
Sean tiba di depan ruangan anak koas, Sean sedikit canggung akan menemui Akia gadis pertama yang berani memarahi nya.
Sean masuk ke dalam ruangan anak koas tanpa mengetuk, Akia yang sebel dengan kedatag manusia arogan itu mendengus kesal.
Perlahan Sean mendekati Akia, dan menatap nya lekat. Semua orang akan takut apabila Sean menatap nya lekat tapi tidak dengan Akia, Akia sangat berani menatap kembali Sean.
"Apa ada yang saya bisa bantu Mrs. Arogan?" Tanya Akia sopan.
"Siapa yang kau panggil demgan sebutan tuan?" Tanya Sean bingung.
"Kau Mrs.Arogan nya" Balas Akia mendengus kesal.
"Berani sekali kamu yah, apa kamu tidak tau siapa aku?" Tutur Sean sedikit tertawa.
"Mengapa aku harus tau? Kau tak penting bagiku?" Balas Akia berani.
Shit!. Batin Sean mengumpat.
"Aku beritahu, aku Sean Will Harson pemilik rumah sakit ini, dan jika kau tau aku bisa saja mencabut izin koas mu di rumah sakit ini supaya kau tidak menyandang gelar dokter!" Tutur Sean senyum sinis.
Akia yang tadi nya malas mendengar ocehan manusia arogan di depannya namun ketika manusia arogan itu berkata ingin mencabut izin koas dengan sigap Akia memohon maaf pada nya, karena Akia tidak mau cita-cita yang di nanti nya akan pupus.
Argh.. mengapa harus mengamcam sih dasar aroga. Batin Akia kesal.
"Maaf kan saya tuan Sean, saya tidak akan melawan anda lagi" Tutur Akia.
"Belikan aku makanan, aku lapar" Balas Sean.
"Ta-tapi" Balas Akia terpotong.
"Atau aku cabut izin koas mu" Balas Sean serius.
Dengan malas Akia keluar ruangan koas nya dan berlalu menuju pedagang makanan kaki lima yang tepat berada di sebrang rumah sakit.
"Pak mie ayam satu" Tutur Akia memesan.
"Baik tunggu" Balas si pedagang.
10 menit berlalu, mie ayam sudah di buat nya. Dengan sigap Akia memberikan uang pecahan 20 ribu untuk satu porsi mie ayam.
Dengan sigap Akia berlari menuju rumah sakit kemali, mie ayam yang di beli Akia sudah memakai kap jadi langsung bisa makan tanpa harus di alihkan pada mangkok atau piring.
Akia berlari menuju ruang koas dan akhir nya dengan susah payah berlari dengan cepat akhir nya Akia sampai ruangan anak koas.
Dilihat nya Sean sedang memainkan ponsel pintar nya.
"Apa itu?" Tanya Sean sinis.
"Makanan lah masih aja nanya" Balas Akia ketus.
"Maksud makanan apa seperti nya menjijikan" Tutur Sean.
__ADS_1
"Jangan seperti itu, aku cape tau beli makanan ini tapi tuan berkata seperti mana lagi uang jajan ku habis, gaji koas pertama masih lama" Balas Akia mengeluh.
Sean mamandang wajah Akia kasihan.
Sungguh gadis padai berhemat dan pantang menyerah serta pekerja keras pula. Batin Sean.
"Baiklah kemari dan jelaskan makanan apa ini?" Ajak Sean.
Akia duduk di depan Sean dengan penghalang meja kayu di tengah nya.
Akia membuka kap mie yang di belinya.
"Kok beli satu?" Tanya Sean bingung.
"Uang ku hanya cukup untuk satu porsi makan saja, aku akan membereskan dekripsi pembedahan dulu" Balas Akia menahan perut nya yang lapar.
"Makanan apa ini menjijikan sekali?" Tanya Sean bingung.
"Kan aku sudah bilang tuan, itu makanan kaki lima buka dari restauran mahal" Balas Akia menjelaskan.
"Temani aku makan, atau tidak izin koas mu aku cabut!" Tutur Sean.
Dasar arogan bisa nya hanya mengancam saja. Batin Akia mengunpat.
