Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner

Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner
Rencana Jahat(2)


__ADS_3

Pukul 12.00 tepat Zoe keluar dari rumah sakit menggunakan mobil nya, Zoe mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi meninggalkan kota ramai.


2 jam di perjalanan akhirnya Zoe tiba di sebuah kota yang sangat sepi, Zoe memarkirkan mobilnya lalu berjalan menuju rumah yang tak terlalu besar.


Zoe di buka kan pintu oleh dua pria yang pernah menculik nya, nampak Cathrine sudah menunggu di halaman belakang dengan acar pesta berkebun nya.


"Lama sekali, duduk lah" Tutur Cathrine menuangkan teh.


"Maaf, dirumah sakit banyak sekali pasien" Balas Zoe meminum teh nya.


"Bagaimana Akia?" Tanya Cathrine.


"Kau masih bisa menyebut nama nya? Aku muak mendengar nya saja" Balas Zoe yang sudah benci pada Akia.


"Seperti nya kau sangat membeci Akia?" Tanya Cathrine.


"Tentu saja" Balas Zoe mendelik.


"Apa kau mempunyai rencana?" Tanya Cathrine.


Zoe nampak berpikir.


"Sebentar lagi dokter sialan itu melahirkan, bagaimana jika kita culik anak ny?" Tutur Zoe tersenyum licik.


"Bagaimana cara menculik nya?" Balas Cathrine menaikan sebelah alis nya.


"Apa kau lupa aku dokter disana? Cukup mudah untuk mengambil anak nya yang baru lahir itu, setelah di culik kita minta pada Sean. Jika ingin anak nya kembali dengan selamat, Sean harus berpisah dulu dengan dokter sialan itu. Bagaimana?" Tutur Zoe menjelaskan kan rencanya.


"Cukup menarik, mari kita coba" Balas Cathrine mendelik dan tersenyum sinis.


Usai membahas rencana dengan Cathrine, Zoe pamit kembali ke rumah sakit karena jam istirahat nya telah habis.


Saat tiba di rumah sakit nampak Sean keluar dari ruangan Akia, mata Zoe tertuju pada Sean. Aura Sean nampak berkoar membuat Zoe jatuh cinta pada nya.


Akia keluar mengandeng tangan Sean dengan senyuman manis nya membuat Zoe terbakar api cemburu.


...Wanita sialan itu! Enyalah kau dari dunia ini!!. Batin Zoe melenggang pergi....


Akia mengantar Sean sampai pintu loby rumah sakit, sebelum pergi Sean berpesan agar Akia tidak terlalu cape dan sibuk karena Sean takut kehamilan Akia yang tinggal menghitung hari terjadi sesuatu.


Usai mobil Sean tak terlihat Akia kembali ke dalam rumah sakit, Lidya dan Qausar yang tengah berjalan bersama berpapasan dengan Akia.


Lidya langsung saja menuntun Akia yang berjalan sedikit memegang dinding.


"Tunggu, tunggu aku bantu" Tutur Lidya membantu.


"Aku tidak apa?" Balas Akia tersenyum.


"Apa kau yakin dokter Akia?" Tanya Qausar.


"Iya aku tidak apa-apa" Balas Akia lagi-lagi tersenyum.

__ADS_1


"Bagaimana jika dokter Akia di periksa dulu oleh dokter Lidya" Tutur Qausar khawatir.


"Nah benar juga kata dokter Qausar, mending kau aku periksa dulu ya, mau ya mau ya" Desak Lidya memohon karena takut terjadi sesuatu pada Akia.


Akia menghempas kan nafas nya lalu tersenyum dan mengangguk tanda setuju.


Lidya membawa Akia ke dalam ruangan nya, sedang kan dokter Qausar harus memeriksa pasien nya bersama dengan Zoe.


Akia di rebahan di ranjang rumah sakit, Lidya yang seorang dokter anak dan juga dokter kandungan dengan lihai memainkan alat nya.


"Apa seperti itu cara mengecek kandungan?" Tanya Akia.


"Ya memang seperti ini" Balas Lidya tersenyum.


Lidya tersenyum kemudian mengingat sesuatu hal.


"Kau jangan melihat cara kerja ku" Delik Lidya khawatir.


"Kenapa?" Tanya Akia bingung.


