
Liji antusias memberi tahu kan gosip yang tengah beredar di rumah sakit milik keluarga Harson ini.
"Siapa yang ribut?" Tanya Akia penasaran.
"Dokter Qausar dan dokter Zoe" Balas Liji dengan wajah serius nya.
Mendengar nama Qausar di sebut, Lidya kaget hingg menggebrak meja kerja nya. Akia dan Liji merasa aneh dengan tingkah laku Lidya yang arogan setelah mendengar nama Qausar di sebut.
"Apa-apaan sih dokter Lidya?" Tanya Akia yang kaget mengelus perut buncit nya.
"Iya apa-apaan dokter Lidya ini, kasian calon anak dokter Akia. Kaget ya nak?" Tambah dokter Liji mengelus perut Akia.
Aduh kenapa sih aku setiap nama Qausar di sebut aku selalu refleks mengkhwatir kan nya?. Batin Lidya.
Lidya duduk kembali di meja bangku nya sambil tersenyum memperlihat kan gigi putih nya yang berjejer rapih.
"Maafin aunty ya Akia junior?" Tutur Lidya tersenyum.
"Iya aunty, dede maafin" Balas Akia menirukan suara anak kecil.
Lidya dan Liji tertawa mendengar suara yang Akia tirukan.
"Eh iya kenapa dokter Qausar dan dokter Zoe ribut?" Tanya Akia lagi.
"Iya kenapa?" Tambah Lidya.
"Ah iya kalo gak salah, dokter di bangsal umum banyak membicarakan keributan mereka. Kata nya sih dokter Qausar marah gara-gara pasien nya di ambil dokter Zoe semua" Balas Liji.
Akia dan Lidya memandang satu sama lain, dan dari arah pintu datang Qausar dengan wajah kacau nya. Qausar mengambil bangku lalu duduk di sebelah Liji.
Nampak Akia, Lidya dan Liji memandang pada arah Qausar bersama, Qausar yang merasa risih dengan pandangan ketiga wanita itu kemudian memandang balik.
"Apa kalian akan terus menatap ku?" Tanya Qausar dengan wajah kacau nya.
Akia, Lidya dan Liji mengalihkan pandang nya ke sembarang arah, Akia yang pura-pura mengelus dan berbincang dengan perut nya, Lidya yang pura-pura sibuk dengan berkas nya dan Liji yang tidak tahu harus apa malah memeriksa tangan Qausar menggunakan stetoskop yang di bawa nya.
"Ais apa-apaan kalian ini, ini lagi apa dokter Liji?" Tutur Qausar menarik tangan nya dari dokter Liji.
Akia, Lidya dan Liji saling pandang.
"Mau tahu kenapa aku ribut?" Tanya Qausar.
Ketiga wanita itu langsung memandang ke arah Qausar bersamaan.
"Mau!!" Balas Akia, Lidya dan Liji serentak.
"Kalau masalah gosip kalian serentak yah" Balas Qausar menghela nafas nya.
__ADS_1
Qausar menceritakan bagaimana ia dan Zoe bisa bertengkar.
--
Lain dengan Akia, Sean di kantor nya di sibukan dengan meeting para wakil deri berbagai perusahaan untuk membicarakan perjalanan bisnis mereka ke Milan esok.
Di rencanakan Sean akan membangun kembali perusahaan yang kesekian kali nya di Milan, Sean akan menghadiah kan perusahaan itu kepada anak nya nanti setelah lahir.
Usai meeting selesai Sean kembali ke dalam ruangan nya di ikuti oleh Satya, Sean duduk di kursi kebesarannya.
Ponsel milik Satya bergetar, Satya merogoh ponsel nya yang sejak tadi bergetar. Satya melihat nama Zack tertera di layar ponsel.
*Ya hallo tuan, apa ada yang bisa saya bantu?. Tutur Satya tegas.
*Will kemana? Kenapa ponselnya tidak aktif. Balas Zack.
*Barusan tuan Sean sedang ada meeting sehingga ponsel nya beliau of kan. Tutur Satya menjelaskan.
*Berikan ponsel mu pada Will. Balas Zack.
Satya mendekat pada Sean yang tengah tersandar dengan mata tertutup.
