Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner

Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner
H-1 Weeding


__ADS_3

Semenjak kejadian penculikan Akia membuat Sean ingin mempercepat hari pernikahannya, Sean taku jika janin nya dan Akia terluka.


Sehari sebelum pernikahan Akia banyak melakukan oprasi, tepat pukul 12.00 Akia baru keluar dari ruang oprasi. Akia di sambut oleh Qausar dan juga Lidya.


"Apa semua lancar dokter Akia?" Tanya Qausar.


"Ya semua lancar" Balas Akia tersenyum.


"Ayo makan siang" Ajak Lidya.


Akia pun mengiyakan ajakan Qausar dan Lidya, mereka bertiga tiba di kantin rumah sakit, saat hendak memesan makanan asisten Sean yang tak ialah Satya datang menghampiri Akia dan kawan nya.


"Satya kau kemari" Tutur Lidya.


"Ya nona Lidya, saya di perintahkan tuan muda untuk membawa nona muda Akia" Balas Satya dingin.


"Untuk apa? Bukan kah semua persiapan pernikahan sudah lengkap?" Tanya Akia.


"Saya hanya di perintahkan begitu saja oleh tuan muda" Balas Satya.


"Pergilah Akia lagi pula semua pekerjaan mu sudah selesai" Tutur Qausar.


Satya kembali ke mobil dengan Akia di depan nya, Satya melajukan mobilnya menuju perusahaan Sean yang amat besar.


Di dalam mobil Akia tak banyak bicara pada Satya karena Akia tahu bahwa Satya ialah orang yang amat pelit berkata.


Menempuh waktu kurang lebih 45 menit akhirnya Akia tiba di perusahaan milik calon suaminya, Akia tak banyak berpikir seberapa banyak kekayaan calon suaminya.


Akia memasuki loby kantor dengan Satya, Akia nampak menundukan kepala nya dengan malu karena Akia menjadi pusat perhatian karyawan.


Saat di depan lift Akia melihat tulisan tertera di atas lift yang bertuliskan lift khusus presdir dan juga lift khusus karyawan, pintu lift karyawan terbuka dengan sigap Akia meninggalkan Satya yang tengah memandang arah pintu lift khusus presdir.


Saat pintu lift presdir terbuka Satya menoleh kebelangkannya untuk mengajak Akia masuk namun naas Akia sudah tak ada, Satya melihat banyak karyawan keluar dari lift karyawan dengan cepat Satya memgang salah satu karyawan itu.


"Maaf apa anda melihat seorang wanita berbaju warna putih dan rok berwarna hitam?" Tanya Satya.


"Oh ya tuan saya melihat nya, beliau baru saja masuk lift" Balas salah satu karyawan.


Satya bernafas lega karena nona muda nya itu menaiki lift karyawan, Satya bergegas menaiki lift nya.


--


Di dalam lift Akia ragu akan menekan tombol berapa karena Akia tak tahu dimana letak ruangan Sean, Akia menanyakan pada salah satu karyawan yang ada di lift dan si karyawan memberitahukan nya.


Tingg...


Pintu lift terbuka Akia keluar dari lift nampak Satya menunggu di depan lift.

__ADS_1


"Mari nona" Tutur Satya.


Akia mengikuti langkah Satya hingga sampai pada sebuah pintu kaca berwarna hitam. Akia di bukakan pintu oleh Satya dan kemudian Akia memasuki nya, nampak Sean tengah duduk di kursi kebesarannya dengan laptop dan map yang menumpuk perlu untuk di tanda tangani.


"Sean" Tutur Akia pelan.


Sean menoleh. "Akia, kau sudah sampai". Tutur Sean mendekat pada Akia.


Sean memeluk pundak Akia lalu mengajak Akia duduk di sofa yang ada di ruangannya.


"Ada apa Sean?" Tanya Akia.


"Aku ingin makan siang dengan mu" Balas Sean tersenyum.


Pintu ruangan Sean di ketuk dengan cepat Sean memberi intruksi untuk masuk, nampak Satya membawa makanan yang banyak untuk makan siang Akia dan Sean, selepas selesai Satya pamit keluar.


"Makanan sebanyak ini?" Tanya Akia.


