
Sean yang melihat Satya sedang fokus pada ipad nya merasa penasaran.
"Apa yang kau kerjakan!?" Tutur Sean.
"Saya sedang melacak nona Cathrine menggunakan nomor ponselnya" Balas Satya fokus pada ipad.
"Apa ada hasil nya?" Tanya Sean.
"Ya tuan muda, saya tahu dimana nona Akia" Balas Satya.
Sean, Satya serta beberapa bodyguard sudah melajukan mobilnya menuju sebuah hotel yang jauh dari pemukiman.
--
Cathrine sudah siap dengan semua bawaanya untuk kabur ke negara kelahiraanya, sebelum pergi Cathrine menyimpan ponselnya karena Cathrine tahu pasti asisten Sean yang keras itu mencari cara agar menemui nya.
Sudah siap Cathrine dan dua anak buah nya meninggalkan Akia yang tengah pingsan dengan banyak darah keluar dari dalam rok nya.
"Mari pergi!!" Ajak Cathrine.
"Ayo nona" Balas kedua anak buah nya.
--
Beberapa jam di perjalanan karena tempat nya yang jauh dan akses jalanan yang tak memadai menghambat waktu Sean.
Saat tiba Sean dan Satya langsung masuk menuju lobi hotel sedang kan bodyguard nya menyusuri area luar hotel.
"Permisi, apa ada yang memesan kamar atas nama Cathrine?" Tanya Satya.
"Sebentar tuan saya lihat dulu" Balas resepsionis.
Resepsionis memeriksa buku tamu nya dan betul saja ada nama Cathrine yang chek-in di hotel ini.
"Atas nama Cathrine ada tuan, beliau chek-in dua kamar" Tutur si resepsionis.
"Kamar nomor berapa?" Tanya Satya.
"102 dan 103" Balas resepsionis.
Satya yang sudah mendapatkan informasi segera mengajak Sean menuju kamar yang telah di beritahu kan.
Ting..
Pintu lift terbuka Sean dengan cekatan berlari menuju kamar 102 dan 103, saat membuka kamar 102 tak ada Akia di sana hanya ada ponsel milik Cathrine yang sengaja di tinggal. Kemudian Sean meninggalkan Satya yang masih di dalam kamar 102, saat membuka kamar 103 amarah Sean kembali membara di lihat nya Akia tergeletak di lantai dengan darah yang menghiasa lantai.
"Akia!!! Bangun!!!" Tutur Satya berkaca-kaca.
Perlahan Akia membuka matanya.
"Batu bata kau kemari, perut ku sakit" Balas Akia melemah.
"Aku pasti kemari, tahan sebentar Akia" Tutur Sean.
__ADS_1
Satya mendengar teriakan tuan nya yang marah dengan cepat Satya menghampiri Sean.
Sean membawa Akia keluar dari kamar hotel di ikuti dengan Satya, dengan cepat Satya melajukan mobil yang di tumpangi nya menuju rumah sakit.
"Cari wanita sialan itu ke hadapa ku!! Mau mati atau pun hidup, akan kupastikan dia hidup menderita!!" Tutur Sean dengan rahang yang sudah mengeras.
"Baik tuan" Balas Satya.
Usai beberapa jam akhirnya Satya dan Sean tiba, Sean dengan buru-buru membawa tubuh Akia ke dalam rumah sakit.
Lidya yang melihat Akia bersimpuh darah dengan cepat menyiapkan ruang oprasi, Akia sudah di bawa ke dalam ruang oprasi saat Sean hendak masuk ke dalam ruang oprasi Lidya menahannya.
"Tunggulah di sana" Tutur Lidya.
"Tapi aku ingin melihat nya Lidya!!" Bentak Sean marah.
"Kau belum sah jadi suaminya lagi pula ini ruang oprasi" Balas Lidya menutup pintu ruangan oprasi.
Bedebah kau Lidya!!. Batin Sean marah.
Sean yang duduk di bangku depan ruang oprasi di kaget kan dengan datang nya Satya.
"Apa kau sudah menemukan wanita gila itu?" Tanya Sean.
"Maaf tuan saya belum menemukan nya" Balas Satya.
Sean beranjak dari duduk nya, Sean mencengkram kerah kemeja milik Satya.
