Dua Garis Muncul

Dua Garis Muncul
undangan pernikahan


__ADS_3

Mas Mail termenung mendengar penuturan Dokter tentang kondisi Jum saat ini, semoga saja Jum bisa pulih kembali seperti sedia kala.


"Berapa lama dia akan sembuh dari koma nya Dok?"Tanya Mas Mail.


"Tergantung kondisi pasein sendiri, seberapa parah kerusakkan otak nya, dan otak mana saja yang masih berfungsi untuk saat ini" tutur Dokter Aldo.


"Pada tubuh pasein akan kita pasang alat untuk pernafasan dan berbagai alat untuk menunjang ke selamatan pasein itu sendiri, banyak-banyak lah berdo'a agar di beri mujizat,supaya pasein cepat sadar dan bisa melewati masa kritis nya.Bapak tunggu saja di sini dulu kalau misalnya ada info terbaru dari perkembangan pasein akan kami sampai kan lagi"terlihat dari wajah Mas Mail kesedihan yang mendalam.


Jum segera di cari kan kamar ICU, setalah mendapat kan kamar dan di tangani Dokter di sini, aku pamit pulang ke Mas Mail, karena anak-anak masih menunggu ku di rumah, dan terlalu lama aku meninggalkan mereka, masalah Jum biar lah Mas Mail mengurus nya, sebab sekarang sudah bukan arena ku lagi untuk ikut campur.


******


Tak terasa sudah tiga minggu berlalu dari kejadian Jum memanjat tower itu, menurut mbak Nana dan Mbak Sri, dua orang yang kini mengasuh anak-anak ku, mereka yang baru pulang menjenguk Jum di rumah sakit, bahwa Jum telah sadar dari koma nya.Dia sudah seperti normal kembali, berbicara sudah lancar dan sudah bisa mengingat kejadian tempo hari yang lalu dengan jelas.


Hanya tinggal penyembuhan kaki dan tangan nya yang patah pasca operasi. syukurlah, ALLAH, masih banyak menghadiahkan nyawa untuk wanita itu, setelah keadaan nya jatuh, dia bisa melewati masa kritis dengan begitu cepat, mungkin semangat hidup nya masih tinggi untuk hidup bersama Mas Mail.


Benar saja, tak perlu menunggu lama aku mendengar kabar bahagia bahwa Jum dan Mas Mail akan menikah secara resmi, rupanya Jum masih berjuang untuk mendapatkan pengakuan.


"Bu, ibu gak apa-apa? ".Tanya mbak Sri yang pulang menjenguk Jum yang kedua kali nya dan mendapat kabar itu dari Jum.


"Nggak apa-apa, emang kenapa? ".

__ADS_1


"Nggak apa-apa bu, saya mengabari bu, bukan saya bemaksud senang bu, tapi saya merasa sedih bu, di sana juga ada mbok Marni bu, mbok Marni gak bisa berbuat apa-apa bu, karena ingin menurti keinginan Jum mbok gak komentar bu karena si mbok takut Jum berbuat nekat lagi bu, begitu juga dengan pak Mail bu.Jadi semua nya terpaksa mengiyakan ke inginan Jum bu, soal nya Jum selalu berteriak-teriak di rumah sakit bu demi menuruti keinginan nya itu bu, mbok Marni juga terkadang malu sama pasein yang lain atas kelakuan Jum bu".


Aku paham,karena ketika dia ingin bunuh diri pun masih mengancam Mas Mail untuk segera menikahi nya, sebab jika itu tidak terjadi, pasti dia ingin melakukan bunuh diri lagi.Tapi mungkin benar kata orang tua, kalau orang jahat itu nyawa nya banyak,dia seperti punya kekuatan besar untuk hidup lebih panjang dan lama, dan hari ini aku belum mendengar bagaimana proses sembuh nya, malah mendengar dia akan menikah.


Satu yang jadi pertanyaan aku, apa Mas Mail terpaksa menikahi Jum atau memang sudah tak ada cinta lagi kepada Jum?, ahhh lelaki yang plin plan, kemaren dia menggebu-gebu untuk bersama Jum sekarang malah tarik ulur dengan Jum,apa lagi di hadapkan dengan wanita yang keras seperti Jum.


"Assalamualaikum ".


"Walaikumsalam,yeyeyeyeye papa.... "Anak-anak kompak menjawab salam papa nya yang baru datang, dan berlari memeluk papa nya.


Sejak Jum di rawat Mas Mail tak pernah lagi datang ke sini, baru hari ini sempat menjenguk anak-anak nya, mungkin sudah sekitar satu bulan lebih,dia sudah tak dapat membendung rasa sedih dan rindu terhadap anak-anak nya.


"Dek aku permisi mau pulang dulu ya".


Aku hanya menjawab dengan anggukan kepala.


Dia masih berdiri di hadapan ku sambil menatap ku, jengah juga rasa nya di perhatikan seperti ini, lalu ku tatap balik dia.


"Oh iya, aku ingin menyampaikan sesuatu kepada mu dek"ucap nya kemudian.


Dia menyodor kan kertas yang tebal dengan bungkusan rapi dan berpita,aku yakin itu adalah undangan pernikahan.

__ADS_1


"Siapa yang menikah? "tanya ku sambil mengulurkan tangan mengambil undangan tersebut.


"Mas dan Jum" jawab nya datar.


Deg !!!!.


Aku berusaha menanggapi nya dengan biasa dan santai aku berusaha bahwa hubungan ku dengan dia sudah tidak ada lagi.


"Ohh jadi juga kalian menikah secara resmi, selamat nya Mas".


"Tak perlu memaksakan datang dek, undangan ini Mas rasa ingin memberi tahu mu dek,dan mengatakan nya secara sendiri".


"Aku pasti datang, semua sudah baik-baik saja".


"Ya, kalau kamu datang aku sangat senang dek,tapi saran Mas gak usah datang karena tidak terlalu penting untuk ku juga dek, aku hanya ingin menuruti seorang yang mengacam ingin bunuh diri terus, karena masih ada keselamatan seorang bayi yang harus di jaga, dan tak berdosa di perut nya,seperti kata mu kan dek".


"Gentel juga di hadapan anak-anak ku nanti?, jujur aku sudah hancur dek".


"setidak nya di mata calon bayi kecil itu, semoga saja dia seorang laki-laki sesuai harapan mu".


Mas Mail mengela nafas dalam-dalam,dan menghempas kan nya keluar.

__ADS_1


__ADS_2