Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner

Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner
Romansa Cinta Sean dan Akia


__ADS_3

Usai sarapan pagi Akia di temani Sean bermain di pinggiran pantai, Akia bermain pasir layak nya gadis kecil. Sean yang melihat nya merasa senang, kemudian Sean mendekat pada Akia.


"Apa ini menyenangkan?" Tanya Sean.


"Tentu saja, waktu kecil ibu dan ayah selalu mengajak ku ke pantai untuk bermain pasir seperti ini" Balas Akia memandang Sean.


"Akia?" Sapa Sean.


Akia menoleh kemudian memandang lekat mata Sean yang berwarna coklat pekat itu.


"Iya" Balas Akia pelan.


"Maaf kan aku dulu, dulu pertemuan kita sangat buruk. Bahkan menikah pun karena kesalahan yang fatal" Tutur Sean.


"Ya memang untuk itu aku menjadi benci dan juga marah dengan mu, tapi dengan keberanian mu menikahi ku membuat aku sedikit menyukai mu" Balas Akia mengelus pipi Sean.


"Jangan membenci ku lagi, aku akan mencintai mu, menjaga mu dan calon anak kita" Pinta Sean.


Akia mengangguk sambil tersenyum, Sean memeluk Akia dengan penuh kasih sayang yang amat besar.


Dari kejauhan nampak seorang pria berpakaian hitam sedang melihat aktifitas Sean dan Akia dengan cara memotret nya.


"Kali ini pasti nona Cathrine senang karena saya mendapat banyak gambar Tuan Sean dan istrinya" Tutur si pria.


Si pria itu pun mengirim gambar pada ponsel ke nomor Cathrine, di rasa cukup pria itu melemggang pergi dengan berendap-endap.


--


Sean mengajak Akia kembali ke dalam hotel karena hari semakin panas tak baik untuk kesehatan kulit Akia.


"Mari hari sudah panas, nanti kulit mu gosong" Canda Sean pada Akia.


"Ini masih seru batu bata" Balas Akia.


Akia berlari menjauh dari Sean, melihat istrinya malah berlari dengan sigap Sean menangkap dengan gelak tawa senang.


"Dapat, ayo kembali ke hotel ini panas" Tutur Sean memeluk Akia.


"Tak mau, wle" Balas Akia menjukurkan lidah nya.


Takuat dengan sikap Akia dengan cekatan Sean menggendong Akia, Akia menjerit bahagia karena mendapat gendongan mendadak.


"Kau sedikit nemaksa batu bata" Tutur Akia dalam gendongan Sean.


"Itu sudah menjadi hal lumrah bagi ku nona muda Harson" Balas Sean tersenyum pada Akia.

__ADS_1


Tepat lobi hotel Akia meminta Sean menurunkan nya karena malu, mau tak mau karena Akia memaksa Sean menurunnya.


Sean dan Akia saling bergandengan mesra, di lorong kamar hotel Sean dan Akia berpapasan dengan Lidya dan Qausar.


"Hai pengantin baru" Sapa Qausar.


Pipi Akia tersipu saat Qausar menyapa nya dengan seperti itu, lain hal dengan Sean yang tak suka jika istrinya di sapa.


"Jangan menyapa istri ku!" Balas Sean sedikit cemburu.


"Apa sih Will, Qausar menyapa dengan pengantin baru ya berarti itu kau dan Akia, bukan menyapa Akia saja!!" Balas Lidya membela.


Qausar tersenyum Lidya membela diri nya dari Sean yang over protektif itu pada istrinya.


"Lihat lah sayang, kakak ku memebelanya. Apa dia dirumah suka berdekatan?" Tanya Sean pada Akia.


"Ah iya sayang, mereka memang selalu berdekatan" Balas Akia bercanda dengan tawa kecil nya.


Akia kau sungguh terbuka, apa kau menyetujui kami bersama. Batin Qausar senang.


"Hei.. heii kalian suami istri yang suka bergosip. Itu semua tidak benar" Balas Lidya menggandeng tangan Qausar pergi.


Astaga, astaga apa ini? Lidya menggandeng ku. Batin Qausar bahagia.


