Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner

Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner
Morning Kiss


__ADS_3

Cahaya matahari menyeludup masuk ketika gorden kamar di buka, Akia membuka mata nya perlahan dan menampaki Sean tengah membuka gorden.


Beres membuka gorden Sean mendekat pada Akia kemudian dengan cekatan Sean memberi kecupan hangat di bibir Akia membuat Akia tersentak dan terkejut.


"Morning kiss" Tutur Sean.


Akai tak menjawab hanya mematung saja, Sean mendekat kan wajah nya pada perut Akia yang masih datar. Sean mencium perut Akai sambil berbincang dengan si janin.


"Morning anak papah, baik-baik jangan buat mamah kesusahan yah" Tutur Sean mengelus.


Akia tersenyum dengan perlakuan Sean di pagi hari, Akia sempat berpikir jika nanti menikah dengan Sean, Sean akan dingin kepada nya juga pada kehamilan nya namun prediksi Akia salah malahan Sean sangat menyayangi Akia dan janinnya.


Sean menatap Akia yang tersenyum pada nya.


"Kenapa?" Tanya Sean mencolek hidung Akia.


"Hah apa nya yang kenapa?" Tanya balik Akia yang tersipu.


"Pipi mu merona sangat merah" Balas Sean terus menggoda Akia.


Akia beranjak dari ranjang kemudian berlari memasuki kamar mandi.


"Hei pelan jangan berlari nanti jatuh" Teriak Sean dengan tawa kecil.


Di dalam kamar mandi Akia menggerutu dengan aksi Sean yang selalu saja menggoda nya.


"Apa sih pagi-pagi udah bikin malu aja, tapi kok aku suka yah di goda si batu bata" Tutur Akia.


--


Lepas dari kehangatan pengantin baru, Zack yang tengah menyeruput kopi sambil melihat keindahan Bali di balkon kamar nya.


Dari kejauhan nampak wanita yang terus Zack pandang, Zack memandang nya dengan senyuman yang sangat manis, sampai lah saat pada Lidya datang mengejutkan Zack yang tengah memandang keindahan.


"Hei lagi ngapain, lirik cewek yah?" Goda Lidya menyenggol Zack.


"Kenapa bisa masuk? Kan aku kunci" Tutur Lidya.


"Bisalah, cepat jawab pasti lagi ngelirik cewek kan?" Goda Lidya.


"Apaan sih, aku tuh sulit yah buat jatuh cinta" Tutur Zack memasuki kamar nya.


Lidya menyusul Zack, kemudian Lidya duduk di sofa yang ada di kamar hotel Zack.

__ADS_1


"Dari bawah tuh aku sama aunty liatin kamu tahu, pandangan mu tuh lurus pada wanita yang ada di belakang kami" Balas Lidya.


Mampus kenapa aku tak melihat jika Lidya dan aunty ada di depan wanita yang aku pandangi sih. Batin Zack khawatir.


"Mana ada" Tutur Zack mengelak.


"Jika kau mau lebih dekat dengan wanita tadi boleh saja sih, kebetulan dia teman Akia waktu koas" Balas Lidya memberi jalan.


What? Benarkah? Aku ingin, tapi aku harus jaga image. Batin Zack mencoba acuh.


"Masa bodo" Tutur Zack acuh.


"Terserah lah, kalo mau temui aku atau Akia" Balas Lidya.


Lidya keluar dari kamar Zack karena tak berhasil untuk dapat menjodohkan saudaranya itu yang sama seperti Zack anti pada wanita.


Lidya berjalan menyusuri koridor hotel dan tak sengaja berpapasan dengan Qausar.


"Lid dari mana?" Tanya Qausar.


"Dari kamar Zack, kau mau kemana?" Balas Lidya bertanya.


"Sarapan, ayo ikut" Ajak Qausar.


---


Akia sudah beres mandi, kini Akia tengah sedikit merias wajah nya. Dari ruang ganti pakaian keluar lah Sean dengan pakaian kasual nya, pantulan nya di cermin membuat Akia tambah terposan dengan suaminya, wajah yang tampan, tubuh yang kekar, dan pesona yang membuat wanita pada jatuh hati.


