Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner

Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner
Move On


__ADS_3

Pagi hari tiba Akia sudah berpakaian rapih seraya mengajak bermain Gabriel selang menunggu Sean yang tengah berpakaian.


Sean pun tiba menghampiri Akia dan Gabriel, Sean nampak menggendong Gabriel sambil tersenyum dan juga kasihan usia nya akan bertambah namun pendengaran nya tak berfungsi.


Akia tahu jika Sean juga sedih akan hal buruk yang menimpa Gabriel namun Sean tegar dan tak mau terlihat payah di hadapan Akia.


"Ayo keluar" Tutur Akia mengelus tangan Sean.


Sean menoleh lalu tersenyum memberikan arti ayo, Sean dan Akia beserta Gabriel turun ke meja makan untuk sarapan.


Di meja mekan sudah ada Nyonya Aiza dan Tuan Chan, Nyonya Aiza beranjak kemudian mengambil Gabriel dari gendongan Sean.


"Mommy sarapan saja dulu, berikan Gabriel pada suster" Tutur Sean duduk di meja makan yang di ikuti Akia.


"Sudah Will, Kia makan saja. Mommy memang seperti itu jika ada bayi" Balas Tuan Chan.


Sarapan pagi pun di mulai tanpa ada nya Nyonya Aiza yang sibuk mengajak bermain Gabriel, usai selesai Akia dan Sean berpamitan kepada Tuan Chan, Nyonya Aiza beserta Gabriel untuk di tinggal bekerja.


Tuan Chan mengantar Sean dan Akia sampai teras, Satya sudah siap dengan mobil milik Sean. Satya membukan pintu untuk Sean dan Akia, usai itu Satya melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat Akia bekerja.


"Apa yakin mencabut izin cuti?" Tutur Sean menatap Akia.


"Iya, pasien ku banyak yang menunggu" Balas Akia.


"Jika Gabriel ingin menyusui bagaimana?" Tutur Sean khawatir.


"Aku sudah menyimpan asi, tenang saja" Balas Akia santai.


"Bagaimana bisa?" Tutur Sean kebingungan.


Satya hanya menjadi penyimak antara suami istri yang sering bergosip bersama, pasal nya usai kenal Akia dan menikahi nya Sean yang dulu nya pendiam, dingin dan tak banyak bicar kini menjadi lebih sering bergosip dan juga sering menebar senyuman nya.


Sean nampak masih kebingungan karena Akia tak memberi jawabannya, Sean menepuk jok Satya dengan tangan.


"Menyimpan asi di rumah bagaimana? Apa kau tahu?" Tutur Sean.


Saat Satya akan menjawab, Akia menyela lebih dulu dengan menarik Sean.


"Jangan bertanya pada Satya, dia kan jomblo dan belum menikah" Tutur Akia tertawa.


"Oh iya aku lupa sayang" Balas Sean ikut tertawa.


Ya tuhan ujian apa lagi ini? Kenapa saya yang di bully terus tuan, nona?. Batin Satya sedih.


Sepanjang perjalanan Satya harus bersabar dengan tuan dan nona nya yang mengejek Satya karena jomblo, setengah jam perjalanan akhirnya Akia tiba di rumah sakit.

__ADS_1


Akia turun dari mobil, sebelumnya Akia berpamitan pada Sean dan pada jam siang nanti Sean akan berkunjung ke rumah sakit.


Mobil Sean melaju keluar dari area rumah sakit meninggalkan Akia, Akia berjalan memasuki rumah sakit. Akia berpapasan dengan dokter Qausar yang menghandle pekerjaan selama Akia cuti.


"Dokter Akia, bukan kah masih cuti?" Tutur Qausar.


"Aku sudah rindu pada alat bedah ku" Balas Akia tersenyum.


Akia berjalan menuju ruangan nya di ikuti oleh Qausar.


"Syukurlah, aku bisa bersantai sejenak" Tutur Qausar senang.


"Boleh saja, dokter Lidya sudah masuk?" Balas Akia bertanya.


"Dokter Lidya baru di jadwal kan akan masuk lusa" Tutur Qausar.


"Di bangsal anak-anak ada dokter siapa?" Tanya Akia memasuki ruangan nya, begitu pun Qausar yang mengikuti nya.


"Dokter Liji sedang di tugas kan sukarelawan, sukarelawan di kampung yang kurang sehat" Balas Qausar.


