
*London, Inggris.
Malam hari di kota London, Zack sudah kembali pada tanah kelahiran nya itu. Kini Zack sedang berada di sebuah cafe yang terkenal mewah di kota London.
Zack sedang menunggu Cathren yang masih ada pekerjaan pemotretan di London.
Lama menunggu akhir nya Cathren datang dan langsung menghampiri Zack yang sedang minum coklat panas sendirian.
"Sorry Zack aku datang telat" Tutur Cathren.
"Sejak kapan kau tepat pada waktu" Sindir Zack.
"Im soryy Zack" Tutur Cathren.
"Oke no problem, Cathren" Balas Zack.
Cathren ikut duduk dan memesan pesanan yang seperti Zack pada pelayan.
"Ada apa kau ingin bertemu dengan ku?" Tanya Zack to the point.
"Aku hanya ingin menanyakan kabar mommy Will" Balas Cathren.
"You crazy Cathren, kau bisa menelpon ku. Kau membuang waktu ku saja untuk menunggu mu di sini" Balas Zack marah.
"Im sorry Zack, aku ingin menelpon mu namun sayang ponsel ku mati saat aku kembali ke sini dan aku lupa charger ponsel nya" Tutur Cathren tanpa berdosa.
"Lihat saja sendiri kesana" Tutur Zack cuek.
"Aku bisa saja datang kesana, tetapi kan kau tau aunty mu itu tidak menyukai jika aku menampakan wajah ku di depan nya apa lagi jika aku berdekatan dengna Will pasti aunty mu itu akan marah besar" Balas Cathren sedih.
"Lupakan Will, Cath. Will tidak akan pernah menaruh hati pada mu dan kamu ingat Cath, Will akan menikah dengan gadis pilihan aunty" Tutur Zack.
Shit!.
"Apa-apaan wanita tua itu akan menikah kan Will, justru aku lah wanita yang pantas untuk Will. Will pasti akan menolak permintaan wanita tua itu" Balas Cathren spontan.
Zack mendengar perkataan Cathren yang menjelekan nama aunty nya dengan sebutan wanita tua, memang Nyonya Aiza secara umur sudah tidak muda namun untuk jiwa nya Nyonya Aiza cukup kuat, tetapi karena takut apa-apa jadinya tuan Chan membawa istri nya ke rumah sakit.
"Cukup ocehan mu menyebut aunty ku wanita tua!" Tutur Zack marah menggebrak meja nya.
Sontak Cathren kaget.
"You crazy, Zack!" Tutur Cathren marah.
"Please stop Cath, kau sudah menghina aunty ku dengan sebutan wanita tua!" Balas Zack marah melempar gelas kaca kebawah lantai.
__ADS_1
"Memang aunty mu sudah tua, mengapa kau harus marah Zack?" Balas Cathren santai.
"Berhentilah mengejar kakak sepupuku atau kau akan tahu apa akibat nya jika kau masih mengejar Will!" Tutur Zack marah.
"Aku tidak akan takut dengan ancaman mu Zack! Aku Cathren Zah jika aku menginginkan Will aku akan berusah walaupun itu dengan cara yang jahat!" Balas Cathren lembut tepat di telinga Zack dan berlalu.
"Argh... Stupid grils!" Teriak Zack marah.
Zack keluar dari cafe sebelum nya Zack membayar kerugian yang cafe yang telah Zack perbuat.
-----
*Jakarta, Indonesia
Satya dan Qausar berjalan beriringan dengan Akia yang mengekor di belakang nya.
Perlahan Qausar membuka pintu ruangan Nyonga Aiza.
Qausar masuk ke dalam ruanga Nyonga Aiza di susul dengan Satya dan Akia.
"Ini dia nyonya, gadis yang nyonya inginkan" Tutur Satya.
Sean tidak melirik gadis yang akan menjadi calon istri nya itu.
"Will lihat lah dia" Teriak Nyonya Aiza.
"Kau!" Tutur Akia kesal.
"Kau!" Balas Sean kaget.
"Mommy, you kidding?" Tanya Sean tak percaya.
"No.. Mommy dan daddy serius jika dokter Akia akan menjadi istri mu" Balas Nyonya Aiza.