Sean mematung membenarkan kerah baju nya, Akia mendekat pada Sean kemudian membantu Sean merapihkan kerah baju nya.


"Ini tuh gini rapihin nya, gini aja gak bisa" Tutur Akia menggerutu.


Sean mencubit hidung Akia pelan.


"Aw sakit sayang" Ringis Akia refleks memanggil sayang tanpa terbata.


"Nah gitu dong panggil suami mu ini sayang jangan batu bata aku bukan musuh mu" Balas Sean memeluk pinggul Akia dan mendekat sehingga tak ada jarak di antara wajah mereka.


"Aku mencintai mu" Tutur Sean.


Adegan saling mencium pun terjadi di pagi hari, ciuman yang sedikit panas dan sedikit memaksa untuk meminta lebih.


Akia yang kehabisan nafas refleks mencubit Sean, karena kesakitan Sean pun melepas kan nya.

__ADS_1


"Aku kehabisan nafas" Tutur Akia.


"Maaf kan aku sayang" Balas Sean memeluk Akia kemudian mencium pucuk kepala nya.


Usai berdandan Akia dan Sean keluar kamar untuk ikut sarapan bersama, Sean menggandeng tangan Akia dengan mesranya, begitu pun Akia menebar senyuman manis nya pada semua orang.


Para keluarga menanti datang nya suami istri itu dan tak lama Sean dan Akia tiba, Sean menarik kursi untuk Akia duduki kemudian Sean duduk di sebelah Akia.


"Wah penganten baru seger banget" Goda Nyonya Aiza.


"Iya nih memancar sinar nya" Tambah Lidya.


"Nah kamu kapan Lidya, Zack? Masa Lidya yang kakak sepupu nya di langkahi Will" Goda Tuan Chan.


"Jangan banyak bicara Lidya! Nanti pasti aku kena batu nya" Canda Zack.


Akia tersenyum mendapat kan keluarga barunya yang sangat sayang pada Akia dan pada keluarga Akia juga, Sean melirik Akia tersenyum. Dalam pikiran Sean, Akia tersenyum pada pria pelayan yang datang membawakan menu sarapan pagi ini.


"Jangan tersenyum pada pria lain! Atau kau akan menanggung akibat nya sayang" Bisik Sean pada telinga Akia.


Akia merasa aneh pada Sean, Akia hanya tersenyum pada keluarga nya namun Sean mengira nya tersenyum pada orang lain.


Akia menoleh pada Sean, Sean pun kembali menoleh pada Akia sehingga tatapan mereka bertemu.


"Akia, Will ayo makan" Tutur Tuan Chan.


Tatapan suami istri itu buyar dengan ajakan makan, sebagai istri yang baik Akia mengambil makanan Sean. Tatapan Sean tak lepas pada Akia karena Sean takut Akia memberi senyuman manis nya pada pria lain selain dirinya.


Pria batu bata ini terus saja menatap ku, membuat aku takut saja dengan tatapan mematikan itu. Batin Akia menggerutu.


Aku pasti tahu kau sedang memaki suami mu ini dengan panggilan batu bata, lihat saja jika kau tersenyum pada orang lain aku akan memberi pelajaran di atas ranjang!!!. Batin Sean.


Akia yang takut dengan tatapan Sean refleks menginjak kaki Sean, membuat Sean meringis.


"Jangan menatap ku begitu sayang, aku tak tersenyum pada pria lain!" Bisik Akia pada Sean yang masih meringis.


Akia fokus kan lagi pada perbincangangan keluarga, tanpa menoleh lagi pada Sean yang masih kesakita.


Jika kau orang lain yang melakukan ini pada ku mungkin aku akan marah sayang. Batin Sean kesakitan.


Sean pun kembali ikut berbincang karena sakit sudah hilang, namun tatapan Sean tak mau lepas dari Akia.


--

__ADS_1


Jangan lupa yuu vote dan like nya guys...


__ADS_2