
Sudah dua hari berlalu Sean berangkat ke Milan dan untuk ke tiga hari ini Sean belum juga pulang, perut Akia yang sudah memasuki bulan ke 9 harus di jaga dengan ketat.
Akia nampak sedang merebah kan tubuh nya di sandaran sofa, dari luar ruangan Akia terdengar suara pintu di ketuk, Akia memberi intruksi untuk masuk.
Pintu terbuka menampakan Nyonya Aiza, Akia bangun dari duduk nya kemudian memberi salam kepada ibu mertuanya.
"Mommy kesini kok gak bilang, kalo bilang mungkin Akia sambut mommy" Tutur Akia mempersilahkan duduk.
"Kan surprise, bagaimana kandungan mu? Sehat nak?" Balas Nyonya Aiza tersenyum.
"Sehat mommy, hanya saja hati ku saja yang tidak sehat" Tutur Akia nampak murung.
"Apa kau mempunyai penyakit yang bermasalah dengan hati nak?" Balas Nyonya Aiza panik.
"Tidak, tidak mommy bukan begitu, aku hanya rindu Sean. Masa persalinan ku hampir tiba namun Sean belum kembali" Tutur Akia sedih.
Nyonya Aiza tersenyum lalu memeluk Akia dengan tulus hati nya.
"Suami pasti akan kembali nak, mungkin saja di sana masih banyak pekerjaan. Kamu tak perlu khawatir ada momny, daddy dan keluarga mu juga" Balas Nyonya Aiza mengelus kepala Akia.
"Terimakasih mommy, dan bagaimana dengan bulan madu kalian di Bali" Tutur Akia tersenyum.
"Daddy sangat lemah, mungkin karena faktos usia" Balas Nyonya Aiza berbisik pada telinga Akia.
Akia tertawa dengan candaan mertuanya itu begitu pun Nyonya Aiza yang sama tertawa nya, hingga saat pria yang di bicarakan tiba yaitu Tuan Chan, Akia dan Nyonya Aiza terdiam.
Tuan Chan masuk ke dalam ruangan bersam dengan Zack.
"Apa yang membuat istri dan menantu ku tertawa ini?" Tanya Tuan Chan penasaran.
"Ini masalah wanita, pria tak perlu tahu" Balas Nyonya Aiza tertawa pelan bersama Akia.
"Sudahlah, sudah memasuki waktu makan siang. Ayo makan!" Ajak Tuan Chan.
Makan siang kali ini Akia tidak bersama dengan rekan kerja nya melainkan bersama dengan mertuanya, Zack dan juga Lidya.
Tiba di resto kesukaan keluarga Harson, Tuan Chan memesan layanan VIP. Akia kali ini di perbolehkan makan apa saja oleh Nyonya Aiza tapi tidak terlalu banyak pula.
Akia makan tanpa ada beban nanti sakit nya persalinan, Usai beres keluarga Harson dan Akia bercerita dahulu.
"Lidya, kau tidak pulang? Ayah mu sakit" Tutur Tuan Chan.
"Aku gak peduli uncle" Balas Lidya acuh.
"Nanti jadi anak durhaka baru tahu!" Tambah Zack mengoceh.
"Kami akan ke Korea setelah kelahiran anak pertama Sean dan Akia" Tutur Nyonya Aiza tersenyum pada Akia.
__ADS_1
Saat sedang bercerita ponsel Akia berdering menandakan ada yang menelpon. Dilihat nya layar ponsel tertera nama suamiku yang tampan Akia langsung saja mengangkat nya.
*Hallo sayang. Tutur Sean dengan nada rindu ny.
*Kau!! Kemana saja? Jangan bermain gila, aku belum siap jadi janda muda. Balas Akia menangis.
*Jangan berisik pasti di sekitar mu banyak orang. Tutur Sean tertawa.
Akia menoleh ke arah keluarga Harson, lalu Akia tersenyum malu.
*Kapan kau pulang?. Tanya Akia pelan.
*Tadi sangat keras sekarang sangat pelan sekali suaranyam. Balas Sean.
*Aku sedang makan bersama dengan mommy dan daddy, ada Zack dan Lidya juga. Tutur Akia.
*Makan bersama tanpa ku ya?. Balas Sean.
