
Keadan semakin ricuh, dan ada beberapa warga yang mulai emosi, untung pihak kepoilisian masih bisa mengatasi ke marahan warga saat ini.
"Kami tidak terima kampung kami di kotori, iya pasangan mesum ini harus di usir dari kampung kami"teriakkan warga lagi tak kalah lantang nya.
"Bakar.... Bakar... Bakar... "teriak warga.
"Penjarakan....".
"Tahan.... ".
"Arak...... Arak.... Arak.... ".
Warga kompak mintak pasangan ini untuk di arak,warga sudah mulai marah dan mintak pasangan ini untuk di arak keliling kampung.
suasana semakin menjadi riuh.
"Selama ini kampung kami bersih pak, tak pernah ada yang berbuat seperti ini,harus di ambil tindakan tegas pak".
"Kami tidak terima kampung kami menjadi kotor, dan tempat berbuat mesum pak".
Sahut warga lain nya bersama.
"Sepakat".
Warga berkata kompak dan saling bersorak agar dapat yang meraka inginkan.
YA ALLAH, aku ngeri sekali lihat amukkan warga,para penduduk kampung yang beringas memprotes memintak pasangan mesum ini untuk di arak.
__ADS_1
"Arak saja pak, kami warga sekampung sudah sepakat untuk pasangan mesum ini di arak pak, kami tak terima kampung kami di kotori oleh pezina, Arak.... Arak..., ALLOHU AKBAR"ucap salah seorang warga mungkin perwakilan dari warga lain, dengan lantang di berbicara.
Mas Mail tiba-tiba sudah beridiri di luar di tarik oleh warga sekitar sini, dia yang bertelanjang dada nampak pasrah dan mengakat kedua tangan nya.
"Bapak yang punya rumah kan pak? kenapa bapak membawa pelacur ke dalam rumah ini pak? "ucap warga marah.
Wajah Mas Mail sudah pucat, percuma menjelaskan ke warga yang sedang marah, nanti malah di kira untuk membela diri,di tambah lagi suara disikitar Mas Mail yang berteriak bakar, bakar dan bakar
aku sebenarnya ingin berbicara kepada warga agar tidak ekstrim, mungkin mustahil karna warga sedang emosi, lalu ku cubo untuk membicarakan nya dengan salah satu anggota kepolisian untuk membantu agar suasana tidak terlalu panas.
"Tenang Bapak/Ibuk,kepada semua warga kami mohon tenang, pasangan asusila ini akan kami tindak,tapi biar kami yang mengurusnya, sekarang semua nya bubar"ucap pak RT kepada warganya.
"Oh, tidak bisa pak, sekarang ini sudah menjadi urusan kami pak, kami harus tau prosesnya pak, kami kenal dengan bapak yang menepati rumah ini,bapak ini sudah sering kesini dan modar mandir ke rumah ini, kami tidak terima kampung kami di kotori, kami cuman mintak bapak ini di bawa ke balai desa untuk di sidang oleh perwakilan desa yang lain, agar jadi contoh supaya tidak bisa berbuat seenaknya di kampung ini pak".
"Setuju..... ".
"Arak,bawa ke balai kelurahan".
"Atau bakar"teriak warga sudah mulai ramai.
"
Sepakat"sambung yang lain.
"
Ya ini masih jam tiga pagi,bagaimana kita menungggu menjelang pagi saja"petugas kelurahan.
__ADS_1
"Ya, kami akan bawa sekarang sebentar lagi juga pagi"ujar salah satu warga berbicara keras.
Kulihat papa Heri sudah duduk terkulai, memasrahkan semuanya kepada warga, dia tidak peduli lagi apa yang akan terjadi pada anaknya sendiri, hanya saja aku melihat mama Indah sedikit menangis melihat Mas Mail, aku paham, karena dia seorang ibu.
"Tenang ma, Mas Fahri sudah memenggil temen-teman nya dari kepolisian agar ke adaan nya menjadi kondusif ma".
Baru selesai mengucapkan itu tubuh mas mail sudah di lempar dengan sebungkus plastik berisi bensin oleh seorang warga,YA ALLAH,dia menyalakan korek api, aku menutup mata, tak sanggup melihat keadaan ini,ya ampun ngeri sekali warga kalau marah.
"Woiii jangan nak main hakim sendiri"terdengar suara gedebag gedebug.
"Tahan..... Tahan...... Tahan.... jangan buat ricuh woi.... ".
"Oke, borgol juga sepertinya berbahaya"seperti ucapan salah satu polisi.
"Oke aman!! ".
Aku membuka mata terlihat seorang di borgol keluar dari kerumunan warga, syukurlah korek api tak jadi sampai ke pada mas mail,meskipun aku mengingin kan mas mail di hakimi, tapi bukan penghakiman secara anarkis ini yang ku harapkan, aku menarik nafas ku dalam-dalam.
"Ayo-ayo arak sekarang nanti ke bablasan lagi, bawa kebalai desa sekarang sekalian bawa perempuannya"ucap salah satu warga.
"Yo.... Yo.... "ucap warga sepakat.
Terdengar suara serine keras dari mobil kepolisian warga langsung pecah, ada yang kabur ada yang kembali pulang dan ada juga yang bertahan,papa Heri berdiri.
"Ayo,kalau mau dia arak ke balai desa, monggo, kita beres kan di sana bersama-sama".
Akhir nya Mas Mail dan Jum di gelandang oleh warga menuju balai desa, warga yang masih penasaran masih mengikuti ke balai desa, dan mobil polisi mengaman kan di depan dan di belakang jalan.
__ADS_1