"Bangsal anak tidak ada yang bertugas?" Tanya Akia.


"Seperti nya Firally akan di alih kan ke sana, dengan keterangan dokter Liji dan Lidya juga" Balas Qausar.


Qausar menyodorkan secarik kertas yang berisikan daftar nama pasien Akia.


"Yang aku ceklis berarti sudah di periksa, dan sisa nya itu belum" Tutur Qausar.


"Baiklah, aku pergi memeriksa nya dulu" Balas Akia keluar dari ruangan, begitu pun Qausar keluar dari ruangan nya dan melajukan langkah nya untuk sejenak bersantai.


Saat hendak menaiki lift ke bangsal VVIP Akia berpapasan dengan Firally yang dulu selalu baik pada Akia sebelum mengenal Sean.


"Dokter Akia, selamat pagi dan selamat atas kelahiran putra nya" Tutur Firally.


"Pagi dok, terimakasih. Lama tak bertemu" Balas Akia masih ramah seperti dulu awal kenal.


Dari pertama koas hingga kini kau sudah menjadi dokter idola sikaf mu selalu sama pada ku Akia. Batin Firally.


"Ah iya aku banyak seminar di berbagai negara, sebagai dokter muda sangat lah melelahkan" Balas Firally tertawa.


"Dokter ini bisa saja, ya sudah aku duluan ya dok mau memeriksa pasien ku" Tutur Akia tersenyum.


"Baiklah semangat" Balas Firally menyemangati.


Akia menaiki lift meninggalkan Firally sendiri, Firally nampak masih memandang lift yang Akia naiki.

__ADS_1


Andai saja Akia tahu, jika aku bepergian hanya untuk menghindar dari senyuman manis Akia. Senyuman nya membuat ku terus jatuh cinta, ah sial stop Ly jangan bayangkan Akia, ayo move on!!!. Batin Firally kuat.


Firally melajukan langkah nya menuju ruangan nya untuk sekedar melamun dan bersantai sejenak.


--


Liji masih menjadi petugas relawan di kampung Alifia, Alifia yang kini sudah menjadi teman Liji banyak membantu Liji mengenai seluk beluk kampung nya.


Usai memeriksa pasien nya Liji melihat Alifia yang tengah duduk dengan pikiran yang tak tahu kemana, Liji mengambil dua botol minuman dari kardus, kemudian Liji menghampiri Alifia.


"Minum dulu" Tutur Liji menyodorkan minuman pada Alifia lalu duduk di sebelah nya.


Alifia menoleh kemudian mengambil dan meminum nya.


"Bagi mahluk hidup seperti kita, minum air putih itu wajib ya agar kita tak kehilangan cairan jika tak minum kau akan dehidrasi" Tutur Liji.


"Dokter serba tahu, baik terimakasih nasihat nya" Balas Alifia tersenyum.


"Itu lah guna nya aku menjadi dokter, jangan sungkan" Tutur Liji.


Alifia kembali ke kesibukan nya seperti tadi melamun dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Ada apa? Dari tadi keliatan nya banyak masalah" Tutur Liji.


Alifia enggan untuk bercerita masalah nya namun Liji terus memaksa.


"Zack tak pernah mengirim ku pesan atau menelpon lagi, aku seperti nya kesepian" Tutur Alifia bersedih.


"Mungkin Zack sedang sibuk, tapi aku di beritahu Lidya bahwa dia dan Zack besok akan pulang" Balas Liji.


"Benarkah? Tapi Zack tak akan pulang ke Indonesia" Tutur Alifia sedih.


"Iya juga, Zack menetap di London menghandle perusahaan tuan Sean di sana" Balas Liji.


Alifia nampak sedih dan murung membuat Liji tak enak hati.


Aku harus membantu Alifia, kasian sekali dia. Lebih baik dengan Zack dari pada nanti sikap jahat nya kembali lagi dan akan merebut tuan Sean dari Akia. Itu tidak boleh terjadi. Batin Liji bertekat.


--


Maaf author telat up, lagi banyak kesibukan yang lain. Author harap kesayangan nya author semua gak pada kabur gara-gara author telat up.


Di masa pendemi ini kalian harus sering cuci tangan, jangan lupa juga pakai masker, patuhi protokol kesehatan agar kita semua bebas dari covid-19.


Gomawo

__ADS_1


__ADS_2