Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner

Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner
Bau


__ADS_3

Pagi hari yang cerah membangun kan tidur Sean, Sean mengerjapkan mata nya memandang seisi kamar untuk mencari keberadaan Akia.


Kemana istri ku? Pagi-pagi sudah tak ada, tidak memberikan morning kiss pula. Sean menggerutu.


Sean masih merebahkan tubuh nya di ranjang dengan mata yang melek melihat langit-langit kamar nya, pintu kamar terbuka menampakan Akia yang menggendong Gabriel.


Sean menoleh lalu langsung menghampiri Akia dengan kekesalan nya di pagi hari.


"Kenapa wajah mu? Seperti nya sedang kesal?" Tanya Akia merebahkan Gabriel di ranjang nya.


"Morning kiss" Balas Sean memajukan bibir nya sambil menutup mata nya.


Akia tertawa melihat aksi Sean di pagi hari, Akia menyentil mulut Sean dengan tawa nya.


"Aw.. Sakit" Tutur Sean mengusap bibir nya.


"Ada Gabriel, aku tak mau jika mata Gabriel yang masih suci ternodai oleh morning kiss orang tua nya" Balas Akia fokus pada Gabriel.


"Ta-" Tutur Sean belum selesai berbicara namun sudah di bekam mulut nya oleh Akia.


"Cepat mandi, aku hari ini ada oprasi pasien ku" Balas Akia merapihkan baju Gabriel.


"Apa tidak libur? Ini hari minggu sayang, qualitime" Tutur Sean heran.


"Apa kau sudah lupa? Aku ini dokter bukan pengusaha seperti suami ku ini, lagi pula aku bekerja sebentar karena shift sore dokter Qausar yang menghandle" Balas Akia menjelaskan.


"Apa begitu?" Tutur Sean.


"Tentu saja, dan jangan lupa usia usai pekerjaan ku selesai kita harus bertemu dengan dokter Liji untuk membahas soal Gabriel" Balas Akia menggendong Gabriel yang sudah mulai menangis.


"Ya sudah Baiklah" Tutur Sean tak semangat.


"Sanah mandi, suami ku ini sangat bau!! Jangan sentuh Gabriel yang wangi!!" Balas Akia menjauhkan Gabriel dari Sean.


Sean pun patuh kepada semua ucapan Akia yang di kata kan nya, karena Sean tidak mau menjadi suami keras kepala seperti dulu sebelum menikah.


--


Hari Minggu yang cerah saat nya Satya libur dari pekerjaan namun jika Sean membutuh kan nya Satya akan siap siaga datang dengan cepat.


Nampak Satya keluar dari apartemennya menggunakan hoodie dan celana kasul di lengkapai dengan sepatu sport nya yang berwarna hitam.


Satya berlari untuk olahraga pagi di taman dekat apartemennya, baru beberapa meter berlari ponsel Satya berdering. Satya berhenti sejenak kemudian meraih ponsel yang Satya letakan di saku hoodie nya, nampak nama ketua proyek Milan menelpon nya.


*Maaf tuan Satya mengganggu acara wekeend nya. Sapa ketua proyek Milan.

__ADS_1


*Ya, ada apa?. Balas Satya tegas.


*Proyek Milan sudah hampir beres tuan. Tutur ketua proyek Milan.


*Saya akan memberitahukan kelanjutan nya nanti, setelah saya bertemu dengan tuan Sean. Balas Satya.


*Baik tuan. Tutur ketua proyek Milan.


Bagi seorang Sean billioner muda membangun gedung yang besar tak perlu memerlukan waktu yang cukup lama, semua Sean bisa lakukan dengan waktu cepat dan singkat dengan kekuasaan nya yang ada.


Satya mematikan panggilan telponnya, Satya berlari kembali dengan tangannya yang memasukan ponsel kemabli ke hoodie tanpa melihat ke arah jalan.


Bruk..


Satya menabrak seseorang tanpa di sengaja, Satya membantu orang yang Satya tabrak untuk berdiri. Satya berjongkok untuk melihat seorang wanita yang Satya tabrak, si wanita yang wajah nya tertutup rambut menyibakan rambut nya perlahan.


Satya kaget karena yang Satya tabrak ialah dokter Liji, begitu pun dengan dokter Liji.


Kenapa jantung berdebar kencang setelah tahu jika tuan Satya yang menabrak ku, tadi aku ingin menghardik nya. Batin dokter Liji gerogi.


