
Alifia memasuki loby berlalu menuju meja resepsionis, Zack berdiri tak jauh dari Alifia.
"Apa ada yang bisa saya bantu?" Tutur Elsa, resepsionis.
"Apa di rumah sakit ini ada pasien yang bernama Sean?" Tanya Alifia.
Mbak ini siapa nya tuan Sean? Ada keperluan apa pula. Batin Elsa.
"Tuan Sean bukan pasien, beliau pemilik rumah sakit ini" Balas Elsa.
Sekaya apa pria tampan itu, sungguh aku terpesonan. Balin Alifia kagum.
"Apa Sean ada di sini?" Tanya Alifia.
"Ya tuan ada di sini, beliau sedang menjaga istri nya yang baru melahirkan" Balas Elsa.
"Ada di ruangan berapa ya?" Tanya Alifia.
"Bangsal VVIP, lantai 3 nomer 26" Balas Elsa.
"Baik, terimakasih" Tutur Alifia berlalu.
Usai Alifia pergi, Zack datang menghampiri Elsa di meja resepsionis.
"Mbak, perempuan tadi siapa ya?" Tanya Zack.
"Saya tidak tahu tuan, beliau hanya menanyakan tuan Sean" Balas Elsa.
"Baiklah" Tutur Zack.
Ada masalah apa ini? Dia siapa nya Will?. Batin Zack penasaran.
Zack berlari mengejar Alifia yang baru saja naik lift, dari arah luar nampak Satya tiba dengan pakaian Akia dari Nyonya Aiza.
"Tuan seperti nya anda sedang buru-buru" Tutur Satya bertanya.
"Apa Will mempunyai teman wanita selain Cathrine?" Balas Zack.
"Setahu saya tuan Sean tak mempunyai teman wanita" Tutur Satya.
"Tadi ada wanita yang mencari Will" Balas Zack.
Wanita? Apa wanita itu yang di temui tuan saat pesawat di hentikan? Nekat sekali dia!. Batin Satya.
Pintu lift terbuka Satya dan Zack bersamaan masuk ke dalam lift, Satya menekan tombol angka 3 tempat di mana ruangan Akia di rawat.
--
Akia tengah asik bermaian dengan putra nya yang masih sangat kecil dan berwarna merah di bungkus dengan kain tebal dan hangat.
Sean duduk di sofa dengan berbagai berkas yang harus Sean tanda tangani, Sean tak mau meninggalkan Akia dan putra nya maka dari itu Sean memberi tahu kan Satya untuk membawa berkas nya semua kemari.
"Kapan kita pulang? Aku ingin merawat anak kita di rumah" Tanya Akia fokus pada bayi nya.
__ADS_1
Sean menoleh lalu menyimpan berkas yang ada di tangan nya.
"Sayang kau kan tahu jika anak kita harus mendapat perawatan yang baik agar telinga nya dapat berfungsi kembali" Balas Sean mendekat pada Akia.
Akia nampak sedih dengan keadaan putranya, putra nya kini hanya bisa mendengar kan dengan bantuan alat dengar. Usia putra Akia dan Sean masih terlalu kecil jadi untuk saat ini putra Akia dan Sean belum bisa menggunakan alat pendengar.
Sean memeluk pundak Akia lalu mengelus dan mencium kening nya.
"Dia akan tumbuh dengan baik menjadi pria yang tangguh dan hebat" Tutur Sean menyemangati agar Akia tak bersedih.
"Aku tahu itu, dia mirip sekali dengan daddy nya" Balas Akia tersenyum.
Suara ketuka di pintu membuat Akia dan Sean menoleh, Sean beranjak membuka pintu nampak dokter Liji dengab staf nya.
"Selamat siang tuan Sean, dokter Akia" Sapa Liji.
Sean mendekat pada Akia kembali.
"Siang, ada apa?" Tanya Akia.
"Aku hanya memberitahukan jika bayi kalian sudah bisa di bawa pulang, keadaan nya tadi pagi sudah sangat membaik" Tutur Liji tersenyum.
Akia menoleh Sean dengan tatapan sangat bahagia, putra nya kini sudah bisa di bawa pulang.
"Apa istri ku juga sudah bisa pulang?" Tanya Sean.