*Cepat lah kembali, kita makan bersama dengan anak kita. Tutur Akia rindu.
*Tunggu aku sayang, aku akan pulang cepat. Sampaikan salam ku pada mommy dan daddy, aku tutup ya masih banyak pekerjaan. Balas Sean mencium telpon nya.
*Iya. Tutur Akia singkat.
Akia kembali ke bangku dekat dengan Nyonya Aiza.
"Ya dadd, suami ku juga menitip salam untuk mommy dan daddy" Balas Akia tersenyum.
Dirasa sudah puas Akia dan keluarga Harson kembali ke ruamh sakit untuk melanjutkan pekerjaan nya sebagai dokter.
--
Nyonya Aiza dan Tuan Chan tidak langsung pulang melainkan mampir ke sebuah mall besar di Jakarta. Usai memarkirkan mobil, Nyonya Aiza dan Tuan Chan masuk kedalam mall.
"Mommy mau beli apa sih? Kan barang di rumah juga masih baru" Tutur Tuan Chan.
"Mommy mau beli pakaian bayi dan alat-alat nya, apa daddy lupa jika Will atau pun Akia gila kerja hingga lupa membeli perlengkapan bayi" Balas Nyonya Aiza.
"Ah iya daddy juga hampir lupa, ini kan untuk cucuk pertama kita. Ayo beli semua" Tutur Tuan Chan semangat.
Kedua orang tua Sean membeli semua keperluan bayi, usai satu mobil bak penuh barang belanjaanya akhirnya Nyonya Aiza dan Tuan Chan pulang ke rumah Sean.
Sampai di rumah Sean Nyonya Aiza di bantu oleh para pelayan menyiapkan kamar bayi untuk cucuk nya yang bernuansa pink dan biru.
"Apa sudah beres?" Tanya Tuan Chan.
"Tentu saja, sama seperti kamar Will saat masih bayi" Balas Nyonya Aiza tersenyum.
__ADS_1
"Momny masih saja ingat" Tutur Tuan Chan.
"Tentu saja" Balas Nyonya Aiza.
"Ayo bikin adik baru untuk Will" Tutur Tuan Chan tertawa.
Nyonya Aiza melotot lalu memukul lengan suami nya karena malu di lihat oleh para pelayan.
--
Sean yang baru tiba di Milan merasa kesal karena seharusnya ia hari ini pulang bukan baru sampai. Sean nampak gelisah memikirkan keadaan Akia yang tengah mempersiapkan diri untuk masa persalinan.
Satya yang berdiri di sebelah Sean nampak memikirkan hal lain, yaitu memikirkan taruhan nya dengan Sean. Sudah ada wanita yang memikat hati Satya yaitu Liji dokter yang satu rumah sakit dengan Akia.
Sean melirik pad Satya, nampak Satya yang tersenyum sendiri memnuat Sean penasaran.
"Kenapa kau tersenyum sendiri?" Tanya Sean penasaran.
Tak ada jawaban dari Satya, Sean beranjak berdiri di hadapan Satya. Nampak Satya yang tersenyum tanpa melihat bahwa Sean ada di hadapan nya.
Sean menepuk bahu Satya dan sadarlah Satya dari lamunan nya.
"Ah tuan ada apa?" Tanya Satya terkejut melihat Sean ada di hadapan nya.
"Aku tanya kau diam saja, apa kau tuli?" Balas Sean kesal lalu duduk kembali di sofa hotel.
"Saya tidak tuli tuan, saya hanya sedang melamun maaf tuan" Tutur Satya.
"Apa kau melamun kan gadis rekan kerja istri ku?" Tanya Sean mendelik.
Darimana kau tahu tuan?. Batin Satya terkejut.
"Jawab!!" Tambah Sean.
"Tidak tuan, saya hanya sedang memikirkan bisnis Milan ini" Balas Satya berbohong.
"Memikirkan hal itu kau sampai senyum-senyum sendiri, gila" Tutur Sean keluar dari kamar hotel.
Apa aku tersenyum? Tidak mungkin, pasti tuan berbohong. Batin Satya.
Satya menyusul Sean yang sudah lebih dulu keluar dari kamar hotel.
--
Maaf ya author jarang up, author lagi di sibukin kerja:(
Author harap kalian masih setia sama karya author.
__ADS_1
Gomawo