Dua Garis Muncul

Dua Garis Muncul
menolak mas mail


__ADS_3

"Eehhh mama,entahlah ma, Jum sepertinya sedang putus cinta sama pacarnya ma, sampai nangis-nangis gitu,mas cuman berusaha menenangkan nya saja, biasa lah anak muda ma kalau putus cinta".


Lantas lelaki jangkung itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Jum yang tiba-tiba di lepaskan pelukan nya begitu saja, merasa kesel, mungkin dia berharap saat aku hadir, Mas Mail mau mengakui hubungan mereka terhadap ku.


Merasa tak mendapat apa yang dia inginkan,dia melirik ke Mas Mail jutek lalu berlari masuk ke kamar nya, dia melanjutkan tangisan nya di sana.


Aku tertawa dalam hati melihat kelakuan nya, andai aku sedang tidak besandiwara pura-pura bodoh, sudah ku olesi sambel mercon ke bibir nya yang sering manyun tersebut.


Lalu aku melangkah berjalan menuju ruang keluarga, aku menatap lelaki ini dengan sinis,Mas Mail paham tatapan ku itu, karena di paham aku tak suka dia memeluk Jum.


Ketidak enakan mu hanya sampai di batas itu mas, padahal aku sudah tau lebih banyak tentang kebusukan mu mas, seandainya kamu tahu, aku sudah merekam perlakuan bejat mu mas, mungkin kamu tak berani menampakan diri mu kepada ku mas.


Aku tau saat ini kamu berusaha mengenalkan Jum sebagai istri mu, hanya saja kamu terlalu pengecut untuk menyampaikan nya kepada ku, sehinggga ini jadi problem sendiri buat kamu, di tekan oleh Jum dan tertekan oleh perasaan mu sendiri.


Setelah mengecek kamera di kamar ku juga CCTV yang masih tetap aman dan bertengger tampa ada yang mencurigai,aku keluar kamar,sayangnya lengan ku di tarik kembali oleh Mas Mail ke dalam kamar, dan mengunci nya.


"Dek, please jangan tolak mas, anak-anak belum pulangkan ?" dia memberi kode.

__ADS_1


"Enggak mas"aku bangkit dari kasur dan hendak keluar.


Di tarik kembali aku oleh Mas Mail hingga tercengkang di atas kasur.


"Mas, please jangan kasar".


"Mas gak akan kasar kalau kamu mau nuruti permintaan mas, kamu yang harus paham, sudah berapa kali kamu nolak mas, sudah sebulan lebih kamu tak memberi hak mas, istri macam apa kamu? "


"Aku punya alasan jelas menolak mu mas".


"Alasan jelas?, tak ada yang bisa menghalangi seorang suami memintak hak kepada isrtinya, kecuali dia mau memberikannya? ".


"Kenapa?, kamu terlalu jual mahal dek, kamu angkuh,aku bahkan sulit menggapai hati mu, sulit untuk hanya sekedar memintak hak ku, itulah kenapa aku membenci wanita karir!".


"Ooo jadi kamu membenci aku?, benci wanita karir lantas mengapa kamu nikahi?".


"Dulu nggak benci, namun akhi-akhir ini jadi benci, muak, ya dulu kamu wanita yang lembut dan penurut,dulu kamu sangat perhatian sama mas, membuatkan sarapan,membuat kan teh atau kopi, memijatku, tapi sekarang?,aku bahkan hidup seperti di penjara apa-apa kamu larang".


Mas Mail mengusap rambut nya dengan kasar.

__ADS_1


"Kamu lupa memberiku kebutuhan yang begitu mendasar, kerja, kerja, kerja, dan dinas, dinas, dinas, apa yang kamu cari? aku nggak pernah kurang penghasilan,untuk hidup kita cukup, tapi bahkan sampai ambisius nya dengan karir, dan semakin superior di hadapan ku".


Aku terhenyak dan menyadari apa yang dia katakan benar, harusnya aku lebih memerhatikan kebutuhan batin nya, setelah melahirkan anak ke dua,aku seperti nya berpacu dengan waktu,mengejar kesuksesan dalam karir, lalu kurang memperhatikan mas mail dan anak-anak.


"Tapi kamu imamku mas, kamu bisa membicarakan ini dengan ku mas, dari hati ke hati, apa susah membimbing ku,karena sekeras-keras nya hati hatiku, aku tetaplah tulang rusuk mu yang bengkok mas, yang senantiasa kamu lurus kan sepanjang aku masih menjadi hak mu mas".


Aku mulai menangis.


"Jangan-jangan kamu hanya mencari kesalahan ku saja, untuk sebuah alasan yang cuma kamu sendiri yang tahu jawabannya,mas,ayok mas, bilanglah mas, katakanlah mas, suatu kejujuran dari hati mu".


"Kamu ngomong apa sih?".


"Jujur saja mas, aku memang sedang menanti kamu berani mengatakan langsung di depanku mas, aku sudah menunggu-nunggu, sampai kapan kamu membohongi diri dan menyiksa diri sendiri mas, lalu ada orang lain yang terluka oleh ulah mu mas, aku tunggu kamu membuka kejujuran di hadapan ku mas, dan setelah nya kita cerai mas".


Mas Mail terbelalak dan mengusap kasar hidung nya.


"Aaahhh sudalah, kamu memang sulit ku mnegerti!! "Mas Mail keluar dan membanting pintu.


Dia pergi dengan mobilnya dengan kecepatan penuh, seperti biasa bila dia sedang marah.

__ADS_1


terserah mas, apapun alasan mu, tak ada kata maaf untuk sebuah kata perselingkuhan,dan tekadku sudah bulat mas.


__ADS_2