
Satya masuk ke dalam ruangan Akia nampak semua terdiam tanpan ada yang berkata, hanya Akia menangis dan Sean berdiri dengan amarah nya.
"Maaf tuan apa anda memanggil saya?" Tutur Satya.
"Cari anak ku, anak ku di culik. Periksa semua cctv di rumah sakit ini!" Balas Sean marah.
Satya pamit untuk melihat cctv bersama dengan Lidya dan suster. Sean menghirup udara lalu membuang nya denga kasar, Sean menatap Akia yang sedang bersedih atas keguguran waktu itu dan sekarang bayi nya di culik.
Sean mendekat pada Akia lalu memeluk nya dengan kesedihan juga.
"Bagaimana jika anak kita menangis tak di beri asi?" Tutur Akia memandang wajah Sean dengan air mata yang terus mengalir.
"Tak perlu cemas, aku akan mencari anak kita. Sebaik nya kau istirahat saja" Balas Sean mengecup kening Akia.
Satya dan Lidya berpisah dengan suster, di ruangan cctv tempat khusus bayi. Nampak seorang dokter membawa putra Sean dan Akia dengan memasukan nya ke dalam tas besar.
"Apa kau tahu siapa dia?" Tanya Satya mendelik.
"Perawakan nya seperti dokter Zoe" Balas Lidya berpikir.
"Dimana dia?" Tutur Satya emosi.
"Mungkin di ruangan nya" Balas Lidya.
Satya dan Lidya berjalan kembali menuju ruangan Zoe, saat di lorong rumah sakit Satya dan Lidya berpapasan dengan Qausar yang baru selesai membedah pasien Zoe.
"Maaf tuan satya ada apa ini? Seperti nya urgent?" Tutur Qausar penasaran.
"Apa kau melihat dokter Zoe?" Tanya Lidya memandang Satya.
"Dokter Zoe sedang keluar, aku baru saja selesai membedah pasien nya" Balas Qausar.
Mendengar jawaban Qausar, Satya langsung berlari keluar meninggalkan Qausar dan Lidya.
"Ada apa ini?" Tanya Qausar masih saja penasaran.
"Bayi Sean dan Akia di culik" Balas Lidya pelan.
Qausar terkejut namun teriakan Qausar di tahan oleh tangan Lidya, membuat Qausar sedikit terbawa perasaan.
Asik berbincang dengan Qausar dan Lidya nampak Sean mendekat nya dengan segala amarah yang di simpan nya.
"Sedang apa kalian!?" Teriak Sean mendekat.
Lidya dan Qausar menunduk takut karena putra nya hilang.
"Dimana Satya?" Tutur Sean.
"Satya keluar Will, mungkin Satya tahu jika Zoe yang menculik anak mu" Balas Lidya pelan.
"Dari mana Satya tahu" Tanya Sean.
__ADS_1
"Satya melihat rekaman cctv, lalu dia keluar setelah dokter Qausar mengatakan jika yang me culik putra mu adalah Zoe" Balas Lidya ketakutan.
"Jangan beritahu mommy jika putra ku di culik!" Ancam Sean pergi.
Qausar hanya terdiam ketakutan lalu Lidya menarik tangan Qausar untuk mengikuti nya ke dalam ruangan Liji.
--
Satya kesal karena Zoe sudah tidak ada jejak, lampu merah menyala Satya menunggu lampu nya agar hijau kembali.
Satya melirik ke kanan dan kiri, Satya melihat cctv terpasang di toko roti dekat rumah sakit.
Lampu hijau menyala Satya melajukan mobilnya di sebuah parkiran, Satya berjalan masuk ke dalam toko roti.
"Maaf tuan apa ada yang bisa saya bantu?" Tutur si karyawan.
"Ya ada, aku ingin melihat rekaman cctv beberapa menit yang lalu" Balas Satya dingin.
Si karyawan tak memberi izin, terjadi keributan kecil lalu keluar lah manager toko.
"Ada apa ini?" Tutur Pak Jin, manager toko.
Pak Jin melihat ke arah Satya yang marah, Pak Jin jika Satya juga orang yang patut di hormati.
