Dua Garis Muncul

Dua Garis Muncul
kanyataan yang pahit


__ADS_3

Jantung ku berdetum hebat menyaksikan pemandangan itu,jadi tespek, pil kab dan ****** itu. kini pikiran mengarah ke satu pelaku,Mas Mail.


Aku mundur perlahan menuju kamar,tubuh ku bergetar hebat,nafas ku tersangal,air mata mulai berjatuhan tak terkendali, kubekap mulutku agar tidak mengeluarkan suara dan segera pergi kekamar mandi lalu menguncinya.


Jadi benar dugaan ku, di antara mereka ada hubungan terlarang yang tak pernah ku sadari sebelumnya, sangat keterlaluan apa yang mereka perbuat di rumah ini, bahkan ketika aku berada di rumah ini.


Tak ku bayangakan apa yang sudah terjadi ketika aku sedang tidak ada di rumah, mungkin sudah puluhan ****** yang sudah di buang tampa ku sadari.


Baik Lina cukup menangis nya, berpura-pura tak tau adalah jalan yang terbaik saat ini,terlalu dini jika aku melabrak mereka berdua sekarang, aku tak bodoh, lebih baik ku kumpul kan bukti agar ketika aku siap membuka semua nya, meraka tak akan bisa lagi mengelak.


Percuma jika saat ini aku mencegah hubungan mereka, toh mereka sudah terlanjur berbuat sejauh ini,tak ada guna nya, yang terpenting saat ini aku hanya perlu menguatkan diri ku,bahwa semuanya baik-baik saja dan tetap bisa tersenyum ceria seolah tidak terjadi apa-apa di depan anak-anak ku dan juga mereka.


Senin siang ku mulai aksi ku, ku kenakan masker agar tidak ada yang mengenali ku, mengintai rumah dari kejauhan menanti Mas Mail datang, ya setelah hari minggu libur filing ku dia akan datang ke rumah siang ini, benar tak menunggu lama,mobil Mas Mail terpakir di depan rumah.


Lima menit ku menyelinap masuk ke halaman rumah, lalu bersembunyi di balik jendela kamar ku sendiri.

__ADS_1


"Adek, kakak, nonton kartun dulu nya, mbak Jum mau membersihkan kamar mandi dulu"ucapnya.


Lalu terdengar pintu di tutup,pintu kamar ku.


"Gimana?".


"Aman mas, anak-anak kalau nonton kartun,anteng mas"jawab Jum.


Apa? mas? jadi dia sudah memanggil Mas Mail dengan sebutan "MAS"ku bayangkan mungkin sudah puluhan bahkan ratusan kali kebersamaan mereka, dalam buaian cinta terlarang, sehingga sudah tak cagung-cagung lagi jum menyebut suami ku dengan panggilan mas nauzubillah.


Sayang? itu suara Mas Mail, ternyata semudah itu menyebut sayang ke wanita lain, kupikir selama ini aku saja wanita satu-satu nya yang mendapat panggilan spesial itu, dibohongi mentah-mentah aku selama ini.


Terdengar tawa kecil Jum,mungkin sedang di goda oleh suami ku.


Hanya perlu menunggu sekitar tiga menit sampai kemudian aku sudah mendengar suara desah-******* yang menjijikan itu, suara Jum terdengar begitu menggoda, sudah lihai dan tau membuat lelaki terbuai dengan rupa gadis kecil itu.

__ADS_1


Darah ku mendidih, emosi ku memuncak menyaksikan sendiri permainan ranjang suami ku dengan seorang pembantu. Tujuh tahun menikah, aku baru sadar dan tau siapa yang ku nikahi?,dan Jum,ART yang sudah ku anggap seperti keluarga sendiri,ternyata dia memilih menjadi perusak rumah tangga ku.


Tapi tenang saja aku tidak menyia-nyiakan apa yang sudah ku saksikan,semua sudah terekam kamera di dalam kamar yang sudah ku pasang di kamar ku.


Sepekan berlalu, hari minggu aku dan Mas Mail biasa mengajak anak-anak jalan ke mall, tapi kali ini aku tak berniat mengajak mereka.


"Ma, kelihatan nya mama capek, kalau gitu biar papa dan anak-anak saja yang pergi,kasihan mereka bosan di rumah"Mas Mail berinisiatif.


"Hem"aku hanya begumam saja.


"Oh, tapi papa ajak Jum ma,nanti di arena bermain takut anak-anak jatuh ma, kalu gak ada yang jagain,soalnya papa sambil meeting disana dengan rekan bisnis,nggak bisa fokus jagain anak-anak".


Deg!!!


Tiba-tiba hati ku merasa tidak enak,kalau dulu tak kan curiga dengan ucapan Mas Mail, sekarang aku tak bisa mengabaikan nya dengan semudah itu.

__ADS_1


__ADS_2