"Untuk masalah dokter Akia, dokter Lidya yang akan menjelaskannhya" Balas Liji.
"Sebelum pulang, saya akan memeriksa nya dulu" Tutur Liji.
"Baiklah" Balas Akia.
Staf dokter Liji membawa bayi Akia untuk di periksa, usai itu Liji dan staf membawa bayi Akia ke ruangan pemeriksaan bayi.
Saat keluar Liji dan staf melihat wanita yang sangat asing di rumah sakit ini menuju ruangan Akia.
"Bawa bayi duluan ke ruang pemeriksaan dan jaga bayi nya" Tutur Liji.
"Baik dok" Balas staf.
Liji menunggu wanita itu sampai di depan ruangan Akia, dari belakang wanita itu nampak Zack dan Satya datang bersama.
"Permisi apa ini ruangan istri Sean?" Tutur Alifia sinis.
Siapa wanita ini? Kenapa dia terlihat tak takut pada tuan Sean?. Batin Liji.
"Anda siapa?" Balas Liji.
Tangan Alifia di pegang Satya, Alifia menoleh lalu dengan tarikan Satya membawa Alifia menjauh dari ruangan Akia.
Liji dan Zack bertanya sendiri apa hubungan Sean, Satya dan wanita itu.
"Siapa dia tuan Zack?" Tutur Liji penasaran.
__ADS_1
"Saya tak tahu" Balas Zack.
Zack berlalu menuju ruangan Lidya di lantai 2, Liji berjalan menuju ruangan pemeriksaan bayi. Di sepanjang lorong Liji berpikir siapa wanita itu, kenapa Satya begitu akrab dengannya.
Liji yang sudah menyukai Satya saat pandangan pertama tempo hari itu membuat dirinya cemburu saat Satya menggandeng wanita itu.
--
Satya membawa Alifia ke arah yang jauh dari ruangan Akia, Satya melepaskan gandengan tangannya.
"Ada apa anda kemari?" Tutur Satya dingin.
"Apa kau lupa? Kau mempunyai janji untuk mempertemukan ku dengan Sean" Balas Alifia.
Satya menoleh dengan tatapan yang sangat tajam.
"Jangan membuat ulah! Saya tidak berjanji pada anda! Dan perlu anda tahu jika tuan Sean sudah menikah, saat ini istri nya baru melahirkan. Jangan membuat suasana bahagia ini menjadi kacau karena ulah anda!" Tutur Satya menekan semua perkataanya.
Satya melenggang pergi meninggalkan Alifia dengan wajah kesal dan marah.
Awas aja ya! Aku akan bertemu dengan Sean bagaimana pun caranya. Batin Alifia menghentakan kaki nya karena kesal dan marah.
Satya mengetuk pintu ruangan Akia, nampak Sean yang sedang menyuapi Akia dengan makanan khas rumah sakit.
"Maaf tuan, nona mengganggu" Tutur Satya.
"Ada apa?" Balas Sean masih fokus menyuapi Akia.
"Saya di perintahkan Nyonya Aiza untuk mengantar baju milik nona" Tutur Satya.
Makanan Akia habis, Sean menerima papper bag yang Satya bawa untuk Akia.
"Apa mommy akan kemari?" Tanya Akia.
"Nyonya Aiza sekarang sedang menunggu orang tua nona yang akan datang kemari" Balas Satya.
"Apa kita perlu mengadakan pesta menyambut kedatangan orang tua mu?" Tanya Sean.
"Tak perlu seperti itu" Balas Akia.
"Baik tuan saya permisi dulu" Tutur Satya.
"Bawalah semua berkas itu, semua sudah ku kerjakan" Balas Sean menunjuk berkas yang menumpak di meja.
"Baik tuan" Tutur Satya.
Satya berlalu menuju arah meja membawa semua berkas yang sudah Sean tanda tangani, Satya akan kembali ke perusahaan untuk mengerjakan dokumen perihal proyek Milan yang akan Sean kerjakan untuk di hadiah kan pada putra nya yang nanti akan menjadi pewaris penerus keluarga Harson.
--
Like dan vote nya yuu jangan lupa, supaya author rajin up, semangat dll.
Gomawo.
__ADS_1