Dua Garis Muncul

Dua Garis Muncul
mbok bercerita tentang jum


__ADS_3

Semua sibuk dengan bisik-bisik tentang ke hadiran mbok Marni,aku merasa kasihan dengan mbok Marni, dengan tubuh yang sudah mulai tua, harus menanggu beban berat yang di beri kan jum kepadanya, tak lebih dari semua malu yang sangat besar.


"Mbok, coba si mbok ceritakan kehidupan Jum sebelum bertemu dengan Lina, biar kami semua bisa mengetahui sedikit tentang Jum mbok? "Ucapa papa kepada si mbok.


"Wah baik lah pak, saya bersedia memberitahu semua nya pak"ucap si mbok dengan semangat yang penuh.

__ADS_1


"Seperti ini lo bu, maaf ya bu sebelum nya atas kejadian ini bu,mbok mintak maaf sama Jum ya, kita ini harus jujur Jum kepada siapa saja yang kita temui, soal ne kita ni orang kecil Jum, biar lancar perjalan kita kalau ingin melakukan apa pun Jum, gini lo pak, bu, sebenar nya saya ini sudah kenyang dan letih dengan Jum pak, bu,entah dengan cara apa lagi saya mendidik nya,bahkan nama nya saja saya beri nama orang desa yaitu Juminten agar dia paham bersal dari desa,tapi bagaimana ya pak, nama nya orang beda-beda dalam di kasih ujian contoh nya saya di kasih dua anak dengan kelakuan,YA ALLAH sulit untuk di jelas kan pak, bu? ".


Mbok Marni mulai menangis mungkin menyenang perjuangan nya mendidik anak-anak nya, aku sebenarnya tak tega dengan mbok Marni,dia berusaha menghapus buliran air matanya,dan mulai berbicara pelan-pelan.


"Saya sebenar nya berbicara seperti ini agak sungkan pak, bu,soal ini keburukan anak saya, Jum ini usia enam belas tahun sudah tidak ikut saya lagi, dia ikut mbak nya merantau ke Jakarta katanya jadi SPG gitu, ya saya kurang paham, setiap kali pulang kampung kok tambah nakal, dan seperti anak-anak di kota,rambut ne di cat, merokok,aduhh pusing saya, nah semenjak mbak ya nikah dan di boyong suami nya Jum ikut bulek nya merantau ke Hongkong selama dua tahun,nggak betah balik kampung namun di kampung juga gak betah,cuma dua bulan sanggup di rumah, pergi lah dia merantau sendiri ke Jakarta, saya gak tau yang penting halal apa aja kerjaan nya, ndak lama ketumu bu Lina, mungkin meras cocok dengan buk Lina bekerja mangakanya agak lama kerja sama bu Lina, ya saya nggak nyaka Jum akan berbuat seperti ini, saya sedih sebenarnya bu, maafin Jum ya bu"

__ADS_1


Ku rasa Jum tak mau mendengar ucapan mbok Marni dia duduk di luar aula dengan tangan masih di borgol dan ada beberapa polisi yang mengawasi nya.


Semua keluarga telah menyimpulkan bahwa Jum memang bersalah dan jadi biang kerok dalam hal retak rusak nya rumah tangga ku, dan Mas Mail tetap bersalah dalam hal ini,mungkin Mas Mail masih bertanya kenapa aku tak menjagah perselingkuhan mereka jika sudah ku ketahui jauh sebulum penggerebekkan ini terjadi ya mudah saja bagi ku menjawab, toh mereka suka sma suka, mau sama mau, untuk apa mencegah nya karrna hubungan nya sudah terlanjur jauh begini.yang penting aku sekarang merasa puas melihat yang terjadi saat ini.


Setelah semua keluarga sudah mengularan saran, pendapat dan masukkan ,papa mengambil alih pembicaraan lagi.

__ADS_1


"Baiklah,kita lanjut lagi, dari semua yang kita dengar perselingkuhan ini terjadi karena ada unsur niat dalam hati dari awal nya, namun tidak di pungkiri juga Mail bersalah dalam hal ini, saya sebagai orang tua hanya mampu memberi saran dan masukkan atas apa yang akan di amabil keputusan oleh Mail dan Lina, lebih baik tabayyun dulu sebelum bertindak,jangan sampai ada kata penyeselan nanti nya,ya kita lihat saja ke depan nya lagi,masih bisa di pertahan kan atau tidak tergantung mereka berdua saja saat ini".


Ucap papa yang begitu bijak menurut ku, mungkin ini sudah mulai siang kemungkinan besar aula akan di pakai oleh orang balai desa untuk kinerjanya, jadi tidak bisa terlalu lama di aula ini.


__ADS_2