"Tuan Satya, apa ada yang bisa saya bantu?" Tutur Pak Jin sopan.
"Berikan aku rekaman cctv beberapa menit yang lalu" Balas Satya.
Saat hendak akan masuk keruangan cctv, Satya mendelik pada karyawan yang melarang nya tadi.
"Pecat dia, dia memperhambat pekerjaan ku" Tutur Satya berjalan lebih dulu.
Pak Jin memandang karyawan nya lalu pergi menyusul Satya ke dalan ruangan cctv, Pak Jin mulai mencari rekaman yang di inginkan Satya.
Dan benar saja mobil berwarna merah keluar dari rumah sakit melalui jalan ini, Saty mencatat plat nomer nya lalu pergi meninggalkan toko roti.
Satya terdiam merenung di dalam mobil hingga suara dering ponsel menggangu nya, nampak nama Sean tertera.
*Hallo bagaimana?. Tanya Sean uring-uringan.
*Saya kehilangan jejak nya, tapi saya mempunyai plat nomer nya. Saya akan membawa nya ke kantor polisi agar polisi dapat melacak nya. Balas Satya.
*Baik berikan, aku akan menyusul ke kantor polisi sekarang. Tutur Sean gesit.
Satya melajukan mobilnya menuju kantor polisi terdekata untuk meminta melacakan plat nomer ini, Satya bisa saja melakukannya sendiri namun Satya harus bergerak dengan cepat.
--
Cathrine.
Di tempat persembunyian nya nampak Cathrine dan Zoe tengah melihat bayi mungil yang tertidur dengan wajah munhil tampannya.
__ADS_1
Cathrine mendekat ke arah jendela.
"Kita pergi hari ini membawa bayi ke Jerman" Tutur Cathrine berfirasat jika Satya atau Sean akan menemukan Cathrine dan Zoe di sini.
"Karir ku?" Tanya Zoe.
"Lupakan karir mu atau Will akan membunuh mu!" Tutur Cathrine.
"Baiklah" Balas Zoe singkat.
Cathrine dan Zoe sudah siap dengan barang bawaan nya dan juga bayi nya, Cathrine memberi intruksi agar semua anak buah nya untuk berpencar sementara waktu.
"Maaf nona taksi sudah menunggu" Tutur Alex anak buah Cathrine.
Cathrine menoleh pada Zoe dan dengan cekatan Zoe tahu artinya ia harus pergi. Mobil milik Zoe di simpan karena Cathrine tahu Satya melacak nya, ponsel tak Cathrine dan Zoe bawa agar mempersulit Satya Sean menemukan nya.
Cathrine bersama Zoe meninggalkan Jakarta dengan bayi pewaris keluarga Harson.
--
Sean sudah tiba di kantor polisi dan kini Sean dan Satya tahu keberadaan Zoe, Sean menacapkan gas dengan cepat.
Usai satu jam perjalanan nampak sebuah rumah yang sangat sederhana berdiri tanpa ada rumah lain.
"Apa benar ini tempat nya?" Tutur Sean.
"Tentu saja tuan, saya yakin ini tempat nya" Balas Satya yakin.
Hingga di ujung jalan akhirnya Sean dan Saty menemukan mobil berwarna merah milik Zoe, Sean yang di ikuti Satya turun dari mobil untuk memeriksa nya.
"Bagaimana?" Tutur Sean marah.
"Kosong tuan" Balas Satya.
"Cari di dalam" Tutur Sean.
Satya memasuki rumah kecil itu nampak semua ruangan kosong tak ada seorang pun, Satya kembali dengan membawa dua ponsel.
Satu ponsel tak asing bagi Sean dengan warna cover biru kesukaan Cathrine.
"Seperti nya Zoe bekerja sama dengan Cathrine" Tutur Sean.
Sean berteriak lalu memukul kaca mobil Zoe dengan tangannya, darah segar keluar dari tangan Sean akibat memukul kaca mobil Zoe.
Nampak Sean sangat tak berguna sebagai ayah, putra nya di culik tidak tahu di bawa kemana, Akia pasti akan bersedih dan menangis.
--
Sayang ku like dan vote nya yuu plis🙏
Gomawo.
__ADS_1