
Aku baru sadar ternyata Mas Mail berbicara begitu manis kepada Jum,ingin mengalihkan perhatian Jum. Di belakang Jum ada dua orang yang sedang memanjat tower untuk mendekati nya.
Seperti nya itu anggota kepolisian bisa di lihat dari postur tubuh dan gaya rambut cepak nya.
"Oke aku janji sama kamu Jum, tapi kamu turun dulu ya Jum".Mas Mail membujuk Jum.
Aku teramat sedih dan sedikit risih.Entahlah.Tapi aku sudah mengikhlaskan untuk berpisah dari Mas Mail, rasa nya masih ada rasa yang tertinggal untuk Mas Mail, mungkin aku harus berusaha sedikit lagi untuk membuang semua nya, agar aku bisa terbebas dari Jum dan Mas Mail.
Ku dengar warga berteriak,karena Jum tak mau di selamat kan dia menyadari akan di salamatkan,oleh sebab itu dia memanjat ke atas tower dengan tergesa dan cepat,dalam usaha dia memanjat lagi ke atas,Jum terpeleset ke bawah dan jatuh ke bumi !
Debum. Prakkk !!!!!.
Warga yang melihat seketika langsung histeris menyaksikkan ini semua.Tubuh Jum tak bergerak lagi di bawah,jatuh dari ketinggian yang lumayan, mungkin saja bisa dia tak selamat lagi.
Tapi senang ku meliahat Jum jatuh dari ketinggian itu hanya sesaat saja, aku langsung saja beristgfahar sambil memegang dada ku. Warga tidak ada yang berani mendekat, sedang kan Anto dan Mas Mail hanya melongo dan mematung menyaksikan semua ini.
__ADS_1
Entah apa yang terjadi pada diri ini, ada saja dorongan untuk menghampiri dia, dan mengecek keadaan nya agar masih bisa di selamatkan,aku segera berlari ke arah Jum, ku lihat Alhamdulillah tak ada darah,ku pasti kan masih ada tanda-tanda kehidupan pada diri Jum,aku tak ingin dia mati, entah untuk apa aku berharap begini?.
Mungkin hati kecil ku masih berkata, agar tidak perlu membenci terlalu dalam dan nalarku masih jalan,tak perlu bunuh diri karena depresi yang dia hadapi saat ini, ku pegang nadi tangan ternyata melemah. Ada dua orang polisi yang sudah ada di samping ku membawa tandu.
"Kita bawa ke rumah sakit bu".
Aku mengaguk menjawab ucapan Pak polisi.
ketika tubuh Jum di angkat ke tandu aku melihat kaki dan tangan nya bergerak tampa tumpuan,seperti lepas dari sendi-sendi nya, YA ALLAH, kaki dan tangan nya patah!!!.
Aku dan Mas Mail ikut mobil polisi menuju rumah sakit.
Perjalanan ke rumah sakit kali ini sedikit menakutkan,tubuh yang tergeletak di tengah-tengah kami nampak tak ada tanda kehidupan,nadi nya sudah tak teridentifikasi oleh ku lagi,aku yakin Jum belum mati.
Di sebelah ku Mas Mail nampak diam terpaku, aku tak ingin menatap wajah nya, aku biar kan saja dia merasakan ke sedihan nya sendiri tampa ada aku yang mengganggu nya.Tak lama aku rasa ada tangan yang menyentuh punggung tangan ku, ku menoleh ternyata Mas Mail, dan dia tersenyum kepada ku.
__ADS_1
"Mas bangga dan kagum dengan kamu dek"ucapnya kepada ku.
"Kamu mau bilang terima kasih karena aku sudah menyelamatkan istri ke dua mu?"tanya ku pada nya.
"Enggak,mas mau bilang terima kasih, karena kejadian ini bisa membukakan mata mas bahwa kamu sebuah berlian".
Aku diam, dan sedikit kesal dia pikir selama ini aku apa, debu yang tak terlihat, karena itu dia tega menduakan aku dengan Jum.
"Dari dulu kau adalah berlian yang tak mas sadari dek, cuman mas saja yang buta dan di benturkan dengan banyak masalah dan ke egoisan mas sendiri, mas baru sadar, seorang berlian tetap lah berlian ".
"Sudah lah mas,nggak usah bahas ini lagi gak penting, yang terpenting sekarang adalah menyelamat kan Jum dan bayi yang ada dalam kandungan nya, sebab siapa tahu itu adalah anak mas? ".
Aku tak ingin pembahasan ke lain lagi, aku sudah merelakan Mas Mail dengan Jum hidup bersama,tak perlu di bahas lagi untuk saat ini karena akan menambah luka, perih dan sakit di dalam ini yang belum sembuh, saat ini yang terpenting adalah keselamatan Jum, bisa di selamatkan atau tidak.
Sesampai nya di rumah sakit untung ada Dokter dan suster yang sudah standby di IGD, jadi Jum bisa di tangani dengan cepat, setelah menjalani berbagai proses prosedur rumah sakit aku dan Mas Mail di panggil oleh Dokter agar untuk mendengarkan penjelasan Dokter.
__ADS_1
Jum mengalami geger otak, dan patah tulang di kaki dan tangan sekarang Jum dalam mas koma dia harus bisa melewati masa kritis nya dalam beberapa hari ini, setelah itu baru di lakukan operasi pembenaran kaki dan tangan nya.