Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner

Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner
Lidya


__ADS_3

Saat ini Akia sudah bisa tenang kembali dengan anak nya yang sudah kembali walaupun dengan keadaan yang mengkhawatirkan.


Akia tengah duduk di ranjang rumah sakit dengan pikiran yang entah tak tahu kemana, pintu ruangan terbuka nampak Sean yang menggendong bayi dengan Lidya mengikuti.


"Selamat siang dokter Akia" Sapa Lidya ramah.


Akia menoleh lalu tersenyum mendapati suami dan anaknya bersama Lidya, Sean memberikan putra nya kepada Akia.


Akia menggendong bayi nya dengan senyuman yang bahagia, bayi nya menangis dengan tangan yang mengepal-ngepal.


"Maaf dokter Akia saat nya menyusui" Tutur Lidya.


Akia menyusui putra nya yang kehausan dengan sentuhan tangan seorang ibu, usai beberapa saat bayi nya pun tertidur Lidya sigap membawa bayi kembali ke ruang bayi meninggalkan Sean dan Akia.


Aki kembali melamun membuat Sean kebingungan, Sean duduk di bangku yang berada di pinggir ranjang. Sean memegang tangan Akia lalu mengecup nya.


"Ada apa?" Tutur Sean lembut.


Akia menoleh kemudian tersenyum, "Tak ada apa-apa".


"Apa kau tidak berbohong?" Tanya Sean.


"Tentu saja tidak" Balas Akia meyakinkan.


"Baiklah" Tutur Sean mengelus pipi Akia.


"Apa aku boleh bertanya?" Tanya Akia.


"Tentu saja, tanyakan apa yang kau ingin tanyakan pada ku sayang" Balas Sean tersenyum.


"Apa Cathrine dan Zoe kau cari dengan kekuasaan mu sebagai billioner?" Tanya Akia mendelik.


"Tidak, aku tidak menggunakan kekuasaan ku. Satya mencari nya hanya dengan cctv bukan dengan banyak anak buah ku" Balas Sean.


"Apa benar?" Tanya Akia meyakinkan.


"Tentu saja" Balas Sean.


"Untuk ke depan nya jika ingin mencari seseorang dalam artian membahayakan jangan gunakan kekuasaan mu, aku takut orang yang kau cari akan balas dendam dan menghancurkan mu" Tutur Akia.


"Aku mengerti, dan aku akan menggunakan kekuasaan ku saat bekerja saja" Balas Sean memeluk Akia.


Akia beruntung kali ini Sean menjadi penurut padanya, Akia sangat takut jika Sean mengsalah gunakan kekuasaan nya Akia dan putra nya yang akan mendapat masalah juga. Sean adalah billioner muda tentu banyak musuh yang ingin menghancurkan Sean dan kini Sean memilik istri dan anak, jika Sean tak dapat di hancurkan pastilah anak dan istrinya yang akan menjadi sasaran, Akia tidak ingin putranya menjadi lebih menderita masuk ke dalam keluarga pembisnis.


--

__ADS_1


Lidya keluar dari ruangan bayi untuk menidurkan putra Sean yang baru di susui, Lidya di kejutkan dengan Zack yang muncul di hadapan nya.


"Ayo pulang kampung!" Tutur Zack.


"Pulang gimana? Aku sedang banyak pekerjaan" Balas Lidya acuh.


"Ayah mu sakit, ibu mu baru saja menelpon jika ayah mu sekarat" Tutur Zack berjalan mendekat Lidya.


Langkah Lidya terhenti, pikiran nya melaju kemana saat Lidya yang menyaksikan ibu nya di siksa oleh ayah nya. Lidya juga melihat ayah nya yang tidur dengan wanita lain saat ibu Lidya bekerja mencari uang.


Ya dulu keluarga Harson hanyalah keluarga yang banyak di pandang remeh, bahkan keluarga Harson termasuk keluarga miskin begitu pun kehidupan Lidya, Sean dan Zack.


Dengan kecerdasaan kakek Sean, beliau dapat dapat membangkitkan nama Harson hingga kini nama keluarga Harson sangat melegenda dan banyak di takuti oleh kalangan perusahaan Asia.


Lidya menoleh kepada Zack, air mata Lidya kelur membasahi pipi nya.