"Apa?! Istri tuan Sean? Maaf kan saya nyonya saya tidak bisa" Tutur Akia keluar dari ruangan Nyonya Aiza.
"Sungguh gadis pemberani, daddy memberimu tantangan Will. Jika kau berhasil mendapatkan hati Akia dan berhasil menikahi nya, kau akan mendapat kan hadiah yaitu semua hak waris dan semua perusahaan yang daddy kelola akan menjadi milikmu tetapi jika kamu gagal mendapatkan hati Akia dan tidak bisa menikahi nya, daddy akan tarik semua aset mu beserta perusahaan yang kau kelola akan jatuh pada tangam Satya, bagaimana apa kau berani" Tutur tuan Chan.
"Chan itu taruhan kau tak boleh seperti itu" Timpal Nyonya Aiza marah.
"No honey.. aku memberi tantangan pada Will dengan syarat Will bisa merebut hati nya bukan hanya menikahi nya tanpa cinta" Balas tuan Chan.
"Baiklah dad, aku tidak mau jika semua aset dan perusahaan ku jatuh pada tangan Satya, dan aku pastikan gadis lugu itu akan ku buat jatuh cinta padaku" Balas Sean setuju.
"Baik jika begitu, mommy, dokter Qausar dan Satya menjadi saksi nya" Tutur tuan Chan.
__ADS_1
----
Akia keluar dari ruangan Nyonya Aiza, ketika hendak keluar dari dalam lift Akia berpapasan dengan dokter muda yang tampan dan sedikit konyol, siapa lagi jika bukan Firaly adik dari dokter Qausar.
"Hai akia, dari mana?" Tanya Firaly ramah.
"Dari ruangan Nyonya Aiza, dokter bukan nya cuti?" Tanya Akia.
"Aku pulang ke Turki hanya sebentar Akia, hanya untuk memeriksa dokumen kampus yang belum terselesaikan" Balas Firaly.
"Oh begitu" Tutur Akia singkat.
"Kau belum pulang Akia?" Tanya Firaly.
"Aku harusnya sudah pulang sejak sore tadi namun sayang aku harus mebereskan dekripsi pembedahan karena minggu depan aku ada praktek pembedahan dok" Balas Akia.
"Jika begitu semangat Akia, aku pamit bertemu dengan kakak dulu di ruangan Nyonya Aiza" Tutur Firaly masuk ke dalam lift.
Akia berjalan menuju ruangan koas nya, semua calon dokter sudah pulang karena dekripsi nya sudah besar sedangkan Akia akan bermalam di ruangan koas karena dekripsi nya sama sekali belum selesai.
----
Ting...
Pintu lift terbuka, Firaly melangkah kan kaki nya menuju ruangan Nyonya Aiza, di buka nya pintu secara perlahan nampak lah Qausar yang sedang mengganti infus Nyonya Aiza.
"Firaly.." Ucap tuan Chan memandang Firaly yang akan membantu kakak nya.
"Iya tuan Chan" Balas Firaly menunduk.
"Apa di bawah kau bertemu dengan Akia?" Tanya tuan Chan.
"Iya tuan, Akia sedang di ruangan anak koas menyelesaikan dekripsi pembedahan nya yang tertunda, Akia berkata jika beliau akan bermalam di ruangan anak koas" Balas Firaly.
"Baiklah kembali bekerja" Tutur tuan Chan.
"Itu kesempatan pertama bagi mu, Will. Temui Akia di bawah rebut hati nya" Tutur tuan Chan.
"Dadd bagi ku wanita hanya membuat ku kewalahan" Balas Sean merengek.
"Pergilah atau semua akan menjadi milik Satya" Tutur tuan Chan memandang Satya.
"Oke. Im go meet Akia now" Balas Sean mengalah.
"Good, and Satya, you don't follow Sean" Tutur tuan Chan memandang Satya.
__ADS_1
"Of course tuan" Balas Satya sigap.
Dengan berat hati Sean keluar dari ruangan mommy dan melajukan langkah nya menuju ruangan anak koas dimana Akia akan sedang bermalam menyelesaikan dekripsi pembedahan nya.