"Baik tuan saya permisi dulu" Balas Satya melenggang pergi.
Satya meninggal Sean, saat Satya hendak keluar rumah sakit, Satya berpapasan dengan tuan Chan dan Nyonya Aiza.
"Satya, mau pergi kemana kau?" Tanya Tuan Chan.
"Saya di perintahkan tuan muda untuk menemukan nona Cathrine tuan besar" Balas Satya.
"Kenapa dengan Cathrine?" Tanya Nyonya Aiza.
"Nona Cathrine yang menculik nona muda Akia" Balas Satya menjelaskan.
"Keadaan Akia sekarang bagaimana?" Tanya tuan Chan.
"Nona Akia masih di ruang oprasi Tuan, Nyonya" Balas Satya.
"Baiklah kerjakan pekerjaan mu" Tutur Tuan Chan.
Chan beserta istri nya dengan cepat mendatangi ruang oprasi.
Dari kejauh tuan dan Nyonya Aiza melihat anak nya termenung di depan ruang oprasi.
"Wil.." Tutur Nyonya Aiza.
Sean menoleh nampak ayah dan ibu nya datang kemari, Sean beranjak kemudian memeluk ibu nya.
__ADS_1
"Mommy, daddy" Tutur Sean.
"Bagaimana keadaan Akia?" Tanya Nyonya Aiza.
"Belum ada kabar mom, oprasi nya belum selesai" Balas Sean khawatir.
"Apa yang sudah Cathrien lakukan pada Akia, Will?" Tanya Tuan Chan.
"Aku tak tahu jelas apa masalah nya dadd, tapi saat aku nememukan Akia.. Akia sudah tersungkur di lantai dengan darah di kaki nya dadd, momm" Balas Sean.
"Apa mungkin kandungan Akia bermasalah?" Tutur Tuan Chan.
Saat Sean hendak menjawab pintu ruangan oprasi terbuka, nampak Lidya keluar dari ruang oprasi.
"Akia bagaimana?" Tanya Sean.
"Calon mantu aunty baik-baik saja kan Lidya?" Tambah Nyonya Aiza.
"Sabarlah Will, aunty. Lidya hanya seorang dokter biasa, Lidya juga bukan tuhan yang bisa menyelamatkan nyawa seseorang" Tutur Lidya.
"Apa maksud mu Akia tak bisa hidup lagi?!!" Teriak Sean sudah mulai marah.
"Tenang kan dirimu Will!!" Tutur Tuan Chan.
"Lidya lanjutan kan" Tambah Nyonya Aiza.
"Heem, Lidya mohon maaf karena janin Akia tak bisa tertolong. Janin nya masih lemah, dan pendaraha yang tak cepat di tolong mengakibat kan janin nya tak bisa hidup. Lidya minta maaf" Bakas Lidya mulai menangis.
"Ahh!!! Semua ini gara-gara wanita sialan itu!!!!" Teriak Sean menendang bangku rumah sakit.
"Sabar lah nak" Tutur tuan Chan.
Lidya dan Nyonya Aiza melihat janin mati yang sangat kecil karena kandungan Akia pun belum memasuki 2 bulan.
Nyonya Aiza menangis, calon cucuk nya yang ia dan suami nya harap kan telah pupus. Tuan Chan datang bersama dengan Sean, untuk pertama kali nya Sean menangis membuat ayah, ibu dan saudaranya ikut terbawa suasana.
"Aku gagal menjadi ayah yang baik!!!" Tutur Sean menangis.
Nyonya Aiza memeluk Sean untuk menenangkan anak nya itu.
--
Usai beres dengan pemakaman anak nya, Sean kembali ke rumah sakit untuk menemui Akia yang masih tak sadar kan diri.
Sean membuka pintu ruangan VVIP tempat Akia di rawat, saat hendak masuk nampak Lidya yang tengah mengganti kantung infus Akianya."Apa ada perubahan?" Tanya Sean mengagetkan Lidya.
"Will kau mengagetkan ku, belum ada perubahan dari Akia. Teruslah berdoa dan jaga dia, aku pamit memeriksa pasien lain" Balas Lidya meninggalkan Sean di ruangan rawat Akian.
Author kembali lagii, maaf ya kalo update nya jarang.
Kencengin yuu vote dan like nya.
__ADS_1