
Dengan tenang ku hadapi makhluk seperti Jum, dan hati-hati, Jum oh Jum kamu merasa lebih pintar dari saya, ooohhh maaf jum ternyata kamu salah lawan Jum.
"Aku tuh ya Jum bersyukur hidup di era zaman sekarang,bisa memasang CCTV yang tidak dapat di ketahui oleh kamu Jum, terakhir kali kamu kasih anak-anak obat tidur masih saya simpan loh Jum, dan obat-obat ini sudah saya bungkus pake plastik dan bisa di buktikan dengan cek sidik jari".
Jum yang tadi nya dengan menatap wajah ku dengan menentang, tiba-tiba diam dan menundukkan pandangan nya ke depan.
"Belum Jum, belum selesai semua nya, mumpung masih ada keluarga mari saya buka semuanya, maaf kalau kali ini saya jahat sama kamu Jum,tapi apa yang saya lakukan hari ini, semua nya adalah hasil dari perbuatan mu sendiri,kamu memang cerdik Jum tapi sayang kamu teledor Jum kamu meninggalkan banyak rekaman jejak yang kamu lupa untuk melenyap kan bukti Jum".
"Nih, ini apa Jum?".
Aku keluarkan beberapa obat perangsang untuk pria sejenis s**l***l.
"Suami saya kamu apakan dengan obat ini?, di beri obat perangsang gitu biar apa?, biar lihat kamu terus kamu di apa-apain gitu,dan sekarang kamu bisa seenaknya bilang di perkosa, iya gitu?,nah dari sini saja sudah jelas bahwa bapak tak nafsu dengan kamu, terus kamu akalin dengan obat ini".
Mata Mas Mail terkejut dan melotot melihat obat tersebut karena merasa bodoh sudah di kibuli oleh Jum.
__ADS_1
Semua keluarga beristighfar melihat dan mendengar penjelasan ku, ya mungkin aku keterlaluan dan sedikit jahat,Jum.
"Mangka nya anak-anak kamu kasih obat tidur nya Jum, biar kamu bisa beraksi dan mendapat kan kesepatan untuk menjebak bapak, kamu kriminal Jum, kamu jadikan anak-anak korban nafsu mu Jum".
"YA ALLAH, Jum,Jum,kamu kok gini amat sih, wes, wes, wes, parah,parah kamu Jum"ujar mama Indah ke Jum.
Sementara mamaku hanya mampu mengelus dada nya mendengar cucunya di perlakukan seperti itu, terlebih Mas Mail, hanya menunduk mendengar apa yang kujelaskan barusan, terserah apa tanggapan nya terhadap Jum, aku tak ingin tau lagi mau benci atau apalah,aku lempar satu kotak obat tidur di hadapan nya biar semua keluarga tau kebusukkan nya.
"Lalu kamu bilang apa barusan? kamu bilang kamu perawan?aku curiga kalau kamu bukan hamil anak Mas Mail,atau bisa jadi kamu hamil anak orang lain kan Jum?, akan saya tunggu bayi kamu lahir, biar bisa kita buktikan bersama-sama siapa ayah bayi kamu, apakah Mas Mail atau pria yang di sudut ruangan sana? ".
"Ya aku memang perawan bu, coba ibu tanya saja ke bapak, Anto jangan ibu bawa-bawa dalam masalah ini bu, dia hanya tergila-gila sama saya, saya nggak cinta terhadap nya? "
"Bohoong"teriak Anto.
Astaga dia plin plan sekali orang nya, kemarin di stasiun Gambir mau pulang kampung dan menikah dengan Anto,mungkin itu lah yang membuat anto kecewa dia ingin menyaksikan siapa Jum sebenarnya.
__ADS_1
"Jum kebohongankamu pelan-pelan juga kebuka kok Jum, yang sabar nya, satu-satu saya jelaskan".
Aku mengambil satu kotak di dalam tas ku ,yang berisi darah perawan yang tinggal empat bungkus.
"Ini apa Jum?, kamu beli di mana ini darah perawan palsu ini Jum? apa yang kamu bicarakan tempo hari itu juga terekam loh Jum, nanti bisa di buktikan loh Jum".
Wajah Jum seketika memerah padam, mungkin merasa kesal karena taktik atau rencana nya terbuka.
"Aku memang membaca sebuah cerita di internet bu".
Ya, ampun masih ngotot dia berbohong, aduh Jum, Jum coba kamu jujur sekali saja Jum.
"Jum saya tu punya temen, banyak yang bekerja di provider, kartu yang kamu pake sekarang bisa saya lacak Jum,jam berpapun kamu buka internet,teleponan dan smsan dengan siapa bisa di ketahui Jum, nah kalau kamu ngotot nanti bisa di buktikan Jum, kalau terbukti kamu tidak membaca cerita di jam segitu jadi arti nya tentang darah perawan palsu itu benar Jum? kamu bukan hanya memakai nya tapi juga mengajarkannya kepada teman mu di telepon tempo hari itu?, oiya kata kamu,kamu masih simpan sprei dan kain lap bekas kamu pertama dengan bapak kan?, oke itu jangan sampai hilang,kalau itu benar kamu bisa buktikan dan jadikan pembela kamu di pengadilan nanti".
Jum langsung ciut, dan terdiam enatah apa yang jadi pikiran nya.
__ADS_1