
Seperti biasa pagi hari Akia sudah berada di rumah sakit, karena harena hari ini jadwal Akia yang sangat padat untuk memeriksa semua pasien nya.
Akia di jemput oleh Satya yang di peruntahkan Sean, tadi nya Sean memaksa agar Akia tinggal di rumah nya namun Akia menolak keras kehendak Sean karena diri nya belum sah menjadi istri Sean dan Akia sangat enggan untuk tinggal di rumah Sean alhasil Akia masih tinggal di kostan yang bisa di bilang kecil.
Awal pagi Akia sarapan dengan bubur ayam yang telah Satya beli, setelah urusan Akia selesai Satya pun pamit untuk ke kantor menyusul Sean.
Akia sedang menikmati sarapan bubur ayam nya untuk memberi gizi si janin, Akia memang tidak nafsu makan karena morning snickess yang selalu menghambat nya, namun Sean memaksa agar si janin di beri nutrisi oleh Akia.
Pintu ruangan Akia di ketuk, dengan sigap Akia menyuruh nya masuk, di dapati nya Qausar, Lidya dan juga Firaly.
"Pagi dokter Akia" Sapa mereka serentak.
"Pagi kembali" Balas Akia yang berhenti memakan bubur nya.
Qausar, Lidya dan Firaly duduk di bangku yang ada di ruangan Akia.
"Kok gak di lanjutin makan nya sih?" Tanya Qausar.
"Hehe.. Aku tidak enak makan sendirian dok" Balas Akia malu.
"Makanlah Akia, kami tidak mau mendapatkan amarah Will karena menganggu mu makan" Tutur Lidya.
Mau tak mau Akia kembali menikmati sarapannya dengan tiga manusia yang mengobrol di hadapan nya. Sarapan Akia habis namun setelah sarapan habis perut Akia sakit dan rasa mual mulai menyeruak ingin keluar spontan Akia berlari ke kamar mandi, Qausar, Lidya dan Firaly yang melihat Akia lari ke kamar mandi dengan memegang perut merasa cemas dan khawatir.
Mereka bertiga menghampiri kamar mandi, Qausar akan hendak masuk namun di tahan oleh Lidya.
"Mau apa?" Tanya Lidya.
"Mau masuklah, mau lihat keadaan Akia" Balas Qausar enteng.
"Iya, ayo masuk" Tambah Firaly cemas.
"Dasar kalian, adik kakak sama bodoh nya! Akia itu perempuan masa kalian berdua yang akan masuk, jika Will tahu bisa-bisa kalian akan di tendang dari rumah sakit ini!" Balas Lidya menerangkan.
Qausar dan Firaly saling tatap dan merasa takut dengan ucapan Lidya, dan pada akhir nya Qausar dan Firaly mundur dari dekat kamar mandi.
"Jika begitu kau saja yang masuk" Tutur Qausar ketakutan.
Lidya pun masuk ke dalam kamar mandi yang pintu nya tak Akia kunci, di dapati nya Akia sedang memandang cermin dan menangis, perlahan Lidya mendekat memegang bahu Akia, Akia tak menoleh karena wajah Lidya terpantul di dalam cermin.
"Aku benci hidup ku! Kenapa aku di benci ibu ku? Kenapa aku kenal Sean? Dan kenapa aku harus hanyut dalam hal menjijikan tempo hari itu?! Aku benci diriku!" Tutur Akia menangis.
__ADS_1
"Akia.. Tenangkan dirimu, aku sendiri tak tahu semua ini musibah atau kebahagian bagi mu, yang aku tahu aku ingin kau bersemangat agar janin mu juga semangat dan sehat. Jangan seperti ini kau melekui janin mu sendiri" Balas Lidya menenangkan.
Akia membalikan tubuh nya mentapa Lidya, dengan spontan Akia memeluk Lidya sambil air mata yang terus berderai.
Lidya melepas pelukan Akia, menghapus air mata Akia yang membasahi pipi nya.
"Aku ada di sini menyemangati mu, jangan menangis" Tutur Lidya.
Akia kembali mendapatkan semangat nya, usai selesai menghapus air matanya Lidya dan juga Akia keluar kamar mandi bergabung dengan Qausar dan Firaly.
