
Hari ini bayi Sean dan Akia sudah di perbolehkan pulang begitu pun Akia yang sudah membaik juga sudah di izin kan pulang oleh Lidya.
"Aku hampir lupa, siapa nama bayi nya?" Tanya Akia.
"Ah iya nama nya Gabriel Will Harson, apa keberatan?" Balas Sean tersenyum.
"Aku suka namanya" Tutur Akia yang menggendong bayi nya.
Nampak Nyonya Aiza dan Tuan Chan datang untuk menjemput anak dan menantu nya juga cucuk merek.
"Will daddy sudah tahu insiden yang membuat putra mu tidak dapat mendengar. Daddy ikut perihatin" Tutur Tuan Chan memeluk bahu Sean dan mengelus nya.
"Tak apa dadd, walau begitu aku dan Akia sangat menyayangi nya" Balas Sean tersenyum ke arah Akia.
"Istri mu sangat hebat seperti mommy mu" Tutur Tuan Chan tertawa.
Dari arah yang tak jauh Nyonya Aiza memanggil Sean dan suaminya untuk cepat bergabung pulang karena orang tua Akia dan keluarga besar Harson sudah menanti di rumah.
Saat keluar ruangan bersamaan nampak Lidya dan Zack bergabung.
"Apa kau tak bertugas hari ini?" Tanya Nyonya Aiza.
"Aku akan cuti ke Korea bersama Zack tapi sebelum pergi aku ingin merayakan pesta dengan ponakan ku yang lucu itu" Balas Lidya mencubit pelan pipi Gabriel.
Sean menepis tangan Lidya yang mencubit pipi putra nya dengan sinis membuat Lidya kesakitan.
"Kau ini Will" Tutur Tuan Chan.
Akia hanya tersenyum dengan kehangatan keluarga baru nya, dan juga Akia sangat bahagia kini Akia sudah menjadi seorang wanita yang utuh usai melahirkan putra nya.
"Ya sudah ayo pergi" Ajak Tuan Chan.
Keluarga beserta Akia pergi meninggalkan rumah sakit dari arah yang tak jauh nampak Alifia tengah mengintip keluarga Harson dan Akia.
"Pasti istri Sean yang sedang membawa bayi, cantik sih tapi lebih cantik aku" Tutur Alifia.
Alifia hendak pergi namun bahu nya di sentuh seseorang, Alifia berbalik dan alangkah kaget nya Alifia saat melihat seorang dokter mengagetkan nya.
"Siapa anda? Saya perhatikan seperti nya anda selalu menguntit tuan Sean dan tuan Satya?" Tutur Liji.
Satya di perintahkan balik ke ruangan inap Akia untuk membawa ponsel Akia yang tertinggal di dalam laci nakas.
__ADS_1
Tidak jauh dari ruangan inap Akia, Satya mendengar dua suara wanita. Satya menguping pembicaraan dua wanita itu yang tak lain dokter Liji dan Alifia.
"Suka-suka saya dong mau nguntit siapa aja, mau Sean atau pun Satya tak ada hubungan nya dengan dokter" Balas Alifia acuh.
"Tuan Sean mempunyai istri tidak mungkin anda menyukai nya, apa mungkin anda menyukai Satya?" Tutur Liji.
"Iya jika saya suka apa urusan anda!" Balas Alifia berbohong menyukai Satya, Alifia melenggang pergi meninggalkan dokter Liji.
Liji kesal bukan kepalang karena wanita yang suka menguntit itu menyukai Satya, Liji berjalan menuju arah ruangan pemeriksaan bayi bekas ruangan bayi Akia.
Sedang berjalan tiba-tiba tangan Liji di tarik, Liji di dempet kan ke arah tembok, tangan Satya mengunci ruang gerak Liji sehingga kini mereka saling menatap.
"Mengapa dokter terlihat kesal saat wanita tadi berkata menyukai saya?" Tutur Satya.
Apa tuan Satya mendengar pembicaraan ku tadi dengan wanita itu?. Batin Liji khawatir.
Karena tertekan Liji mendorong tubuh Satya sehingga Liji bisa terlepas.
