
Tiba dimana hari ini adalah hari paling bahagia bagi keluarga Sean dan juga Akia. Akia yang tengah gugup di dalam kamar rias di temani oleh ibu nya dan juga Lidya.
"Ibu aku sangat gugup" Tutur Akia.
"Nak, ini hari bahagia mu dan calon anak mu. Walaupun awal nya berdosa tapi jika Sean bertanggung jawab itu adalah hal yang baik" Balas Ibu Akia memeluk.
Akia menangis karena awal pertemuan nya dengan Sean amat sangat kurang baik, namun Akia mencoba menjalani dan pada akhirnya Sean bertanggung jawab atas kesalahannya.
"Jangan nangis dong Kia, hari ini kau harus tersenyum dengan senyuman manis mu" Tutur Lidya menyemangati.
Akia tersenyum kemudian memeluk Lidya yang sebentar lagi akan menjadi keluarga nya.
Akia keluar dari ruangan make up, pernikahan akan segera di langsungkan, Akia berjalan perlahan dengan tangan di gandeng oleh sang ayah. Sean yang menanti Akia sedang berjalan merasa sangat terpukai dengan nya. Wajah yang tanpa polesan saja cantik apalagi dengan polesan cantik nya bertambah.
Akad pun selesai, Akia dan Sean resmi menjadi sepasang suami istri. Wartawan banyak mengabadikan momen yang baik ini, karena Sean merupakan sang billioner maka tak heran jika wartawan terus mengejar nya.
"Apa wartwan ini selalu ada?" Tanya Akia yang sedikit risih.
"Kau harus terbiasa karena kini kau telah menjadi Nyonya muda Harson" Balas Sean tersenyum.
Akia mencubit pinggang Sean karena membuat nya tersipu malu dengan sebutannya Nyonya muda Harson, banyak kerabat dan rekan kerja Sean menghadiri acara pesta pernikahan yang megah ini.
Zack pun sudah tiba kemarin malam sehingga Zack tak tertinggal dengan acara sakral yang tadi berlangsung.
"Hai brother" Sapa Lidya menepuk pundak Zack.
Zack menoleh. "Ada anak nakal yang tak pernah pulang" Balas Zack bercanda.
"Hei aku bekerja mencari uang untuk nanti biaya pernikahan ku" Tutur Lidya tertawa.
"Apa kau sudah menemui mommy?" Tanya Zack.
"Sudah, aku sangat rindu padanya" Balas Lidya.
"Makanya sering-sering lah pulang" Tutur Zack menyindir.
Asik bertengkar bersama, Qausar datang mendekat pada Lidya dan Zack.
"Apa kabar Zack?" Tanya Qausar ramah.
"Sepertinya yang dokter lihat, aku sangat baik" Balas Zack.
"Panggil lah aku Qausar, aku sedang tak bertugas" Tutur Qausar.
"Baiklah, ah iya ngomong-ngomong kalian selalu bersama apa kah kalian..???" Tutur Zack.
Lidya tahu apa yang sedang di pikirkan oleh saudara usil nya itu, sedangkan Qausar hanya tertawa kecil.
"Heiii ya!!! Kita hanya rekan kerja!!!" Balas Lidya mencubit lengan Zack.
__ADS_1
"Aw.. sakit, ya aku percaya saja" Tutur Zack tertawa.
--
Lepas dari hari bahagia Sean dan Will, di sebrang sana Cathrine dengan tawa licik membanting remot tv. Cathrine sedang menonton siaran pernikahan Sean dan Akia.
Cathrine merasa muak dengan acara yang di tayangkan, Cathrine memanggil asisten nya untuk membuat rencana agar hidup Akia tak pernah tenang.
"Mari kita mulai Will, sampai mana kau bisa menjaga wanita sialan itu!!" Tutur Cathrine dengan seringai licik.
--
Dari semenjak penculikan Akia, Cathrine menyembunyikan dirinya jauh dari jangkauan anak buah Sean karena jika bertemu saja Cathrine pasti akan mendapat batu nya dan ajal kematian nya akan semakin dekat.
