
Satya ialah asisten pribadi si tuan muda, sikap dingin Satya menurun dari Sean namun jika hal kekerasan Satya lah yang sanga kejam di timbang Sean.
Satya kali ini tak ikut serta dalam meramaikan pernikahan tuan nya karena Satya di tugas oleh Sean untuk mencari Cathrine di sekitaran Inggris, sedangkan di acara pernikahan Sean, Zack lah yang menghandle semua nya.
Malam hari di Inggris, Satya tengah menuangkan kopi ke cangkir nya. Saat cangkir sudah penuh, Satya membawa nya menuju balkon hotel.
Satya menghirup aroma kopi yang menggugah kan tenggorakannya, perlahan Satya meminumnya.
"Apa di sana baik-baik saja, saya sangat khawatir dengan keadaan di sana" Khawatir Satya pada tuan muda nya.
Satya di kota ini hidup sendirian, mengabdi pada keluarga Harson adalah keinginan nya walaupun dulu saat Satya dan Sean kecil, Sean selalu menentang akan kehadiran Satya karena pasal nya Satya dari dulu sangat di sayang oleh ibu Sean membuat Sean iri dan cemburu.
Keluarga Satya ada di Indonesia, ayah Satya meninggal saat Satya beranjak menuju remaja sedangkan ibu Satya saat ini masih ada namun dengan penyakit yang sulit untuk di sembuhkan.
Satya pula mempunyai adik perempuan yang sangat cantik bernama Ariana Dwi, Ariana berusia sama seperti Akia. Ariana telah membereskan bidang belajar nya dan kini Ariana bekerja sebagai pramugari di salah satu penerbangan milik keluarga Harson juga. Jika saat Satya tak ada begitu pun dengan Ariana, ibu Satya di rawat oleh suster yang keluarga Harson percaya dan begitu membuat Satya maupun Ariana tenang akan keadaan ibu nya.
Usai kopi Satya habis, Satya kembali ke dalam kamar nya. Satya membuka laptop kemudian menyelesaikan pekerjaan mengait kantor yang Sean yang ada di Inggris.
Â
Pagi ini Sean dan Akia akan kembali ke Jakarta karena Akia meminta pulang lebih cepat, banyak pasien nya yang harus Akia tangani dan sebagai doker idola Akia tak mau mengecewakan pasien nya.
"Akia apa kita harus pulang sekarang? Bahkan kita belum belum madu" Tutur Sean yang belum mau pulang karena jika pulang pasti Akia akan sibuk dengan rumah sakit.
"Batu bata mengerti lah, aku ini seorang dokter banyak yang membutuh kan aku" Balas Akia mengepak koper nya begitu pun dengan koper Sean.
"Ta-tapi Akia" Tutur Sean merengek.
Akia menyalakan ponsel nya kemudian merekam aksi Sean yang merengek di atas ranjang.
"Selesai!!" Teriak Akia melihat hasil merekam nya.
Sean menoleh, Sean turun dari ranjang menghampiri Akia yang tengah duduk di sofa dengan koper di hadapan nya.
Sean melihat layar ponsel Akia yang menampilkan vidio diri nya sedang merengek.
"Hei apa-apa itu!" Tutur Sean hendak mengambil ponsel Akia, namun Akia cepat menyembunyikan ponsel nya.
__ADS_1
"Aku akan upload di media sosial dengan caption " Sang tuan muda billioner yang terkesan cuek dan dingin merengek di atas ranjang seperti bayi ke kurangan susu" " Balas Akia menggoda.
"Hapus itu!!! Itu akan menjatuh kan reputasi suami mu!!" Tutur Sean uring-uringan.
"Aku akan hapus asal ada syarat nya" Balas Akia menggoda.
"Hah syarat? Ya katakan apa syarat mu itu" Tutur Sean mendelik.
"Kita pulang hari ini, bersama dengan keluarga lain. Bagaimana deal?" Balas Akia cerdik.
Sean nampak berpikir. Istri ku ini memang cerdik, biarlah hari ini aku mengalah saja dari pada reputasi ku hancur karena vidio itu. Batin Sean.
