
Selang beberapa jam di halipad, akhir nya keluarga Harson beserta Akia dan Satya tiba di bandara Surabaya, sudah ada 2 mobil yang sengaja di bawa untuk di pakai.
Tuan dan Nyonya Harson menaiki mobil pertama yang di kemudikan oleh supir pribadi, sedangkan Sean dan Akia menaiki mobil kedua yang di kemudikan oleh Satya.
Di dalam perjalanan menuju rumah Akia, Akia banyak diam tidak seperti waktu di dalam halipad Akia terlihat ceria, Sean tak tahu dengan perubahan raut wajah Akia merasa heran dan bingung.
"Ada apa Akia?" Tanya Sean lembut.
Akia menoleh ke arah Sean kemudian menunduk.
"Aku takut ibu marah, ibu tak suka pada ku" Balas Akia sedih.
Sean menarik nafas nya dan membuang nya pelan, Sean mengangkat wajah Akia yang menunduk.
"Jangan takut ada aku di dekat mu" Tutur Sean menenangkan.
Sean merengkuh tubuh Akia dan membawa nya dalam pelukan hangat Sean, Akia di perlakukan baik oleh merasa senang dan bahagia sedangkan Satya hanya fokus pada jalanan dengan earphone yang menempel di telinga nya.
Satu jam tiga puluh menit, akhirnya keluarga Harson tiba di kediaman Akia, Akia menuntun keluarga Harson menuju rumah yang yang kecil dan sempit.
Ayah dan ibu Akia beserta Tania berdiri di ambang pintu melihat kedatangan Akia dengan keluarga billioner itu.
Akia menghampiri ayah nya dan memeluk, Akia ingin memeluk ibu namu sayang ibu nya menepis begitu pun Tania adik Akia yang sama perilaku nya seperti ibu Akia.
Pak Aryana merasa kasihan dengan nasib anak pertama nya yang di benci oleh ibu nya.
"Siapa yang kau bawa nak?" Tanya Pak Aryana mengalihkan agar Akia tak bersedih.
"Ah iya ini tuan Harson dan istrinya, dan itu anak nya beserta asistennya" Balas Akia memperkenalkan.
Pak Aryana langsung mempersilahkan keluarga Harson duduk tapi tidak dengan Sean dan Satya, Sean masih mengobrol dengan Satya periha ibu Akia.
"Satya, pulang dari sini cari tahu tentang ibu Akia" Tutur Sean berlalu meninggalkan Satya yang belum menjawab.
__ADS_1
Satya malas jika harus ikut bersama keluarga atasan itu ke dalam karena di dalam ada ibu dan adik Akia yang membuat mata Sean malas melihat nya.
Satya kembali menyalakan ponsel pribadi nya untuk menonton konser grils band favorit nya dengan earphone yang terapasang di telinga nya agar tak ada yang mendengar nya.
Sean ikut duduk di sebelah kedua orang tua nya sedangkan Akia mengambil minum di dapur, saat Akia hendak membawa kan minuman ke depan tiba-tiba Tania datang dengan cercaan nya.
"Peliharaan orang kaya kamu kak?" Tutur Tania tak sopan.
Akia tak menjawaba pertanyaan adik nya itu yang tak masuk akal untuk di jawab.
Tania kesal dengan Akia yang selalu mendapat keuntungan terus menerus berbeda dengan dirinya. Tania dan Akia sama-sama ingin menjadi dokter karena ayah dan ibu tidak mempunyai uang, Akia terus belajar agar mendapat beasiswa agar kuliah jurusan kedokteran nya gratis, berbeda dengan Tania yang tak mau belajar dan alhasil Tania sekarang hanya bekerja di pabrik saja yang penghasilan nya jauh berbeda dari Akia.
Akia menyajikan minuman sederhana untuk keluarga Harson, Akia duduk di sebelah ibu nya. Pak Aryana langsung saja melontarkan pertanyaan nya.
"Maaf tuan, saya ingin tahu apa tujuan tuan dan keluarga datang kemari? Apa Akia di kota merugikan tuan?" Tanya Pak Aryana sopan.
"Tentu tidak pak, justru kedatangan kami kesini untuk melamar putri bapak untuk putra kami satu-satu nya Sean Will Harson" Balas Tuan Harson.
"Melamar?" Tutur Pak Aryana meyakinkan.
"Iya pak melamar, apa bapak dan ibu setuju" Balas Nyonya Harson.
"Tentu saja setuju tuan dan nyonya" Balas ibu Akia dengan semangat.
Akia merasa malu dengan tingkah ibu nya, bahkan ibu nya tak tahu apa alasan Sean menikahi Akia.
Ibu kau sungguh memalukan ku bu, bahkan kau tak tahu apa alasan Sean menikahi ku. Batin Akia menangis.
Karena sudah mendapat restu, keluarga Harson dan juga Akia kembali menuju Jakarta dan minggu yang akan datang keluarga Akia akan di jemput untuk memenuhi acara pernikahan putri nya.
----
*London, Inggris.
__ADS_1
Zack bersiap untuk pulang ke apartemen nya dan berkemas barang karena rencananya Zack akan pulang ke kampung halaman nya besok yaitu Donghae-Korea Selatan.
Hampir 5 tahun Zack maupun Lidya belum pernah pulang ke Korea, karena rindu suasana dan juga adat budaya Korea Zack memilih untuk pulang dengan mengajukan cuti pada kakak sepupu nya yaitu Sean.
Saat Zack keluar dari loby kantor, di dapati nya Cathren sedang berdiri di samping mobil Zack.
"Hai Zack" Tutur Cathren ramah.
"Ada apa?" Balas Zack bertanya dengan nada ketus.
"Balik ke Indonesia yuk" Ajak Cathren.
"Aku tahu apa tujuan mu ingin pulang ke Indonesia, untuk mendekati Will bukan? Jangan harap lagi Cath karena sebentar lagi Will akan menikah dengan Akia seorang dokter bedah dan lagi pula aku akan pulang ke Korea" Balas Zack memasuki mobil dan menggeser tubuh Cathren dengan kasar.
Zack melajukan mobil nya meninggalkan Cathren yang tersungkur jatuh akibat dorongan Zack tadi.
"Argh.. Zack kau lihat nanti pasti aku yang akan dapat kan Will bukan dokter sialan itu!" Gumam Cathren kesal.
Cathren memasuki mobil dan melajukan mobil membelah jalanan London menuju apartemen milik nya karena rencana Cathren selanjutnya adalah Cathren akan ke Indonesia.
---
Halipad mendarat kembali di bandara Jakarta, tuan dan nyonya Harson berpamitan pulang menuju Manado, sedangkan Sean dan Satya mengantarkan Akia kembali ke rumah sakit.
Selang satu jam akhirnya Sean, Akia besert Satya tiba di rumah sakit. Sean mengantarkan Akia menuju loby sedang Satya menunggu nya di dalam mobil.
Sampailah Sean dan Akia di loby rumah sakit.
"Akia nanti aku akan menjemput mu, jangan pulang sebelum aku datang, jaga kesehatan mu dan jaga pula calon bayi kita. Aku pergi dulu" Tutur Sean mencium pucuk kening Akia dan mengelus perut Akia yang masih datar.
Akia malu saat Sean memperlakukan nya begitu, pasal nya semua orang di rumah sakit belum mengetahui Akia hamil diuar nikah, dengan spontan Sean mengelus perur Akia pasti semua orang akan beramsumsi bahwa Akia dokter yang tak patut di contoh.
Akia melajukan langkah nya menuju ruangan nya dengan tatapan mata orang yang membuat Akia menjadi risih.
__ADS_1