-----
Di kantor Sean merasa senang karena akan menikahi Akia, awal nya Sean yang bertemu Akia merasa kesal namun saat hal tempo hari itu merubah hati Sean pada Akia.
Sean sedang melamun tersenyum memikirkan Akia, sampai ponsel Sean berdering dan membuyarkan lamunan Sean. Dengan kesal Sean mengambil ponsem nya tertera nama Zack di layar ponsel nya, Sean langsung saja menganggkat telpon dari Zack.
*Halo saudara ku. Sapa Zack basa-basi.
*Kau mengganggu ku saja Zack, ada apa?. Balas Sean bertanya.
*Oh jika aku menganggu mu, maafkan aku Will. Well aku minta cuti Will karena aku akan pulang ke Korea. Tutur Zack.
*Kau akan pulang? Kapan?. Balas Sean bertanya.
*Kenpa mendadak sih ngasih infonya, jadi kan aku yang harua handle kantor yang ada di London. Tutur Sean kesal.
*Maaf Will, sudah yah aku buru-buru nih bye. Balas Zack menutup telponnya.
Sean kesal karena Zack menutup telpon nya.
"Argh.. Kau membuat ku pusing saja Zack" Gumam Sean.
Sean menelpon Satya agar hendak masuk keruangan nya, setelah ada perintah Satya langsung masuk ke dalam ruangan Sean.
"Maaf tuan ada apa anda memanggil saya?" Tanya Satya sigap.
"Pantau Akia, beri bodyguard untuk melindungi nya dan untuk sekarang siapkan halipad kita ke London menghandle kantor pusat di sana, Zack mengambil cuti untuk beberapa hari" Balas Sean.
"Baik tuan" Tutur Satya keluar dari ruangan Sean dan bergegas melaksanakan perintah Sean.
----
__ADS_1
Pagi ini Cathren mendarat kaki nya di Indonesia, Cathren di jemput oleh Raka asisten pribadi yang ada di Indonesia.
"Selamat datang nona Cathren" Tutur Raka sopan.
Cathren hanya mengangguk membalas sapaan Raka.
"Cari tahu seorang dokter wanita bernama Akia calon istri Sean" Tutur Cathren memasuki mobilnya.
"Baik nona" Balas Raka.
Raka pun ikut masuk ke dalam mobil, Raka duduk di bangku kemudi usai Cathren siap Raka langsung melajukan mobil yang di kendarai nya menuju apartemen milik Cathren.
Selang satu jam lebih akhir nya mobil Cathren tiba di apartemen, Cathren langsung masuk ke dalam apartemen nya sedangkan Raka melaksanakan tugas yang di berikan Cathren.
---
Akia sedang sibuk memeriksa pasien di lantai tiga, Seorang pria parih baya dan seorang pria kekar berotot datang menghampiri resepsionis.
"Permisi nona, saya mencari nona Akia" Tutur pria paruh baya.
"Dokter Akia sedang ada pemeriksaan di lantai tiga, bapa bisa menunggu di ruangan nya" Balas resepsionis.
Kedua pria tersebut langsung pergi, mencari ruangan Akia, saat akan naik lift dua pria itu berpapasan dengan Lidya.
"Nona, saya ingin bertanya" Tutur pria paruh baya itu.
"Ya pak, apa yang bisa saya bantu?" Balas Lidya ramah.
"Saya ingin menanyakan ruangan nona Akia ada dimana?" Tutur pria paruh baya itu bertanya.
"Oh begitu, mari saya antar" Balas Lidya.
Lidya membimbing kedua pria itu menemui ruangan Akia, dalam perjalanan menuju ruangan Akia, Lidya tak banyak bertanya pada kedua pria itu karena dapat di lihat dari raut wajah pria itu tak suka banyak bicara.
---
Haii readers ku menurut kalian cerita ini kesannya kaya gimana? Dan jika ada koreksi nya mohon beri tahu saya maklum lah saya kan penulis amatairan hhe.
Oh iya buat karaya author yang berjudul My Wife dan juga Anak Broken Home Menemukan Cintanya sementara author gak up dulu di karena kan author masih banyak kesibukan lain.
So buat kalian jangan lupa ya dukungan buat author nya;)
__ADS_1
~Salam hangat author amatiran.