Sean dan Akia saling pandang, aneh dengan sikap Lidya.


"Tapi di gandeng" Tambah Akia pelan.


Sean mengajak Akia ke dalam kamar hotel mereka, Sean dan Akia bergantian mandi karena tubuh mereka bau terbakar cahaya matahari.


Akia sudah selesai mandi, kemudian di gantikan dengan Sean. Akia duduk di atas ranjang membuka laptop milik nya untuk melihat keadaan rumah sakit saat sang dokter idola tak ada di tempat.


Ah aku rindu ruang oprasi. Batin Akia membayangkan dirinya saat sedang di ruang oprasi.


Sean selesai mandi, nampak Akia yang tengah sibuk dengan laptop nya.


"Ini masih cuti pernikahan, kau masih saja harus bekerja" Tutur Sean yang melihat Akia mengetik di laptop nya untuk jurnal rumah sakit.


"Batu bata ini sangat penting, aku suka pekerjaan ku karena dapat menolong orang" Balas Akai melihat pada suaminya.


"Sayang kau tak perlu bekerja, suami mu ini yang tampan kan sangat kaya jadi kau takan kekurangan uang sedikit pun" Tutur Sean.


Sean mengambil dompet nya kemudian memberikan dua black card pada Akia, black card ialah kartu tanpa batas yang memiliki nya bisa puas berbelanja tanpa menghiraukan masalah membayaran nya.


Akia melirik nya namun tak mengambil.

__ADS_1


"Kenapa tak di ambil? Apa ini kurang?" Tutur Sean aneh.


Akia beranjak dari ranjang menghampiri Sean yang masih mematung dekat nakas.


"Hei tuan muda Harson, kamu kira istri mu ini matrea?" Tutur Akia memandang lekat wajah Sean.


"Bukan begitu" Elak Sean yang sedikit takut pada istrinya, apalagi Akia sedang hamil pasti emosi nya naik turun.


"Lalu apa? Aku masih bisa bekerja!" Tutur Akia marah.


"Aku ini suami mu, masa iya aku tak menafkahi istri ku" Balas Sean menyembunyikan ketakutan nya.


"Tapi aku tak kekurangan uang batu bata" Tutur Akia.


"Simpan saja siapa tahu nanti kau akan membutuhkan nya" Balas Sean memeluk istri nya.


Pelukan Sean membuat Akia hangat dan membuat Akia tak ingin beranjak dari posisi nya saat ini.


--


Lidya menarik tangan Qausar hingga sampai di lobi, Lidya menghempaskan tangan Qausar dengan kasar.


"Kamu lihat itu kan, aku di ledek oleh suami istri tukang gosip itu" Tutur Lidya cemas.


"Ya aku melihat nya" Balas Qausar santai.


"Lalu kenapa kau santai?" Tanya Lidya aneh.


"Mengapa harus panik? Yang di katakan Akia benar, kita memang selalu bersama" Balas Qausar meninggalkan Lidya.


Lidya melotot pada Qausar yang pergi meninggalkan nya.


"Hei!! Dasar bedebah itu, tunggu aku" Teriak Lidya.


Saat Lidya akan berlari menyusul Qausar, Lidya tak sengaja menabrak seorang pria berpakain hitam.


"Maaf saya tak melihat" Tutur Lidya membatu pria yang Lidya tabrak.


Mata Lidya dan pria yang di tabrak bertemu, kemudian si pria itu pun pergi berlari meninggalkan Lidya.


Siapa dia? Gelagat nya aneh, apa dia ada niatan jahat pada Akia? Ah semoga saja itu hanya pemikiran ku saja. Batin Lidya menghibur.


Lidya kembali melangkah kaki nya mengejar Qausar yang akan bermain bersama dengan sebagian keluarga Sean dan Akia.


Dari arah lift Zack melihat Lidya yang bertabrkan, gelagat pria aneh memancing Zack ingin mengorek nya. Karena Satya di tak ada jadi Zack lah yang harus menghandle semua pekerjaan Satya.

__ADS_1


---


Guys like dan vote nya kencengin dong:(


__ADS_2