"Jangan percaya diri sekali tuan jika saya peduli pada tuan, saya hanya merasa miris tuan di cintai oleh wanita penguntit" Balas Liji melenggang pergi meninggalkan Satya.
Satya terdiam dengan tindakan bodoh nya yang di tinggal oleh Liji, Satya tak mempersalahkan kembali tindakan bodoh nya. Satya masuk ke ruang inap Akia lalu mengambil ponsel Akia dan pergi.
Di dalam ruangan pemeriksaan bayi Liji merasa tak enak berkata begitu pada Satya dan Liji juga merasa bodoh dengan menutupi kekaguman nya pada Satya.
--
Alifia bisa di bilang masuk dalam golongan keluarga kaya raya namun Alifia tak suka dengan hidup nya karena Alifia hanyalah anak pungut.
Dari sebrang jalan taman, mobil mewah berwarna hitam terparkir. Keluar lah Zack dari dalam mobil dengan style dan kacamata hitam nya yang membuat para gadis terpesona.
Mata Zack mengarah pada seorang gadis yang ia temui di rumah sakit sedang duduk di bangku taman dengan es krim di tangan nya.
Zack langsung saja menghampiri nya dan melupakan tujuan Zack kemari ialah di perintahkan Sean untuk membeli makanan jalanan untuk Akia.
Zack sangat penasaran dengan wanita yang mempunyai senyuman manis seperti Akia, membuat Zack terpesona dan ingin memiliki nya.
"Permisi" Tutur Zack ramah.
Alifia menoleh lalu berdiri dan membuang es krim nya ke tempat sampah.
"Ya ada apa?" Balas Alifia bingung.
__ADS_1
"Apa kamu tidak mengenali saya?" Tutur Zack.
Alifia bingung, Zack cekatan membuka kacamata hitam nya.
"Ah iya, tuan yang menabrak saya" Tutur Alifia mengenali nya.
Zack tersenyum karena ingatan wanita ini masih kuat.
"Saya kan sudah bilang tuan, saya tak terluka" Tutur Alifia.
"Bukan itu, saya hanya ingin berkenalan dengan mu" Balas Zack.
"Ah begitu baiklah, kenalkan nama ku Alifia tuan" Tutur Alifia mengulur tangan nya sambil tersenyum manis.
"Oh iya, kenal kan juga nama saya Zack Harson" Balas Zack mengambil uluran tangan Alifia lalu melepas nya.
Alifia tahu jika Zack adalah keluarga Sean, karena saat menguntit Alifia melihat Zack berkumpul dengan keluarga Sean dan dapat di pastikan juga Zack adalah keluarga Harson.
"Senang berkenalan dengan anda tuan Zack" Tutur Alifia ramah.
"Panggil saja Zack, sekarang kita teman" Balas Zack.
"Baiklah, Zack" Tutur Alfia.
"Apa kita bisa bertukar nomor ponsel, agar kita bisa menjalin hubungan pertemanan yang lebih baik" Tutur Zack mengeluarkan ponsel nya.
"Tentu saja" Balas Alifia mengambil ponsel Zack lalu menyimpan nomer nya sendiri.
"Terimakasih nanti akan ku hubungi, tapi maaf Alifia saya ada keperluan penting, saya harus bergegas" Tutur Zack menyayangkan.
"Baiklah silahkan" Balas Alifia ramah.
Zack meninggalkan Alifia sendiri, Alifia tersenyum licik karena peluang nya menemui Sean telah terlihat dengan ada nya Zack untuk di manfaatkan nya.
--
Zack tersenyum karena sudah tahu nama wanita itu dan juga mendapat kan nomornya, Zack tersenyum saat membeli makanan yang Akia pesankan membuat tukang dagang nya keheranan dengan tingkak laku pembeli nya.
Kau sangat manis Alifia, sungguh aku telah terpesona dengan senyuman dan wajah manis mu yang sangat amat mirip dengan kakak ipar. Batin Zack bahagia.
--
__ADS_1
Bantu author dong cara like dan vote nya please🙏