Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner

Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner
Hati Terenyuh


__ADS_3

Sore hari menjelang, Sean baru saja tiba di kediaman nya bersama Satya. Satya membuka kan pintu mobil untuk Sean.


"Silahkan tuan" Tutur Satya.


Sean keluar dan berlalu untuk masuk, saat akan masuk Sean teringat sesuatu pada Satya.


"Jangan lupa taruhan nya, ulang tahun mommy semakin dekat" Tutur Sean menepuk bahu Satya seraya mengedikan mata nya sebelah.


Sean masuk ke dalam meninggalkan Satya yang masih kebingungan, Satya rela jika kalah gaji nya akan di sumbangkan tapi Satya malu jika nanti Satya akan di bully oleh Sean habis-habisan.


Sean memasuki rumah dan menampaki Akia yang datang menghampiri nya, Akia memeluk Sean begitu pun Sean.


"Apa hari ini sangat melelah kan sayang?" Tutur Sean tersenyum mendapati Akia yang tersandar di dada bidang nya.


"Tidak, aku hanya rindu" Balas Akia manja.


Sean tertawa kecil kemudian mengecup pucuk kepala Akia, Akia melirik Sean kemudian tersenyum dengan manis nya.


"Mandi lah lalu makan bersama" Tutur Akia.


"Gabriel dimana?" Balas Sean menanyakan putra nya.


"Gabriel sedang bersama mommy dan daddy juga dua anak jalanan yang datang untuk aku obati" Tutur Akia mengikuti langkah Sean menuju kamar utama.


Sean teringat sesuatu saat Akia berkata anak jalanan, pikiran Sean teringat pada gadis kecil lampu merah. Tiba di kamar Sean duduk di sofa dengan Akia yang masuk ke dalam ruangan ganti untuk membawa baju kasual Sean.


"Sayang" Teriak Sean.


"Ya sebentar" Balas Akia.


Akia keluar dari ruang ganti dengan baju Sean di tangannya, Akia menyimpan baju nya di atas kasur lalu menghampiri Sean yang tengah duduk di sofa.


"Ada apa?" Tanya Akia tersenyum.


"Tadi waktu aku berangkat ke kantor, aku melihat seorang gadis kecil berjualan di lampu merah" Balas Sean bercerita.


"Ya, lalu?" Tutur Akia mendengar kan.

__ADS_1


"Seperti kata mu kita harus membantu orang susah, maka dari itu aku ingin sekali menyekolah kan nya lalu kita bawa ke panti asuhan agar tak bekerja. Karena seharusnya gadis kecil itu belajar bukan bekerja" Balas Sean meminta mendapat Akia.


"Aku suka dengan ide papa Sean, mari cari gadis itu" Tutur Akia mengelus pipi Sean.


"Terimakasih kasih sayang" Balas Sean memeluk Akia.


"Mandi sana, kau sangat bau!!" Tutur Akia yang berpura-pura agar Sean cepat mandi padahal tubuh Sean sangat wangi kolonge.


Usai membujuk Sean agar mandi, Akia turun ke bawah untuk menyiap kan makan bersana. Saat turun sudah ada Nyonya Aiza dan Taun Chan beserta Elora dan adik nya sedang bermain dengan Gabriel yang Nyonya Aiza gendong.


"Kia apa suami mu sudah pulang?" Tanya Tuan Chan saat Akia tiba di meja makan.


"Sudah dadd, Sean sedang mandi dan setelah itu turun untuk makan bersama" Balas Akia tersenyum.


Nyonya Aiza memanggil baby sister Gabriel dan meminta nya untuk di ajak beramain.


"Oh iya Ki, Elora dan adik nya akan bermalam di sini?" Tanya Nyonya Aiza tersenyum pada Elora.


Saat hendak menjawab pertanyaan Nyonya Aiza, perkataan Akia terjeda oleh Elora yang menjawab lebih dulu.