"Aku tidak ingin bertemu dengan dia sekali pun dia mau mati!" Tutur Lidya meninggalkan Zack.


Zack tahu akan kesedihan Lidya namun Zack ingin Lidya memaafkan ayah nya sebelum kematian ayah nya tiba.


Lidya nampak berlari ke arah taman melewati Qausar dan Firally yang sedang berjalan di lorong berlawanan arah dengan Lidya.


"Kenapa dokter Lidya kak?" Tanya Firally penasaran.


"Kakak tidak tahu, bereskan ini. Kakak menyusul dokter Lidya dulu" Balas Qausar bergegas.


"Kenapa kakak selalu peduli? Apa kakak mulai menyukai dokter Lidya?" Tutur Firally berlalu.


Qausar mendapati Lidya tengah menangis di bangku taman, Qausar duduk di sebelah Lidya tanpa izin. Lidya menoleh dengan wajah malu dan kesal karena Qausar melihat Lidya menangis.


"Aku kira dokter Lidya wanita yang kuat" Tutur Qausar mengambil tisu yang ada di saku jubah dokter nya lalu menyodorkan nya pada Lidya.


Lidya mengambil nya dengan perasaan kesal, saat mengelap air matanya Lidya mencium bau darah.


"Tisu apa ini? Bau darah" Tutur Lidya aneh.


"Apa kau bukan dokter? Itu buka tisu melain kan kasa sisa membedah tadi" Balas Qausar tertawa.


Lidya nampak sadar jika Qausar tidak memberinya tisu melain perban kasa, Lidya melempar nya pada Qausar yang sedang tertawa.


"Pergi sana!" Tutur Lidya marah.


"Maaf kan, aku hanya ingin menghibur" Balas Qausar memungut perban kasa yang Lidya lempar.


Lidya tak menjawab, Lidya menampakan wajah kesal nya bercampur sedih.

__ADS_1


"Ada apa? Tanya Qausar.


"Kau tahu masalah ku" Balas Lidya.


"Ayah mu ya? Menurut aku, semua manusia pasti mempunyai khilaf dan wajar saja nah tugas kita harus bisa merubah nya dan memaafkan agar ayah mu tidak terjerumus kembali dalam ke khilafan" Tutur Qausar tersenyum.


"Mudah bagi mu, tapi tidak untuk ku" Balas Lidya mendelik.


"Jika ibu mu bisa memafkan kenapa kau tidak?" Tutur Qausar.


Lidya terdiam tak menjawab pertanyaan Qausar, karena yang di katakan Qausar ada benar nya juga.


"Temuilah, urus surat cuti mu" Tutur Qausar memegang tangan Lidya dan menatap mata nya yang sembab.


"Baiklah, akan aku coba" Balas Lidy Lidya tersenyum.


"Nah begitu lebih baik, mari aku traktir seafod kesukaan mu" Tutur Qausar beranjak.


Lidya menerima traktiran Qausar dengan senyuman yang merekah, dari jarak yang tak jauh Zack pun ikut tersenyum karena Qausar dapat membujuk Lidta untuk segera pulang menemui ayah nya yang sedang sekarat.


Zack berlalu dengan hati yang senang sampai Zack menabrak seseorang wanita yang sedang berjalan menuju rumah sakit.


"Aw" Ringis wanita itu.


Zack sigap membantu wanita itu untuk berdiri.


"Maaf kan saya, saya tak melihat" Tutur Zack.


Wanita yang Zack tabrak ialahan Alifia, Alifia yang penasaran dengan istri Sean memberanikan diri nya untuk menemui nya.


"Ah tak apa" Balas Alifia tersenyum.


"Apa ada yang terluka?" Tutur Zack.


"Tak ada tuan, maaf saya permisi" Balas Alifia berlalu.


Zack terdiam menatap kepergian wanita yang Zack tabrak tadi, ada rasa aneh yang mendesir di dalam tubuh Zack karena kecantikan dan senyuman nya yang sama dengan senyuman milik Akia.


"Wanita itu mempunyai senyuman seperti istri Will" Tutur Zack tersenyum.


Zack langsung berlari menyusul wanita tadi untuk sekedar mendapat kan namanya saja.


--


Maaf author telat up, lagu fokus kerjaan:( Like dan vote jangan lupa ya.

__ADS_1


Gomawo


__ADS_2