"Jika kau melihat, nanti kau tertarik menjadi dokter kandungan" Balas Lidya was-was.


"Apaan sih, aku sudah menetap kan hati ku untuk selalu menjadi dokter bedah" Tutur Akia tersenyum bahagia.


"Syukurlah" Balas Lidya bernafas dengan lega.


Beberapa menit pemeriksaan akhirnya Akia sudah beres di periksa oleh Lidya, Akia turun dari ranjang menuju meja Lidya.


"Iya dokter Lidya" Balas Akia tersenyum.


"Dan jangan lupa vitamin nya di tebus di apotik ya nona Akia" Tutur Lidya tertawa.


Akia dan Lidya pun tertawa bersama di dalam ruangan Lidya.


--


Dokter Qausar di buat pusing oleh Zoe yang banyak mengambil pasien nya, memang hari ini Quasar dan Zoe di jadwal kan bersama namun Zoe sangat serakah.


Qausar memegang pundak Zoe dengan kasar, Zoe yang tengah berjalan sontak kaget dengan perlakuan Qausar.


"Apa-apaan ini dokter Qausar?" Tanya Zoe marah.


"Kamu yang Apa-apaan!!" Balas Quasar sama marah nya.


"Saya?" Tutur Zoe menunjuk dirinya sendiri.


"Iya kamu!! Semua pasien saya kamu ambil!!" Balas Qausar emosi.


"Bukan saya mengambil pasien anda! Tapi pasien anda lari pada saya! Mungkin pengobatan yang anda berikan tak sesuai prosedur!" Tutur Zoe meremehkan.


Saat Qausar ingin menjawab tudingan Zoe dari arah ruangan pasien bangsal VVIP nampak kepala rumah sakit menghampiri Zoe dan Qausar yang tengah ribut.

__ADS_1


"Ada apa ini?" Tutur Pak Haris bersama dengan staf nya yang mengekor di belakang.


Zoe dan Qausar tak menjawab mereka hanya menunduk takut.


"Apa tak ada yang mau menjawab?" Tanya Pak Haris kembali.


Qausar mengangkat wajah nya menatap Pak Haris.


"Dokter Zoe mengambil semua pasien saya pak" Balas Quasar mendelik pada Zoe.


"Apa benar dokter Zoe?" Tanya Pak Haris pada Zoe.


"Bukan saya yang meminta pak, tapi pasien nya sendiri yang datang pada saya" Balas Zoe membela.


"Tapi Pak, dokter Zoe memasuki semua ruangan pasien saya" Tambah Qausar juga membela.


"Baik, Dokter Zoe di sini sudah ada aturan yang tertera bahwa dokter lain tidak bisa mengambil pasien yang sudah memiliki dokter bimbingan nya" Tutur Pak Haris.


Mampus lu kumbang!! Gue menang. Batin Qausar senang.


Kepala rumah sakit di sini gak asik, apa-apa gue yang salah. Batin Zoe kesal.


"Dokter Zoe dan dokter Qausar untuk keslahan yang di perbuat karena keributan, kalian di kenai sanksi untuk membersihakan rungan saya" Tutur Pak Haris.


"Ta-tapi Pak, dokter Qausar yang salah" Bela Zoe.


"Tak ada tapi, kerja kan" Balas Pak Haris melenggang pergi.


Zoe dan Qausar saling lirik, Zoe meninggalkan Qausar sendirian sedang kan Qausar melenggang pergi menuju ruangan pasien nya.


Masih di dalam ruangan Lidya, salah seorang dokter bernama Liji dokter anak juga masuk ke dalam ruangan Lidya.


"Ada gosip, ada gosip" Tutur Liji duduk di sebelah bangku Akia.


"Kebiasaan kalo masuk gak ketok dulu" Balas Lidya.


"Maaf dokter Lidya" Tutur Liji tersenyum.


"Eh ada gosip apa?" Tanya Akia penasaran.


"Eh iya gosip apa?" Tambah Lidya serius.


Tadi marah, mendengar kata gosip lagi langsung baik.


Gerutu Liji.


"Tadi di koridor bangsal VVIP ada yang ribut" Tutur Liji serius.


--


Vote dan like nya yuu gais kencengin...

__ADS_1


__ADS_2