"Tuan" Tutur Satya keras.
Sean tersentak mendengar suara Satya yang keras dan lantang.
Satya menyondorkan ponsel nya membuat Sean kebingungan.
"Aku tak mau ponsel mu, ponsel mu jelek. Lagi pula aku mempunyai ponsel yang bagus dari mu" Tutur Sean.
Haduh tuan, aku tuan banyak uang tapi maksud ku bukan untuk memberi tuan ponsel ku. Batin Satya menggerutu.
"Maaf tuan saya buka memberi tuan ponsel, tapi saya memberi tuan sambungan telpon dari tuan Zack" Balas Satya mengutarakan niat nya.
"Oh bilang dari tadi dong" Tutur Sean mengambil ponsel Satya.
Saya kan belum selesai bicara tuan, tuan sudah main potong saja dan pada akhirnya nya saya juga yang salah. Batin Satya sabar.
Sean memulai berbicara dengan Zack lewat ponsel Satya.
*Ya ada apa?. Tanya Sean tanpa basa-basi.
*Kapan proyek Milan mu akan di laksanakan?. Tanya Zack balik.
*Aku akan melihat dulu luas tanah nya besok, memang kenapa?. Balas Sean bertanya.
*Aku akan ke Indonesia besok, mengurus hal penting bersama dengan Lidya. Tutur Zack.
__ADS_1
*Nah baguslah, jika kau kemari jagalah Akia untuk ku karena besok Satya akan ikut dengan ku. Balas Sean.
*Aunty dan uncle kan ada Will. Tutur Zack.
*Mereka masih di Bali, mereka belum ingin pulang Zack. Balas Sean mendengus.
*Baiklah biarkan aunty dan uncle bulan madu lagi dan besok aku akan menjaga Akia untuk mu, saudara ku. Tutur Zack tertawa.
Sean mematikan ponselnya lalu memberikan nya pada Satya lagi.
"Ganti ponsel mu, ponsel mu sudah keluaran zaman Satya!" Tutur Sean.
"Baik tuan" Balas Satya keluar dari ruangan Sean.
Pria dingin itu bagaimana mau menang taruhan dengan ku jika ponsel saja buluk, dan tak banyak bicara. Wanita mana yang mau? Pasti kau iri melihat kemesraan ku dengan Akia-ku. Batin Sean memirkan Akia.
Karena kelelahan Sean tertidur tanpa mengaktifkan ponselnya, Sean tertidur dengan bayangan Akia dan calon anak nya nanti.
--
Satya keluar dari ruangan Sean dengan wajah lesu nya, Satya memasuki ruangan nya memandang ponsel buluk nya.
"Apa ponsel ku buluk? Aku rasa ini masih baru" Tutur Satya memandang ponsel merek jeruk nya.
Ponsel merk jeruk yang perusahaan microsoft luncurkan tahun kemarin adalah ponsel canggih yang di rancang dengan berbagai komponen pintar, tapi dengan mudah nya Sean berkata jika ponsel Satya adalah ponsel buluk.
"Ponsel ku masih baru tuan, apa mata mu tak berkedip tuan" Hardik Satya memukul meja.
Bagaimana tersambar petir pintu ruangan Satya terbuka menampakan Sean yang berdiri di ambing pintu menatap Satya yang sedang menghardik nya.
"Kau sudah berani menghardik ku ya?" Tutur Sean mendekat pada Satya.
Satya beranjak berdiri dengan tegap.
"Taruhan kita di percepat! Dan hukuman untuk mu karena menghardik ku, gaji mu akan di potong sebesar 50% lalu di bagikan kepada anak yatim piatu. Apa keberatan saudara Satya?" Tutur Sean mendelik.
"Tidak tuan" Balas Satya tegas.
"Baik jika begitu, antar aku ke rumah sakit" Tutur Sean melenggang keluar dari ruangan Satya.
Apa tuan paranormal? Mengapa datang di saat saya menghardik tuan. Batin Satya menyesal.
Satya mengikuti Sean keluar untuk mengantar nya ke rumah sakit.
--
Ayo bantu author dengan cara like dan vote..
__ADS_1