, seperti nya kau sangat sibuk" Balas Sean dan Satya yang hanya mengangguk.


"Hari ini rumah sakit sangat ramai, jadi begini lah seorang dokter" Tutur Qausar tersenyum menampakan gigi putih yang berjejer.


"Baiklah, silahkan bekerja kembali" Balas Sean berlalu.


Saat Satya melewati Qausar, Qausar teringat sesuatu. Qausar menyusul Satya yang berjalan di belakang Sean, Qausar menepuk bahu Satya sehingga Satya terhenti dan Sean melaju.


"Maaf Satya, aku turut perihatin ya untuk mu" Tutur Qausar sedih.


Satya nampak bingung, "Maksud dokter?" Balas Satya kebingungan.


"Atas cinta segi tiga mu antara dokter Liji, tuan Zack dan kau" Tutur Qausar menepuk bahu Satya.


Satya masih keheranan lalu Qausar pamit untuk melanjutkan tugas nya dan sejenak bersantai, Satya masih memikirkan ucapan Qausar dan akhirnya Satya mengerti.


Saat masih terdiam ponsel Satya berdering menampakan nama Sean di layar ponsel nya, Satya mengangkat sambil berjalan karena Satya tahu jika tuan dan nona nya itu membutuh kan makan siang.


--


Nyonya Aiza tengah sibuk dengan cucuk nya yang tampan, walaupun sudah ada baby sister Nyonya Aiza tetap saja ingin mengurus cucuk nya itu dengan tangan nya sendiri.


Nyonya Aiza menggendong Gabriel di pinggiran kolam berenang di temani tuan Chan yang tengah membaca koran dan minum jus.


"Anak pintar, anak tampan walaupun mommy dan daddy sibuk dengan pekerjaan nya kau tak rewel" Tutur Nyonya Aiza.


Nyonya Aiza terdiam sejenak memikirkan bagaimana caranya jika Gabriel nanti tumbuh dewasa pendengaran nya tak harus di bantu alat.


Ada rasa kasihan pada Sean dan Akia juga kepada Gabriel, cobaan yang Sean dan Akia hadapi pasti sangat sulit awal nya Akia melahirkan Gabriel dengan sempurna tanpa cacat dan setelah beberapa jam Gabriel kembali dengan pendengaran nya yang tak beefungsi.


Tuan Chan melihat istri nya terdiam menatap Gabriel terasa keheranan, Tuan Chan beranjak kemudian menghampiri Nyonya Aiza.


"Apa ada masalah?" Tutur Tuan Chan mengelus pundak Nyonya Aiza sambil menatap Gabriel.

__ADS_1


"Aku hanya kasihan kepada Will, Akia dan Gabriel" Balas Nyonya Aiza menatap Tuan Chan.


"Hem, aku tahu masalah nya" Tutur Tuan Chan mengelus kepala Gabriel yang tertidur.


"Apa tak ada cara lain selain bantuan alat?" Tanya Nyonya Aiza berharap.


"Aku tidak tahu karena aku bukan dokter, untuk beberapa bulan ke depan pasti Gabriel akan di berikan alat pendengaran untuk menangkap kata yang Will dan Akia ucapkan" Balas Tuan Chan.


"Kasihan Gabriel, ini semua gara-gara wanita dua itu" Tutur Nyonya Aiza marah.


"Sudah tak perlu emosi, lagi pula Cathrine dan Zoe sudah di jeblos kan ke penjara dengan hukumana seumur hidup kan karena pernah membuat Akia keguguran dan juga menculik Gabriel" Balas Tuan Chan menenangkan.


--


Sean dan Akia tengah makan siang bersama, usai makan selesai Sean menyandarkan tubuh nya di sofa yang ada di ruangan Akia sedang kan Akia membereskan bekas makan nya dan juga bekas Sean.


"Kapan Gabriel akan di berikan alat pendengaran, aku tak sabar Gabriel mengatakan kata ayah" Tutur Sean berharap penuh.


Akia kembali dan duduk di sebelah Sean, kemudian Akia memijat lengan Sean sambil tersenyum.


"Mungkin nanti setelah usia Sean menginjak dua bulan" Balas Akia.


"Apa mungkin jika nanti Gabriel akan menjadi pria pendengar yang baik?" Tanya Sean.


"Jangan remehkan Gabriel walaupun tuli dan di bantu alat pendengaran pasti Gabriel nanti akan menjadi pria pendengar yang hebat dan tertampan melebihi ayah nya" Balas Akia menghibur Sean yang selalu sedih jika membicarakan soal pendengaran Gabriel.


Sean tersenyum kemudian memeluk Akia, Akia pun membalas pelukan sang suami.


Satya menunggu Sean di koridor ruangan Akia, Liji dan Lidya yang hendak masuk ke ruangan Akia mengurungkan niat nya karena melihat Satya berada di hadapan ruangan Akia.


"Will ada di dalam?" Tanya Lidya.


"Ya nona, tuan ada di dalam sedang makan bersama" Balas Satya yang memandang Liji.


Lidya memandang pandangan Satya yang mengarah pada Liji, Lidya melihat ke arah Liji yang tertunduk. Lidya memukul bahu Satya membuat Satya tersandar dan membuang pandangan nya dari Liji.


"Jangan goda Liji, dia menyukai Zack!!" Tutur Lidya menjulurkan lidah nya.


What!? Apa sih dokter Lidya ini, aku tidak menyukai tuan Zack. Batin Liji.


Suka-suka dokter Liji saja, sudah jangan menatap ku!!. Batin Satya emosi.

__ADS_1


--


Maaf author jarang up lagi banyak kesibukan lain🙏


__ADS_2