"Bagaimana?" Tutur Akia tersenyum licik.
"Ya, ya kita pulang hari ini Cepat hapus" Balas Sean kesal.
Akia tersenyum kemudian menghapus vidio yang ia rekam.
"Sudah belum?" Tanya Sean.
"Sudah, sudah" Balas Akia memperlihat kan layar ponsel nya.
"Hei batu bata jangan lah marah dan jangalah merengek lagi, malu lah sedikit pada calon anak mu" Teriak Akia menggoda dengan tawa nya yang menggelegar.
Sean cemberut karena ia harus pulang lebih awal sebab Akia yang meminta dengan cara mengancam.
Apa aku ini sekarang tergolong dalam suami takut istri? Padahal di luaran sana aku lah yang paling di takuti. Batin Sean berpikir.
Barang sudah di bereskan, Akia dan Sean keluar dari kamar hotel untuk berkumpul dengan keluarga lainnya ikut pulang ke Jakarta.
Akia dan Sean ikut bergabung di lobi dengan semua para keluarga, dan lagi Akia menebar senyuman manis nya pada semua orang membuat Sean kesal dan malah pergi dari Akia bergabung dengan Zack dan Qausar.
"Kau ikut pulang hari ini Will?" Tanya Zack.
"Seperti yang kau lihat, aku pulang hari ini" Balas Sean kesal.
"Seperti nya kau tak suka pulang hari ini Will?" Tanya Qausar.
__ADS_1
"Muka mu terlihat masam" Tambah Zack.
Seab tak membalas nya hanya mendelik dengan tatapan kesal.
"Apa jangan-jangan kau...?" Tutur Zack.
"Jangan-jangan apa?" Balas Sean penasaran.
"Tak di beri jatah malam kedua oleh istri mu" Tutur Zack tertawa di ikuti dengan tawa Qausar.
"Jangan tertawa atau kau akan mati!" Balas Sean marah.
Seketika Zack dan Qausar menghentikan tawa nya lalu berbincang berdua dengan obralan yang tak menyambung karean takut akan ancaman Sean.
Dari arah lain nampak Akia memperhatikan Sean yang cemberut dan sedikit menampilkan wajah kesal.
Kenapa lagi sih tuh batu bata wajah nya cemberut terus? Apa dia marah karena aku mengajak nya pulanv hari ini?. Batin Akia bertanya-tanya.
"Akia, mommy pikir kalian akan menetap dulu di sini berbulan madu" Tutur Nyonya Aiza mendekat pada mantu nya.
"Ah iya mommy Akia harus pulang, banyak pasien Akia yang menunggu" Balas Akai tersenyum.
"Aunty tahu kan jika Akia dokter idola? Maka dari itu pasti Akia memprioritas kan pasien" Tambah Lidya tersenyum.
"Kau ini bisa aja" Balas Akia menyenggol Lidya.
Lidya tertawa mendapat senggolan dari Akia. "Ih apa ini senggol-senggol" Tutur Lidya tertawa.
"Bagus jika kau memprioritas kan pasien, karena memang itu tanggung jawab seorang dokter" Tutur Nyonya Aiza mengelus rambut Akia.
Ibu dan ayah Akia sudah pulang lebih dulu karena masih banyak pekerjaan mereka di kampung yang belum terselesaikan.
Lihat itu dia malah asik dengan mommy dan Lidya, sedang kan aku yang kesal pada nya hanya di cuekin. Batin Sean tambah kesal.
Mobil utusan Tuan Chan pun datang, satu persatu memasuki mobil hingga mobil terakhir tiba giliran Sean dan Akia.
Akia memasuki mobil di ikuti dengan Sean, mobil pun berjalan menuju bandara Ngurahrai Bali, dalam perjalanan tak ada yang memulai berbicara, Akia ingin sekali mengoceh namun saat melihat wajah Sean yang kesal membuat Akia takut dan mengurungkan ocehan nya.
__ADS_1
--
Ayo dong gaes vote dan like nya kencengin please🙇