
Zoe yang mendengar kan ocehan Qausar, Zoe pergi meninggalkan Akia, Lidya dan Qausar yang masih mengoceh.
"Apa kau tak apa dokter Akia?" Tanya Lidya panik.
"Aku tak apa" Balas Akia tersenyum.
"Baiklah ayo ke ruangan mu kami antar" Tutur Qausar.
Akia di bantu Lidya dan Qausar kembali ke ruangan nya karena takut jika Zoe akan berbuat kasar pada Akia. sampai di ruangan nya Akia, Qausar pamit karena ada pasien yang harus di periksa nya sedang kan Lidya menemani Akia sebentar.
"Ada masalah apa dengan dokter Zoe?" Tutur Lidya penasaran.
"Tak ada, aku hanya menyapa nya tadi entah kenapa dia memarahi ku" Balas Akia yang terengah-engah karena faktor kehamilan yang makin membesar.
"Jika begitu jangan pernah menyapa nya, dan aku saran kan agar kau cuti sampai melahirkan" Tutur Lidya memberi saran.
"Pasien ku pasti membutuh kan ku" Balas Akia yang fokus pada layar laptop.
Saat sedang mengobrol bersama pintu ruangan Akia terbuka dan nampak lah Sean bersama dengan Satya.
"Kau ini masuk seenak nya saja, bagaimana jika aku punya penyakit jantung? Mungkin aku akan mati!" Tutur Akia mencubit Sean yang kini berada di samping meja Akia.
"Aku rindu padamu dan juga pada calon anak kita" Balas Sean memeluk Akia.
"Lepas kan, malu di sini ada dokter Lidya dan juga Satya" Tutur Akia menahan malu.
"Anggap saja mereka lalat" Balas Sean tak perduli.
Lidya beranjak mendekat Sean kemudian memukul nya dengan keras.
"Adik bodoh! Siapa yang kau bilang lalat!? Sudah lah menikmati keromantisan kalin!" Tutur Lidya beranjak keluar.
Saat melewati Satya, Lidya menoleh.
"Keluar lah atau kan akan menjadi lalat yang sangat iri pada keromantisan bos mu itu!" Tutur Lidya meninggalkan ruangan Akia.
Satya hanya berdiam tak bergeming memandang ke arah lurus.
"Sayang aku dengar ada yang tak menyukai mu di sini?" Tutur Sean yang terus melekat pada Akia.
Akia menghentikan ketika di laptop nya kemudian menoleh pada Sean.
__ADS_1
Apa pria ini dukun atau peramal? Mengapa dia tahu jika ada yang tak menyukai ku di sini, ah aku berbohong saja jika aku berkata jujur pasti nanti pria batu bata ini membuat ulah. Batin Akia.
"Sayang, aku bertanya kok malah bengong sih" Tutur Sean mencubit pelan hidung Akia.
"Aw sakit!!" Ringis Akia, "Tak ada yang begitu pada ku, dokter atau pun suster di sini semua menyukai ku" Balas Akia berbohong.
"Benarkah?" Tutur Sean meyakinkan.
"Tentu, sudah waktu nya makan siang ayo makan" Balas Akia mengalih kan topik pembicaraan.
"Baiklah, Satya beli mkan siang untuk kami" Tutur Sean.
"Baik tuan" Balas Satya keluar dari ruangan.
Flassback on.
Saat sedang berdebat dengan Satya perihal Satya yang tak mempunyai kekasih, ponsel Sean berdering menandakan seseorang menelponya. Sean melihat layar ponsel dan tertera nama Qausar di layar nya, dengan cepat Sean menekan panel ke warna hijau.
*Hallo Will. Sapa Qausar.
*Ya, ada apa?. Balas Sean dingin.
*Maaf Will, tadi ada keributan antara Lidya dan dokter baru di rumah sakit ini. Tutur Qausar.
*Lidya ribut karena melihat Akia yang di bentak oleh dokter baru itu. Tutur Qausar.
Sontak Sean terkejut, rahang nya sudah mulai mengeras menandakan Sean amat sangat marah karena ada yang membentak istrinya.
*Apa!!? Siapa dokter itu? Berani sekali dia pada Nyonya Harson!. Balas Sean marah.
*Kau jangan marah dulu Will, kami di sini akan menjaga istrimu. Tutur Qausar.
Tanpa menjawab perkataan Qausar, Sean langsung mematikan ponselnya kemudian mengajak Satya untuk segera ke rumah sakit.
Flassback off.
Kali ini kau berbohong wanita ku, mengapa? Apa kau takut akau menghukum dokter yang membentak mu. Batin Sean.
Tak lebih dari satu jam akhirnya Satya kembali dengan makanan sehat khusu ibu hamil, Satya meletakan makanan yang di beli nya di atas meja kerja Akia.
Sean mengambil kursi lalu duduk di samping Akia, usai meletakan makanan Satya pamit keluar dari ruangan Akia.
__ADS_1
"Apa makanan ku harus seperti ini setiap hari nya?" Tanya Akia yang bosan dengan makanan sama setiap hari nya.
"Sayang ini baik untuk kesehatan anak kita, masa kau tak tahu, kau ini kan seorang dokter jadi pasti kau tahu jika ingin sehat makanan nya harus seperti ini" Balas Sean menceramahi.
"Aishhh sudah cocok jadi dokter kandungan sekali" Tutur Akia mendelik pada Sean.
"Sudah makan cepat atau tidak aku akan menghukum mu!" Balas Sean mengancam.
Pria keras ini suka nya mengancam saja!. Batin Akia mwnghardik.
Dengan terpaksa Akia memakan makanan yang Satya berikan atas perintah Sean, jika Akia tak memakan nya mungkin Sean akan bertindak ceroboh agar Akia memakan makanan sehat nya.
Satya yang menunggu tuan nya di koridor ruangan Akia di kejut kan dengan salah satu dokter yang belum asing di rumah ini.
Satya memandang domtee itu dari atas hingga bawah, tahu akan gerakan mata Satya dokter itu pun yang sudah melewati Satya berbalik ke belakang kemudian menghampiri Satya.
"Perkenal kan Zoe Jackson" Tutur Zoe mengulurkan tangannya.
Satya tak balas menjabat, Satya hanya diam dan menoleh Zoe.
Sombong sekali, siapa pria ini? Apa dia orang penting? Mengapa berada di depan ruangan wanita yang ku benci?. Batin Zoe bertanya.
Zoe mengibas tangannya yang tak di balas jabatan oleh Satya.
"Apa kau memperhatikan ku?" Tanya Zoe.
Dan lagi-lagi Satya hanya diam tak bergeming.
Jadi wanita ini yang membentak nona Akia, terkutuklah kau! Karena kau tuan muda marah-marah sejak tadi. Batin Satya menghardik.
Karena semua pertanyaan nya tak ada yang di jawab oleh Satya, Zoe pun pergi meninggalkan Satya dengan kekesalan.
"Pria aneh, kau tak setampan Sean-ku tapi sikap mu sangat sombong!!" Gerutu Zoe sepanjang perjalanan di koridor.
Satya masih saja terdiam dengan pikiran yang tak tahu merancau kemana.
--
Maaf yah readers author gak kaya author yang lain, yang selalu ngadain event giveaway biar like dan vote nya banyak.
Author cuma mau kasih kata terimakasih banyak buat readers yang sudah kasih like dan vote nya buat author, satu klik like dan banyak vote dari kalian bisa buat author bahagia, so buat yang readers baru terimakasih juga dan selamat bergabung bersama author.
__ADS_1
Gomawo ~