Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner

Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner
Lahir nya Sean junior


__ADS_3

Beberapa hari Sean juga belum pulang kembali sedang kan Akia sudah mengalami kontraksi, ayah dan ibu Akia belum sampai ke Jakarta. Nyonya Aiza dan Tuan Chan sudah siaga mendampingi Akia.


Akia memasuki ruangan persalinan bersama dengan Lidya dan juga Liji yang akan membantu persalinan Akia, Nyonya Aiza pun ikut ke dalam ruangan.


Di dalam ruangan persalinan Akia menangis karena tak tahan, keringat bercucuran di tubuh Akia. Nyonya Aiza menangis melihat menantu nya kesakitan namun Nyonya Aiza terus mendukung Akia.


Dari koridor seorang dua pria berlari dengan sangat cepat menghampiri Tuan Chan, Zack dan juga Qausar.


"Kau sudah sampai nak?" Tutur Tuan Chan bersyukur.


"Dimana Akia?" Tutur Sean.


"Akia di dalam, tenang lah aunty ada di dalam" Balas Zack.


"Berdoa lah Will" Tambah Qausar.


Sean berjalan kesana-kemari seperti setrikaan membuat yang berada di hadapan Sean pusing.


"Diamalah Will" Tutur Tuan Chan.


Sean nampak khawatir dan tak beberapa lama terdengar suara tangisan bayi yang menyejukan hati Sean.


Pintu terbuka keluar Nyonya Aiza dan juga Lidya yang menggendong bayi mungil berkelamin laki-laki, Sean dan semua nya mendekat pada Nyonya Aiza dan Lidya.


Lidya memberikan bayi itu kepada Sean, Sean menangis bahagia karena sekarang ia sudah menjadi seorang ayah.


Sean mengecup kening si bayi dengan tangisan nya, tangis yang tak pernah Sean keluar kan lagi sejak dulu.


"Akia bagaimana?" Tanya Sean mulai khawatir dengan istri nya.


"Akia baik-baik saja Will, Liji akan memindah kan Akia ke ruang inap" Balas Lidya tersenyum.


"Beri nama anak laki-laki mu nak" Tutur Tuan Chan bahagia.


Nyonya Aiza tersenyum bahagia pula lalu mendekat pada arah Sean.


"Beri nama" Tutur Nyonya Aiza.


"Aku berinama dia Gabriel Will Harson" Balas Sean tersenyum.


"Maaf Will, bayi nya harus di pindah kan dulu" Tutur Lidya.


Sean memberikan putra kecil kepada Lidya, usai Lidya pergi keluarlah Liji dengan staf dan juga ranjang Akia. Akia akan di pindah kan ke ruang VIP.


Sean nampak ikut dengan para staf rumah sakit, begitu pun Liji yang berjalan di belakang nya. Nampak Liji berjalan sendiri dengan cekatan Satya mengikuti nya.


Sampai di ruangan VIP, infus pun sudah terpasang. Para staf pamit untuk keluar dan masuklah Liji dan juga Saty di belakang nya.


Liji melirik ke belang, Liji tak tahu jika Satya ada di belakang nya.


Tuan ini membuat aku gugup saja. Batin Liji.

__ADS_1


Manis seperti istri tuan bos. Batin Satya.


"Maaf tuan Sean menggangu" Tutur Liji tersenyum.


Sean beranjak menghadap pada Liji.


"Iya ada apa dokter?" Balas Sean panik.


"Tidak usah panik, tidak ada yang perlu di khawatir kan dengan keadaan dokter Akia" Tutur Liji tertawa kecil.


"Lalu apa?" Tanya Sean.


"Dokter Akia hanya pingsan, jika dokter Akia sudah bangun minumlah obat. Tebus di apotik" Tutur Liji memberi resep obat.


"Baiklah, terimakasih" Balas Sean lega.


"Sama-sama" Tutur Liji tersenyum.


Liji keluar dari ruangan Akia nampak Satya terus memandang Liji keluar tanpa berkedip. Sean yang melihat Satya di mabuk cinta menggelengkan kepalanya lalu memanggil Satya.


"Satya!!" Tutur Sean.