Apa? Dokter Liji, tetap biasa Satya. Batin Satya mengelak.


Satya yang tadi nya ingin membantu berubah menjadi berdiri mematung di hadapan dokter Liji yang masih terduduk karena bertabrakan dengan Satya.


Dokter Liji terbangun lalu membersihakan pakaian nya dari debu.


Kenapa meminta maaf? Saya yang salah dok, tapi biarlah. Batin Satya acuh.


"Ya" Balas Satya dingin.


"Terimakasih, jika begitu saya permisi untuk segera membeli kebutuhan saya di London" Tutur Liji pamit.


London? Zack di sana? Apa mereka akan berkencan? Tidak boleh terjadi!. Batin Satya tak terima.


Satya menoleh pada Liji yang hampir menjauh dari pandang nya, Satya mengejar dokter Liji lalu menarik tangannya. Liji sontak kaget tangannya di tarik seseorang.


"Tuan Satya, ada apa lagi?" Tanya Liji kaget.


Liji melirik pada tangan Satya yang menggenggam tangannya, tahu akan hal itu Satya dengan buru-buru melepaskan nya.


"Maaf, maaf juga tadi saya salah" Balas Satya kaku.


"Tidak apa, jika begitu saya permisi tuan. Jadwal saya sedang padat hari ini" Tutur Liji.


"Kenapa memang? Hari ini kan hari libur" Balas Satya kaku.

__ADS_1


"Libur bagi tuan Satya tapi tidak libur bagi seorang dokter, saya shift siang dan waktu pagi hari ini saya manfaat kan untuk membeli kebutuhan saya selama di London, siang nya saya bekerja untuk memeriksa bayi dokter Akia dan tuan Sean" Tutur Liji menjelaskan.


Mereka benar-benar akan berkencan. Batin Satya kesal.


"Baiklah, pergi!" Balas Satya kesal.


Liji keheranan dengan sikap Satya namun Liji tak ambil pusing, Liji pun pergi meninggalkan Satya yang mematung.


"Pergi, pergilah. Wanita memang tak pernah mengerti perasaan pria" Gerutu Satya kesal.


Kekesalan nya di pagi hari membuat Satya tak lagi semangat untuk berolahraga, Satya memutuskan untuk kembali ke apartemennya.


--


Akia sudah berada di ruang oprasi dengan Firally dan staf yang membantu, Akia harus menjalankan oprasi pada pasien dengan teliti dan hati-hati. Sebagai dokter idola Akia tak pernah ingin gagal dalam hal mengoprasi pasien nya.


Bukan masalah karir tetapi Akia tak ingin menjadi dokter yang gagal dalam ruang oprasi terkecuali jika memang sudah kehendak tuhan.


3 jam di ruang oprasi dan dengan doa Akia oprasi pun berjalan dengan lancar dan di nyatakan berhasil, Akia keluar dari ruangan oprasi bersama dengan Firally yang membawa sebuah catatan medis.


Baru saja keluar Akia sudah di sambut oleh suami dan anak nya yang menunggu di depan ruang oprasi.


"Dokter Firally duluan saja, saya nanti akan menyusul" Tutur Akia.


"Baiklah" Balas Firally terlihat tidak semangat.


Akia menghampiri Sean yang tengah mendorong kereta bayi, Akia melihat jagoan kecil nya yang tertidur di dalam kereta bayi.


"Apa tadi itu adik dokter Qausar?" Tanya Sean terus fokus pada Firally yang mulai menghilang dari pandang nya.


Akia menoleh pada Sean, "Iya, dia dokter Firally. Dokter muda" Balas Akia tersenyum.


Sean kesal Akia tersenyum usai mengatakan Firally dokter muda.


"Jangan tersenyum!" Tutur Sean keaal.


"Kenapa?" Balas Akia heran.


"Senyuam mu untuk ku dan Gabriel saja!" Tutur Sean.


"Cemburu huuu" Balas Akia ingin menggendong Gabriel namun Sean menghalangi nya.


"Jangan sentuh, cuci tangan mu sayang. Kau bau darah!!" Tutur Sean mendorong kereta bayi meninggalkan Akia yang tersenyum dengan tingkah laku Sean.


--

__ADS_1


Maaf author jarang up, vote dan like nya yuu nurun terus:(


Gomawo


__ADS_2