"Ya, ini makanan bergizi yang cocok untuk Sean junior" Balas Sean membuka makanan nya.


Mau tak mau Akia harus makan makanan yang Sean beli karena jika tidak pasti Sean akan marah, makan siang selesai Akia merasa perut nya sangat kenyang.


"Sean aku akan pamit ke rumah sakit lagi" Tutur Akia.


"Tidak perlu, tunggu lah di sini sebentar usai pekerjaan ku beres kita akan menjemput orang tua mu" Balas Sean.


--


Nyonya Aiza tengah sibuk melihat dekorasi pernikahan putra satu-satu nya, Nyonya Aiza bertanggung jawab penuh dalam persiapan pernikahan putra nya.


Tuan Chan merasa pusing dengan istrinya yang tak mau diam pasal nya banyak pegawai tapi Nyonya Aiza memilih untuk turun tangan langsung.


"Sayang bisakah kau duduk dan sedikit bersantai" Tutur Tuan Chan.


"Tak bisa sayang, ini semua demi putra kita dan calon istri nya" Balas Nyonya Aiza berteriak.


Tuan Chan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku istrinya yang sangat bersemangat.


Pernikahan Sean dan Akia akan di adakan di pulau dewa Bali, ini semua atas permintaan Nyonya Aiza yang ingin pernikahan putra di gelar dengan sangat baik.


--


Zack sudan kembali dari Korea dan Zack akan langsung terbang menuju Bali untuk memenuhi undangan sang saudara yang akan menikah.


Aku tak percaya akhirnya kau akan menikah saudara ku. Batin Zack seang.


Zack pun membawa segenap keluarga yang terikat dengan Sean untuk menghadiri pesta pernikahan Sean.

__ADS_1


--


Lidya sudah beres dengan pekerjaan nya, Lidya berencana untuk terbang ke Bali hari ini juga. Saat keluar Lidya berpapasan dengan Qausar dan Firally.


"Dokter Lidya mau kemana ini masih sore biasa nya pulang malam" Tanya Firally.


"Ah hari ini aku akan terbang ke Bali, besok Will menikah. Apa kau tidak di undang?" Balas Lidya.


"Aku lupa memberitahukan Firally bahwa besok Will dan Akia menikah, Firally baru tiba dari Turki jadi Firally tak tahu" Tutur Qausar.


"Oh begitu" Balas Lidya singkat.


"Sayang sekali besok aku tak bisa datang, besok ada seminar di Sumba" Tutur Firally.


"Tak apa besok aku akan sampaikan salam mu pada Will dan Akia" Balas Qausar.


"Baiklah jika begitu aku pergi dulu" Tutur Lidya.


"Apa dokter Lidya tak keberatan jika kita bersama berangkat ke sana" Tutur Qausar.


"Tentu saja tidak, ayo bersama" Balas Lidya.


Qausar berpamitan untuk pergi bersama dengan Qausar meninggalkan Firally yang sibuk dengan pekerjaan nya yang menumpak akibat Firally tinggal dulu ke Turki.


Di dalam mobil Lidya dan Qausar tak banyak bicara karena pasalnya baru kali ini Qausar dan Lidya satu mobil bersama.


Apa ini sesuatu anugrah untuk aku lebih dekat lagi dengan Lidya? Oh tuhan mengapa hati ku harus jatuh pada wanita ini. Batin Qausar.


Qausar kenapa sih? Kok liat-liat mulu. Batin Lidya aneh.


"Baiklah kita berangkat sekarang" Tutur Qausar.


"Ayo!!" Seru Lidya.


--


Note: Will adalah panggilan orang terdekat Sean yang amat sangat tahu dengan kehidupan Sean.


--


**Maaf yah readers sayang author jarang up:( author banyak ke sibukan, author harap kalian masih setia dengan Sean dan Akia.


Bantu author yu untuk like, vote dan juga tambahkan karya author ke daftar favoritnya kalian. Satu klik like dan banyak vote dari kalian membuat author sangat amat bahagia.


Buat yang mau lebih dekat lagi sama author boleh ikuti akun media sosial author, jangan malu malu buat chat kita shering bareng yah.


fb: Rsmnttan dan Tann Rsmnt

__ADS_1


Ig: @rsmnttan**_


__ADS_2