
Zoe malam ini keluar dari rumah sakit agak terlambat karena banyak nya pekerjaan Zoe yang belum usai, Zoe menghampiri mobil nya saat hendak masuk ke dalam mobil Zoe di hadang oleh dua pria.
Zoe kaget bukan main, dua pria itu menarik tangan Zoe dengan paksa. Zoe di masukan ke dalam mobil nya sendiri dengan dua pria yang menghadang nya tadi.
Mulut Zoe di tutup oleh lakban agar Zoe tak berteriak, lama di perjalanan akhirnya mobil pun teehenti. Zoe di paksa keluar lalu di seret paksa masuk ke dalam sebuah rumah yang jauh dari keramaian kota.
Zoe di tinggal kan sendiri di dalam ruangan yang gelap.
Apa ini? Apa aku akan di bunuh?. Batin Zoe ketakutan.
Pintu ruangan terbuka, nampak wanita yang sangat cantik menghampiri Zoe. Wanita itu melepas lakban Zoe dan juga tali yang mengikat tangan Zoe.
"Siapa kau?" Tutur Zoe.
"Kau nampak ketakutan? Bukan kah kau wanita kuat yang selalu membenci dokter Akia?" Balas wanita itu yang tak lain ialah Cathrine.
Mengapa dia tahu? Siapa dia?. Batin Zoe bertanya.
"Bicaralah, kau tak perlu takut. Aku dan kau ada kesamaan" Tutur Cathrine santai.
"Kesamaan?" Balas Zoe bingung.
"Aku akan berbicara langsung pada intinya saja, aku adalah Cathrine sahabat Sean, aku dan Sean selalu dekat setiap hari nya sampai pada saat itu aku mengganp Sean adalah pria ku bukan lagi sahabat. Sean pun terbuka pada ku, namun saat Sean bertemu dengan Akia, sikap Sean berubah pada ku, Sean selalu memarahi ku, bahkan Sean tak mau aku sentuh" Tutur Cathrine panjang lebar.
"Lalu apa mau mu?" Balas Zoe.
"Bukan kah kau menyukai Sean?" Tutur Cathrine mendelik.
Dari mana wanita ini tahu? Bahkan aku saja tak mengenal dia. Batin Zoe penasaran.
"Aku tahu siapa kau dan aku tahu alasan kau menjadi dokter idola" Tutur Cathrine tertawa licik.
"Apa mau mu?" Balas Zoe bangun dari duduk nya memandang Cathrine yang tertawa licik.
"Aku hanya ingin menawarkan kerja sama untuk memisahkan Sean dari Akia. Jika berhasil kau boleh dapat kan Sean karena aku sudah muak pada nya!" Tutur Cathrine marah.
"Lalu untuk apa kau membantu jika tak ingin mendapatkan Sean?" Tanya Zoe.
__ADS_1
"Aku hanya ingin membuat wanita sialan itu menderita, semana mestinya diri ku saat ini yang menderita menjadi buronan keluarga Harson" Balas Cathrine dendam pada Akia.
"Jika ingin bekerja sama mengapa adegan nya harus aku yang di culik? Mengapa tak berbicara langsung" Tutur Zoe kesal.
"Agar kau tahu bahwa aku memang jahat" Balas Cathrine simpel.
"Baiklah jika begitu aku ingin bekerja sama dengan mu" Tutur Zoe.
"Oke, pulang lah besok kita bertemu kembali di sini untuk merencanakan cara bagaimana Sean dan Akia pisah" Balas Cathrine.
Zoe pergi meninggalkan rumah kecil yang Cathrine tempati, Zoe melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang meninggalkan tempat yang sepi itu.
--
Malam hari yang bahagia bagi pasangan Sean dan Akia, Sean tengah memasak di dapur di bantu oleh pelayan untuk menyajika telur mata sapi setengah matang untuk Akia.