Satya lalu menghampiri nya dengan tubuh tegap nya.


"Beli kan obat di apotik rumah sakit, ini resep nya" Tutur Sean memberikan resep obat.


"Baik tuan" Balas Satya mengambil resep nya lalau pergi.


--


Kabar terlahir nya Sean junior menyebar luas sampai ke luar negri, karena pasal nya turunan sang billioner telah terlahir ke dunia.


Kabar itu pun sangat cepat di tangkap oleh dua wanita yang membenci Akia yaitu Zoe dan Cathrine.


Cathrine nampak tersenyum licik dari balik persembunyian nya.


"Sebentar lagi kebahagian keluar Harson akan hancur!" Tutur Cathrine tersenyum licik.


Kehancuran keluarga Harson pun menjadi hal bahagia pula bagi Zoe, Zoe menanti akan kelahiran keturunan Harson.


Nampak Zoe tengah duduk di meja kerja nya dengan senyuman yang sangat licik.


Usai menyimpan bayi Akia, Lidya dan Nyonya Aiza keluar untuk membiarkan si bayi untuk tertidur.


Beberapa menit saat Lidya dan Nyonya Aiza keluar nampak Zoe mendekat pada pintu ruangan khusus bayi, tak ada yang menjaga nya membuat Zoe leluasa.


Zoe masuk ke dalam ruangan nampak seorang bayi yang di balut kain tebal sedang tertidur dengan pulas, Zoe tersenyum lalu menggendong bayi nya, Zoe menimang sebentar sesaat kemudian Zoe memasukan bayi nya ke dalam tas yang ia temukan di ruangan bayi dengan membuka risleting nya agar si bayi bisa bernafas.


Sudah selesai Zoe langsung membawa keluar si bayi dengan sangat cepat meninggalkan rumah sakit menuju tempat persembunyian Cathrine.


--

__ADS_1


Di ruangan nya Akia, Akia nampak sudah tersadar membuat Sean bisa bernafas dengan lega.


"Kau bangun sayang?" Tutur Sean senang.


"Tentu saja, aku wanita kuat" Balas Akia tersenyum lemah.


"Aku tahu itu" Tutur Sean mengecup punggung tangan Akia.


"Dari mana saja kau, aku kira aku akan menjadi janda anak satu" Tanya Akia kesal.


"Maaf kan aku, banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan sayang" Balas Sean menyesal.


"Ya sudah tak apa, mana anak ku? Aku ingin memberi nya asi" Tutur Akia.


" Ah iya anak kita ada di ruangan bayi, aku akan memanggil Lidya untuk membawa nya kemari" Balas Sean.


Sean memanggil panggilan nurse call dan tak lama datang lah suster Lidya bersama dengan Lidya.


"Kau sudah bangun dokter Akia?" Tutur Lidya tersenyum.


"Tentu saja" Balas Akia.


"Ah ya kau memanggil kami, ada apa?" Tanya Lidya.


"Apa Akia bisa bertemu dengan bayi nya?" Tanya Sean.


"Tentu saja" Balas Lidya.


Lidya meminta suster nya untuk membawa putra Akia dan Sean kemari sedang kan Lidya menunggu nya di ruangan Akia.


Lama untuk membawa si bayi akhirnya suster Lidya datang tanpa bayi nya dengan wajah pucat pasi.


"Ada apa? Mana bayi nya?" Tanya Lidya panik.


"Maaf tuan, dokter Akia, dokter Lidya bayi nya tak ada di ruang bayi" Balas suster panik.


Sean beranjak dengan wajah marah nya begitu pun dengan Akia yang terkejut bayi nya hilang.


"Apa!!? Kenapa bisa tak ada? Apa kau tak mejaga nya?" Tutur Sean marah.


"Maaf tuan saya tidak tahu" Balas si suster takut.


Sean berteriak marah dengan rahang nya yang sudah mulai mengeras.


"Satya!!!" Teriak Sean.


Satya yang menjaga di luar ruangan setelah menebus obat langsung masuk dengan cepat nya.


--


Jangan lupa sayang like dan vote nya.

__ADS_1


Gomawo.


__ADS_2