Akia menemani Sean menghabiskan mie nya.
"Kata nya menjijikan tapi habis juga tuan" Goda Akia tertawa.
"Stop tuan" Tutur Akia.
Spontan Sean terdiam, dengan lihat Akia menyeka bumbu cair mie ayam yang mengotori wajah Sean.
Perasaan apa ini, kenapa aku tak marah gadis lugu ini menyentuh wajah ku. Batin Sean.
"Sudah tuan" Tutur Akia tersenyum.
"Dasar genit" Cerca Sean berlalu.
"Bukan nya terimakasih malah pergi dasar gila" Gumam Akia pelan.
Setelah kepergian Sean, akhir nya dekrpsi Akia beres, tepat pukul 10 malam.
Akia keluar dari ruangan koas berpapasan dengan Sean dan Satya di loby.
Akia menatap mata manusia arogan itu kesal, Akia melangkah cepat keluar dari rumah sakit mendahului Sean dan Satya.
Akia menunggu bis di halte sendirian, sedangkan Sean dan Satya menunggu di dalam mobil melihat Akia yang sedang menunggu bis namun tak kunjung ada.
"Dia wanita bodoh, Satya. Menunggu bis pada jam segini" Tutur Sean.
Satya tak menggubris perkataan majikan nya karena Satya fokus pada seseorang yang mendekati Akia.
__ADS_1
"Kau tuli Satya! Aku sedang mengajak mu berbicara" Tutur Sean marah.
"Maaf tuan saya sedang fokus pada nona Akia, seperti ada beberapa pemuda yang sedang menggoda nona Akia" Balas Satya.
"Apa?!" Tutur Sean kaget, dengan sigap Sean keluar dari mobil dan langsung menghampiri Akia di halte bis.
Sean melihat wajah Akia yang ketakutan, Akia melawan pemuda yang menggoda nya dengan memukul memakai tas nya.
"Stop" Tutur Sean yang di ikuti Satya dari belakang.
"Mau jadi jagoan kamu yah" Balas si pemuda pertama.
Dengan emosi Sean menghajar habis pemuda yang mengoda Akia, dengan refleks Akia memeluk Sean dengan tangisan.
"Aku takut, biarkan aku memelukmu sejenak saja tuan" Tutur Akia menangis.
"Mari aku antar kan pulang" Balas Sean ramah.
Sean berlalu dengan membawa Akia, Satya mematung dengan tingkah atasan nya itu biasa nya Sean marah jika ada wanita menyentuh apa lagi memeluk nya namun kali ini berbeda Sean tidak marah saat Akia peluk.
Nona Akia, memang kau sangat berani noan, saya salut pada anda nona. Anda bisa menakluk kan hati billioner yang dingin itu. Batin Satya kagum pada Akia.
"Cepat masuk Satya atau aku akan meninggalkan mu di sini" Tutur Sean berteriak.
Satya sadar dari lamunana, Satya sigap memasuki mobil dan melanjukan mobil mewah Sean menuju kediaman Sean.
15 menit di tempuh nya karena jalanan sudah sepi di tambah dengan kecepatan super kilat mobil mewah Sean, membuat perjalanan hanya sebentar.
"Mari turun" Ajak Sean.
"Ini bukan kostan ku" Balas Akia.
"Memang bukan, ini rumah ku. Ini kan sudah malam jadi bermalam lah di rumah ku" Tutur Sean.
"Aku tidak mau, aku ingin pulang pada kostan ku" Balas Akia.
"Pulang lah sendiri aku mau istrihat" Tutur Sean keluar dari mobil.
Karena pikiran Akia masih takut pada kejadian tadi mau tak mau Akia keluar mobil dan langsung menyusul Sean, serta Satya berpamit pulang karena sudah larut malam.
"Aku ikut pada mu" Tutur Akia.
Sean hanya tersenyum.
Sean disambut oleh para pelayan nya.
"Tolong antar nona ini ke kamar tamu" Tutur Sean berlalu menaiki tangga.
"Mari nona saya antar" Tutur si pelayan.
Akia mengikuti langkah si pelayan menuju kamar tamu yang hari ini akan di tempati Akia.
__ADS_1