Namun sayang Cathrine bukanlah wanita lemah dan juga bukan wanita yang bodoh, Cathrine akan menjalankan segala cara untuk menghancurkan Akia karena telah merebut Sean dari nya.
---
Hari tengah berganti dengan malam sedangkan pesta belum usai, sudah pakaian ketiga yang Sean dan Akia kenakan.
"Sean apa acaranya belum selesai" Tutur Akia yang sudah capek.
"Sebentar lagi selesai, kau duduklah tak baik ibu hamil banyak berdiri" Balas Sean tersenyum.
Akia mengikitu saran Sean agar duduk saja sedangkan Sean menyapa kolega bisnis nya.
Akhirnya acara nya selesai, Sean menggendong Akia menuju kamar yang telah di persiapkan nya.
"Aku tahu kau sangat lelah" Balas Sean memandang wajah Akia yang cemberut.
"Sudah mandi sana, pakai air hangat" Perintah Sean.
"Ya baik Sean" Balas Akia menuju kamar mandi.
Saat hendak membuka pintu kamar mandi Sean mendekat memegang tangan Akia.
Apa yang akan di lakukan oleh si batu bata ini. Batin Akia takut.
"Apa!!" Tutur Akia berani.
"Jadi begini yah, kau membentak suami mu" Balas Sean.
"Astaga aku lupa batu bata ini sudah jadi suami ku" Tutur Akia pura-pura lupa.
"Aku tahu kau hanya pura-pura" Balas Sean tahu.
"Ah iya iya, apa lagi sekarang? Tadi menyuruh mandi" Tutur Akia kesal.
"Jangan panggil aku Sean atau pun batu bata, panggil aku dengan kata sayang" Balas Sean tersenyum.
__ADS_1
Apa!!! Sa-sayang, sulit sekali aku mengatakan nya dalam hati apalagi tidak dalam hati. Batin Akia.
Sean melihat Akia terbegong, Sean melambaikan tangannya di hadapan wajah Akia.
"Apa kau tak mendengar Nyonya muda?" Tanya Sean.
Akia tersentak dari lamunan nya, "Ah iya iya aku mendengar nya" Balas Akia.
"Coba katakan?" Perintah Sean.
"Sa-sayang" Tutur Akia malu.
"Apa kau malu Nyonya muda? Pipi mu merona merah" Balas Sean tersenyum.
Nampak akan keaadan hal itu, Akia membuka pintu kamar mandi lau Akia masuk dan mengunci nya.
"Jangan terburu-buru sayang" Goda Sean tertawa kecil.
Wanita itu sungguh membuat ku bahagia. Batin Sean tertawa.
Sedangkan di dalam kamar mandi, Akia masih bersender di pintu kamar mandi.
"Ah kenapa hati ku terkontrol? Mengapa aku harus tersipu di hadapan si batu bata itu?" Tutur Akia.
--
Satu jam berlalu akhirnya Akia keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono dan rambut yang di gulumg dengan handuk membuat Sean yang tengah sibuk dengan laptop nya memandang Akia seraya menelan saliva nya.
Pemandangan malam hari yang sangat menggiurkan. Batin Sean.
Akia nampak melihat mata suami nya yang aneh.
"Tutup mata!! Pasti mau mesum" Tutur Akia.
Sean tersadar lalu mendekat Akia yang duduk di sofa dengan hair dryer nya, Sean mengambil hair dryer dari tangan Akia lalu mengeringkan rambut Akia.
"Biar aku saja" Tutur Akia.
"Aku suami mu dan aku harus terbiasa dengan ini" Balas Sean.
"Bukan begitu, badan mu bau! Cepat mandi!!" Tutur Akia merampas hair dryer nya.
Sean mencium badan nya dan benar saja bau keringat menerpa, dengan cepat Sean memasuki kamar mandi.
"Pria itu, tingkah nya semakin membuat aku tertawa. Di luar saja so cool, tapi dalam nya sungguh lucu" Tutur Akia tertawa melihat tingkah Sean.
Akia melanjutkan hair dryer rambut nya sendiri karena Sean yang tadi nya mau membatu harus mandi karena bau badannya menyengat.
---
__ADS_1
Vote dan like nya yuuu kencengin guysss