"Tidak oma, Elora dan adik akan pulang. Elora takut jika Elora dan adik di sini saat ibu ayah menjemput kami tidak ada" Balas Elora tersenyum.


Akia tersenyum lalu berpamitan untuk membantu pelayan untuk menyiapkan makanan, semua makanan sudah terhidang dan Sean pun sudah turun ke meja makan.


Saat tiba di meja makan Sean di kejutkan dengan gadis yang Sean temui di lampu merah, Sean berbisik pada Akia usai itu Sean duduk di bangku samping Akia.


Makan bersama pun di mulai tanpa ada nya yang bersuara kecuali suara sendok dan garpu yang di adu.


Sampai selesai makan bersama Sean pamit untuk duluan ke ruanga kerja nya, sedang kan Akia meminta agar Elora dan adik nya mengikuti Akia.


"Elora, dokter minta Elora ikut dokter ya? Bawa juga adik nya" Tutur Akia tersenyum manis.


"Baik dokter" Balas Elora.


"Ada apa Ki?" Tanya Nyonya Aiza penasaran.


"Sudah jangan banyak penasaran, usai ini juga kita akan tahu" Balas Tuan Chan.

__ADS_1


"Nanti Akia beritahu mommy, daddy. Akia pamit duluan" Balas Akia.


"Ya baiklah" Tutur Nyonya Aiza.


Akia membawa Elora dan adik nya ke lantai dua tepat di ruangan kerja Sean, Akia mengentuk pintu kemudian memasuki nya setalah Sean memberi intruksi.


Sean mendekat pada Elora, adik Elora nampak ketakutan dan bersembunyi di belakang tubuh Elora.


"Tidak usah takut om nya baik kok" Hibur Akia yang tahu jika Elora dan adik nya ketakutan.


"Om baik kok, om pengen denger dong kenapa kalian hidup di jalanan dan berjualan di lampu merah" Tutur Sean dengan nada manja.


Elora menceritakan peristiwa bagaiaman Elora dan adik nya bisa hidup di jalanan, usai cerita Elora habis nampak Sean yang menahan emosi karena anak sepintar Elora dan adik nya di buang oleh ayah dan ibu nya.


"Mau gak kalau kalian om sekolahin terus di kasih tempat tinggal yang nyaman?" Tutur Sean membujuk.


"Tidak mau om, Elora dan adik akan terus menungu ibu dan ayah" Balas Elora polos.


"Elora yakin tidak mau sekolah, kan nanti kalau Elora sekolah. Elora banyak teman" Tutur Akia membujuk nya juga.


"Engga mau dokter cantik" Balas Elora polos.


Akia dan Sean saling pandang karena Elora dan adik nya tak mau sekolah dan lebih memilih menunggu ayah dan ibu nya datang menjemput, entah sampai kapan Elora dan adik nya akan menunggu namun dengan kepolosan Elora dan adik nya membuat Sean beserta Akia sangat kasian pada Elora dan adik nya.


Sean meminta agar Elora dan adik nya namun sayang Elora dengan bersikeras untuk pulang, mau tak mau Akia dan Sean menuruti nya.


Elora dan adik nya Sean bekali uang dan makanan yang banyak, Elora dan adik nya di antarkan supir. Walaupun Elora dan adik nya menolak untuk sekolah tetapi Sean meminta anak buah nya untuk mengawasi mereka tanpa sepengetahun Elora dan adik.


Elora adalah gadis yang Sean lihat di lampu merah, Sean tak tahu jika Elora mempunyai adik dan adik nya sedang sakit.


--


Mohon perhatian!!


Buat readers yang selalu komentar buruk ke karya author, stop please. Gunakan media sosial kamu untuk berkata lebih baik dan sopan!!


Untuk bab yang salah author juga udah minta maaf kan, author bukan manusia yang sempurna, author juga pasti melakukan kesalahan. Author kan sudah menjelaskan soal bab salah jadi stop please menjudge orang.

__ADS_1


Salam author~


Gomawo.


__ADS_2