Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner

Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner
Berubah


__ADS_3

Beberapa hari usai pulang dari rumah sakit.


Hari ini Sean sudah bisa bekerja kembali di kantor, kondisi Akia dan putra nya pun sudah sangat membaik namun Sean belum memperboleh kan Akia untuk kembali ke rumah sakit.


Pagi hari Sean sudah berpamitan pada Akia beserta orang tua nya untuk bekerja, Nyonya Aiza dan Tuan Chan sengaja tinggal di rumah Sean untuk menjaga Akia dan cucuk nya.


Walaupun tidak bekerja Akia selalu kedatangan tamu yang memerlukan bantuannya, orang-orang yang kurang mampu untuk ke rumah sakit.


Sean nampak sedang melirik ke kanan ke kiri di dalam mobil, lampu lalu lintas menyala merah pandangan Sean tertuju pada anak-anak jalanan yang sedang menjajakan makanan, koran dan tisu dengan pakaian yang sangat kucel membuat hati Sean terenyuh.


Hati Sean yang dulu batu sekarang di luluhkan oleh Akia dengan cinta dan nasehat nya.


"Sat, apa mereka semua berjualan disini terus?" Tutur Sean memandang gadis kecil, mungkin bisa di kisar kan umur nya 8 tahun.


"Mungkin aja tuan" Balas Satya.


Lampu lalu lintas berganti berwarna hijau mobil pun di lajukan Satya menuju perusahaan Sean.


"Kumpulkan anak-anak jalanan itu" Tutur Sean.


"Baik tuan" Balas Satya tak banyak bertanya.


Sean mengambil ponsel nya, Sean menekan nama "istriku" di layar ponsel nya dan tak lama lah Akia mengangkat nya.


*Ya, ada apa? Apa ada hal yang buruk?. Tanya Akia.


*Tak ada sayang, sedang apa?. Balas Sean tersenyum, Sean bahagia karena istrinya selalu mengkhawatirkan Sean.


*Aku sedang menyusui Gabriel, ada apa? Sudah sampai kantor?. Tutur Akia.


*Nanti aku yang minta menyusui, aku belum sampai kantor. Balas Sean tertawa.


*Jangan berkata mesum di depan Satya, ada apa cepat katakan?. Tutur Akia sama tertawa.


*Begini, tadi aku melihat banyak anak jalanan di lampu merah. Aku ingin mengundang mereka pada acara ulang tahun mommy sebentar lagi, apa kamu setuju sayang?. Balas Sean mengutarakan niat nya.


*Ah iya aku hampir lupa, boleh saja malah itu hal sangat baik. Kau suami ku yang baik hati. Tutur Akia memuji.


*Kau ini, ada satu hal lagi yang aku ingin bicarakan tapi tidak di telpon. Nanti di rumah aku akan membahas nya. Balas Sean.


*Baiklah, hati-hati jangan lupa makan siang. Tutur Akia.


Sean menutup telpon nya dan kembali fokus untuk kembali ke perusahaan dan memulai kembali proyek Milan.

__ADS_1


--


Usai selesai menyusi dan Gabriel tidur, Akia membantu Nyonya Aiza yang sedang belajar memasak makanan khas Itali.


"Mommy, kenapa mommy belajar masakan Itali?" Tanya Akia membantu Nyonya Aiza.


"Mommy ingin menjadi istri yang baik dan ibu yang hebat untuk Will, karena quadrat nya seorang istri dan ibu harus bisa memenuhi keinginan suami dan anak. Nah kan daddy dan Will itu lidah orang barat jadi mommy harus belajar masakan orang barat" Balas Nyonya Aiza panjang lebar.


"Masakan dari negara mana saja yang sudah mommy kuasai?" Tanya Akia.


"Semua negara dan ini yang terakhir, yang membuat mommy kesusahan yaitu makanan Itali" Balas Nyonya Aiza kelelahan.


Akia memeluk Nyonya Aiza dari belakang dengan senyuman nya.


"Ada apa nak?" Tanya Nyonya Aiza.


"Akia kagum pada mommy" Balas Akia mengeratkan pelukan nya.


Nyonya Aiza menyelesaikan masakan nya di bantu oleh Akia, usai selesai suara tangisan bayi membuat Akia berlari menuju kamar nya.