Akia menonton suami nya yang sibuk bagaimana cara nya memasak telur sedang kan pelayan menahan tawa nya melihat tingkah bos nya yang tak tahu cara memasak.
"Sayang ini sangat sulit" Teriak Sean menyerah.
Akia mendekat pada Sean untuk melihat apa yang sudah di kerjakan suaminya.
"Sulit apa nya? Bahkan kau saja belum memasak apa-apa" Tutur Akia menggeleng kan kepala nya ke kanan dan ke kiri.
"Aku tidak tahu cara nya" Balas Sean membela.
"Bi tolong ajar kan cara nya memasak telur jika sudah biarkan dia memasak nya sendiri" Tutur Akia pada pelayan.
"Baik nona muda" Balas si pelayan.
Si pelayan dengan terampil memasak telur kesukaan Akia, Sean yang melihat nya hanya melongo kebingungan. Telur pun sudah jadi dengan aroma yang sudah menggugah perut Akia, bayi di dalam perut Akia pun sudah mulai menendang-nendang tak sabar untuk di beri asupan gizi.
Namun Akia menahan lapar nya untuk nanti memakan makanan yang di buat suami nya.
"Sudah di beri contoh kan, nah sekarang kau yang buat mudah kan?" Tutur Akia tersenyum.
"Oh jika begitu sih gampang sangat gampang, baik lah istri ku yang cantik dan bayi papa yang manis kalian tunggu di meja mkan ya" Balas Sean.
__ADS_1
"Pastikan membuat nya yang sangat enak" Tutur Akia meninggalkan Sean.
Bagaimana ini? Aku belum paham cara membuat nya, ah aku buat ala aku saja lah pasti Akia juga akan memakannya. Batin Sean.
Sean mulai memasak tanpa di dampingi oleh pelayan, pelayan yang melihat aksi Sean memasak agak khawatir karena Sean tak pernah turun ke dapur.
15 menit berlalu Sean sudah tiba dengan piring di tangannya, Sean meletakan piring itu di hadapan Akia. Akia nampak terkejut dengan telur yang di masak suami nya, telur yang Sean buat sangat berwarna gelap, Akia tertawa membuat Sean kebingungan.
"Mengapa tertawa? Apa telur yang ku buat aneh?" Tutur Sean bingung.
Akia beranjak ke dapur meninggalkan Sean dan tak lama Akia pun kembali dengan membawa piring lain, Akia membanding kan telur buatan Sean dengan telur buatan pelayan tadi.
"Coba lihat, telur yang kau buat sangat berbeda dengan yang bibi buat" Tutur Akia mendelik.
"Ini warna nya saja yang berbeda, coba cicipi rasa nya pasti akan sama" Balas Sean percaya diri.
Akia dengan bodoh nya mencicipi masakan Sean walaupun Akia tahu rasa nya akan sangat pahit karena gosong, Akia hanya ingin membuat Sean senang saja.
Akia memakan telur yang Sean buat kemudian tersenyum dengan rasa pahit nya telur.
"Bagaimana apa ini enak?" Tanya Sean penasaran.
"Emm suami ku ini sangat pandai memasak, ini sangat enak" Balas Akia berbohong.
"Bagus lah habis kan dengan nasi" Tutur Sean menyendokan nasi ke piring yang ada telur gosong buatan nya.
Dasar kau ya, jika buka karena ingin membuat mu senang aku pasti sudah memuntah kan nya. Batin Akia.
Akia dengan terpaksa menghabis kan telur buatan Sean dengan nasi, Sean memandang Akia yang makan dengan lahap nya.
"Tak perlu buru-buru, nanti aku akan membuatkan banyak telur goreng untuk mu sayang" Tutur Sean mengelus kepala Akia.
Akia hanya menjawab dengan senyuman yang tidak menampakan wajah kepahitan akibat telur gosong buatan Sean, Akia takut nanti Sean kecewa dan tak ingin memasakan nya lagi untuk Akia.
---
Please help dengan cara like dan vote🙏
__ADS_1