Dua Garis Muncul

Dua Garis Muncul
jum mau di panggil dengan sebutan bunda


__ADS_3

Jum melangkah masuk ke kamar nya, setelah selasai sarapan,aku bangkit dan mengambil minyak kayu putih yang di dekat meja, melihat ku masuk Jum menaruh hp nya di meja, dan berbalik kepada ku kelihatan sedang membaca pesan dari seseorang, siapa lagi?.


Aku mengambil beberapa tetes minyak kayu putih dan mengoleskan nya ke leher dan punggung Jum, sebenar nya dia sudah ku anggap seperti adik ku sendiri, ya adik, yang kurang ajar mengoda suamiku dan berhasil membuat nya jatuh kepelukanya.


"Kamu masuk angin ini Jum, nanti mintak kerokin sama yuk Titik atau Hani, mangkanya jangan begadang malam Jum, kamu semalam ngapain aja kenapa gak tidur? ".


Tubuh Jum menegang saat mendengar pertanyaan ku,sayang sekali tidak nampak wajah oleh ku karna dia menunduk.


"Eee gak, begadang kok bu".


"Yakin gak begadang?, semalam ibu beberapa kali kebangun kamu kayak lagi ngoborol dengan seseorang".


Tubuh Jum lebih menegang lagi terlihat urat leher nya.


"Ooh cuman sebentar kok bu, menelfon dengan mamak di kampung"


"Malam-malam neng,telepon orang tua?, jam satu malam loh? ".


"Ibu beneran Jum teleponan! ".


"Iya, emang nya kenapa? "dia diam.


"Jadi pacar kamu siapa?Anto apa Tarno? ".


Aku mengalihkan ketegangan nya, dia yang sedari tadi menahan nafas, kemudian melepaskan nya perlahan.


"Kok diam, apa kedua nya pacar kamu".


"Iihhh bu".

__ADS_1


"Loh, apa bapak juga pacar kamu?"aku menatapnya tajam, sedangkan dia menunduk.


"Terus kenapa tadi kamu manggil mas,mas ke bapak?".


"Enggak kok bu, tadi saya cuman lagi kalut aja lagi muntah-muntah bu, jadi manggil, eeee manggil mas Anto bu".


Dia tampak ragu menyebut nama itu.


"Anto siapa kamu? pacar kamu? "dia mengaguk sedikit agak ragu.


"Oohh jadi jelas pacar kamu Anto ya, hati-hati kalau pacaran jangan terlalu jauh, apalagi sampai mau di ajak begituan, nanti hamil baru berabe, kalau dia gak mau tanggung jawab".


"Enggak,kok, bu".


"Soal nya ibu sampai kaget kamu muntah-muntah dan heran dengar kamu manggil mas,ibu kira manggil ke bapak".


Jum menggeleng perlahan, dan wajah nya sedikit murung, aku heran kenapa dia senekat itu,menyebut kata mas kepada Mas Mail, dan aneh nya sekarang dia malah mengkerut seperti itu, aku pikir dia akan berani jujur sama aku, ternyata dia tidak sama sekali, apa karena dia sudah di ancam oleh Mas Mail melalui pesan yang tadi.


"Oh iya bu, Sri, Jum cuman sekali aja kok bu".


"Ya oke, ibu berangkat kerja dulu, besok ibu akan nambah satu orang pekerja lagi yang kerja di sini buat jagain Sifaya dan Nia, biar kamu gak capek dan kesepian, nanti tidur nya berdua ya di kamar ini".


"Eeehhh,bu,kenapa di tambah?, saya sendiri masih bisa kok jagain si kakak dan si adek bu".


"Kenapa Jum, kok kamu gak setuju? "


"Eh terserah ibu sihh, Jum cuman kasih saran aja bu"rambut panjang hitam sebahu nya


sedikit tersentak.

__ADS_1


Aku tak melanjutkan pembicaraan ini,jelas dia tak mau ada orang lain yang membuat kedekatan nya, dengan suami tercinta nya terganggu.


"Ya sudah,ibu berangkat dulu, uang jajan di tempat biasa, bonus buat kamu ibu tambahin, di ambil aja ya" lalu aku pergi meninggalkan nya.


Baru sampai di pintu gerasi, aku mendengar dia mengumpat kasar.


"SIALAN".


Ckckckckckckck, ternyata Jum tak selugu yang ku kira.


Pukul sepuluh ku kembali ke rumah dengan mengendap-ngendap, pengen tahu apa yang di lakukan jum,jam segini.


Kuintip jendela kamar ku yang memang sengaja ku sibak lebar, Jum sedang duduk dengan anak-anak sambil memegang boneka masing-masing.


"Mbak Jum pegang boneka yang besar, mbak jadi kakak kita berdua, aku dan Nia jadi adek nya".


"Asyikk aku di panggil Bunga aja nya, aku suka di panggil Bunga"sahut si kecil.


"Boleh, boleh, boleh"ucap si kakak.


"Hah kalau mbak, jangan di panggil mbak lagi,kalian bedua panggil mbak dengan sebutan BUNDA,ya.... mulai sekarang biasakan panggil bunda ya"ucap Jum sambil menunjuk ke arah anak-anak ku.


"Iya, bukan saat main aja panggil bunda nya, saat udah selesai main nya tetap panggil mbak bunda nya, cuma saat ada mama aja panggil mbak ya, oke anak-anak".


"Kok gitu mbak, kalau sudah selesai main boneka-boneka ya,ya sudah selesai mbak,kok masih di panggil bunda, mbak Jum kan mbak yang ngasuh kami"si kakak yang sudah nalar nya mencoba mengkritis.


"Hiiizzss, kalian ini sebentar lagi mbak juga akan jadi bunda kalian, kalian mau kan punya adik kecil lagi?, mau kan ada bayi di keranjang bayi lagi, kan bisa di mainin-mainin gemes kan".


"Iihhh, beneran mbak bisa kasih Sifaya dan Nia adik benaran bukan bo'ongan kan? "

__ADS_1


"Ya benaran lah, kan di perut mbak ada adik bayi, nihh lihat perut mbak besar, nanti brojol jadi adik bayi deh,jadi adik kalian yang lucu di rumah ini".


"Wow, amizing, yes, yes, yes, yes, aku mau"ujar Sifaya dengan kegirangan,si kecil Nia berlonjak kegirangan.


__ADS_2