
Mata mas Mail terbelalak melihat kelakuan Jum,anak-anak menjadi ketakutan dan memeluk erat tubuh papanya.
"Jawab sekarang mas, jangan di tunda-tunda lagi !!!"ucap Jum cukup menantang Mas Mail.
Lelaki itu susah untuk mengeluarkan nafas nya, dan menelen ludah nya dalam-dalam, nah tau kamu mas, siapa yang kamu hadapi,ku lihat situasi sudah mulai tak sehat.
"Maaf pa, ma,rembukan ini sudah selasai kan Lina ijin pamit dulu ma, pa",ku cium kedua tangan orang tua ku dan mertua,juga di ikuti oleh sikecil-kecil.
Aku segera menarik kedua tangan anak ku agar segera menjauhi ruang rembukkan, aku tak ingin membuat anak-anak ku menjadi schok dan heran dengan sikap Jum yang mereka tau Jum kalem dan lembut,tidak seperti sekarang berteriak-riak seperti orang kesurapan.
Segara ku menuju mobil.
"Pak Yanto kita pulang ya pak!!!".
Mobil ku berjalan meninggal kan parkiran tersebut, lebih baik aku pergi dulu, agar kewarasan ku masih tetap ada,aku takut membuat kedua anak ku menjadi takut, semua sudah berakhir,perselingkuhan Mas Mail dengan Jum sudah terungkap, bahkan lama-lama di sana membuat ku muak dan juga jijik.
__ADS_1
"Ma, papa di tinggal nggak apa-apa ma".
"Nggak apa-apa sayang, biar papa mandi dulu kan papa bau kecut, nanti kalau sudah selesai biar papa yang nyusul kita, oke sayang".
Ku peluk anak-anak ku dengan hati yang perih,sakit dan terluka amat dalam namun tak mampu untuk menangis di hapan malaikat kecil ku ini.
******
Ternyata sudah seminggu saja berlalu dari kejadian pahit tersebut, aku bisa hidup tampa Mas Mail di sampaing ku, dan kami baik-baik saja, Mas Mail memintak tinggal terpisah dari kami, karena proses percerain sudah masuk ke pengadilan dan kami juga akan segera berpisah secara agama dan hukum, meski sampai sekarang Mas Mail tidak menjatuhkan talak kepada ku.
Sampai pada hari ke sembilan Mas Mail datang ke rumah, tidak ku gubris sedikit pun,dia datang hanya bermain sebentar dengan anak-anak lalu pulang,seperti itu terjadi terus, dia tidak ada niatan untuk mengajak aku berbicara sedikit pun.
Mungkin dia paham atas keputusan yang ku buat sudah bulat,sampai minggu siang ketika Mas Mail berkunjung kerumah, dia sedang bermain dengan anak-anak aku mendapat sebuah WA dari nomor yang tak di kenal.
( Kamu harus nonton adegan orang bunuh diri secara langsung, supaya kamu puas melihatnya)
__ADS_1
Aahhhh?apa maksud nya ini? dari siapa ini?, ku lihat Mas Mail, yang berdiri di ujung ruangan sana sedang memegang HP nya,apa dia juga mendapatkan pesan seperti ku.
"Mas...........!!"Aku menghentikan kata ku.
"Apa kamu juga dapat pesan kaleng itu dek?? " tanya Mas Mail.
"pesan dari nomor yang gak aku kenal......."aku berkata sambil berfikir ini dari siapa?.
Mas Mail berfikir dan sedikit menggigit bibir nya,berputar-putar di tempat, siapa yang berani meneror kepada nya dan aku.Tak lama dari luar terdengar suara ramai orang-orang.
"Suara apa itu bu?? "mbak Nana yang menatap ku, dia yang sedang membereskan main anak-anak langsung berlari ke ruangan tamu dan mengintip dari balik tirai jendela.
"Astagfirullah,ada apa di luar, ramai-ramai bu? "
Aku sedikit berlari ke ruangan tamu dan menyibak sedkit tirai jendela,ramai-ramai orang-orang itu meneriaki sesuatu yang di atas tower dekat rumah ku dan menunjuk-nunjuk ke atas.
__ADS_1