--


Zack yang berada di Korea bersama dengan Lidya baru saja mendapat kan telpon dari Sean untuk hadir ke acara ulang tahun Nyonya Aiza.


Zack merasa kurang pas jika datang tanpa pasangan, pasti Zack akan mendapat sindiran dari keluarga nya karena belum memilik kekasih.


Zack menelpon Alifia dan seperti biasa Alifia dengan cepat mengangkat nya.


*Hai Fia. Sapa Zack.


*Hai Zack, ada apa? Apa kau sudah pulang?. Balas Alifia.


*Aku belum pulang Fia, lagi pula jika aku pulang bukan lah pulang ke Indonesia. Tutur Zack.


*Mengapa?. Tanya Alifia.


*Ya karena tidak menetap di Indonesia, aku tinggal di Inggris dan saat ke Indonesia aku ada urusan dengan sepupu ku. Balas Zack.


*Oh begitu. Tutur Alifia menutup panggilan nya.


Zack sangat heran dengan sikap Alifia akhir-akhir ini, awal bertemu Zack dan Alifia sangat acuh namun saat Zack banyak mengirim pesan pada Alifia, Alifia menjadi sangat aneh dan gampang marah jika Zack tak mengirim nya pesan atau menelpon nya.


Zack mencoba menghubungi Alifia lagi namun sayang ponsel Alfia sedang tidak aktif.

__ADS_1


--


Di kamar kostan nya yang sederhana Alifia sangat kesal dengan diri nya, harus nya Alifia mendekati Sean namun di pertengahan hati Alifia menolak Sean, hati Alifia sudah di curi oleh Zack yang sangat perhatian dan begitu baik pada Alifia walaupun hanya lewat pesan atau sekedar menelpon.


Alifia mematikan ponselnya lalu melemparkan nya ke ranjang, Alifia duduk di meja tempat Alifia belajar dengan menopang dagu nya.


"Aku kenapa sih? Kok aku jadi suka Zack bukan nya Sean? Apa aku mundur saja mendapat kan Sean dan membiarkan dokter itu bahagia dengan Sean?. Tutur Alifia.


Alifia keluar rumah bermaksud untuk membeli makanan di kedai yang tidak banyak pelanggan nya, kehidupan Alifia sangat miris walaupun Alifia kaya karena di adopsi membuat Alifia tak ingin menikmati kekayaan nya.


Alifia yang berstatus pelajar harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan belajar dan finansial nya.


Kostan Alifia terletak di kampung kecil, jika ingin ke rumah Alifia harus melewati gang kecil dan sudah di pastikan mobil tak dapat masuk.


Alifia berjalan membeli makanan dengan senyuman yang manis walaupun jalanan yang harus Alifia lalui becek.


Saat sedang berjalan seseorang wanita yang Alifia pernah temui mendekat pada Alifia.


"Wanita penguntit ya?" Tutur wanita itu yang tak lain ialah Liji.


"Dokter fitnah" Balas Alifia menutup mulut nya.


"Aku tidak fitnah" Tutur Liji geram.


"Iya maaf dokter" Balas Alifia tertawa.


"Kamu ngapain di sini?" Tanya Liji melihat style Alifia yang mengenakan celana pendek selutut dan kaos polos beserta dengan sandal jepit.


"Rumah saya ada di dekat sini, dokter sendiri ngapain di sini?" Balas Alifia.


"Saya sedang melakukan tugas sukarelawan di kampung ini, bekerja tanpa di bayar" Tutur Liji tersenyum.


"Dokter mau saya traktir makan? Sudah waktu makan siang" Tawar Alifia.


"Kamu tidak bermaksud jahat kan?" Balas Liji mendelik.


"Tentu saja tidak dokter" Tutur Alifia.


Usai di yakinkan Alifia tak ada biat buruk, Liji pamit pada tim nya dan langsung mengikuti Alifia yang nengajak nya makan siang bersama.


--


Terimakasih untuk readers yang sayang banget sama author karena udah ngasih author like dan vote, terimakasih banyak🙏

__ADS_1


Di lain waktu author pengen banget berbagi ilmu dan tukar pikiran mengenai karya, dan maaf untuk karya yang Ini banyak salah nya, author juga masih perlu belajar supaya bisa menjadi sempurna.


Jaga kesehatan, patuhi protokol yang ada. Dan jangan lupa selalu cuci tangan dan pakai masker.


__ADS_2