Dua Garis Muncul

Dua Garis Muncul
bukti


__ADS_3

Mereka akhir nya pulang ke rumah, ku mulai berakting kepada meraka seperti tidak terjadi apa-apa.


"Mama............. "Anak-anak ku berlarian keluar mobil sambil memeluk ku.


"Gimana main nya ? senang,nak ?" ucap ku kepada si kecil sambil mencium pipi nya.


"Senang ma......., aku belom bosan main ma, masih ingin main lagi ma".


"Wah, berarti senang nya, di ajak mbak Jum naik arena apa aja ?".


Jum yang sedang mengeluarkan perbekalan dari dalam mobil, terkesiap, berhenti gerakkannya.


"Sama mbak Sri ma,yang ajakin main nya mbak Sri ma"jawab Sifaya kepada ku.


Jum langsung berpaling ke arah ku, aku pura-pura tak melihat reaksinya.


"Oowh mbak Sri, siapa itu nak? "tanya ku lagi.


"Eee, itu bu, teman saya bu, pas ketemu di sana tadi bu, jadi dia nemenin saya jaga kak Sifaya dan dek Nia bu,"Jum langsung menjawab pertanyaan ku.


"Oooohhh, gitu" aku menjawab seperti tak mengerti apa-apa, Mas Mail yang sedang menutup pintu mobil sekilas melirik ku.


"Iya ma, tadi mbak Jum kan ma,kata nya mau ke toilet, jadi kita main lama sama mbak Sri"ujar si sulung.


Nahh kena kamu Jum.Saya bisa


Jum tecekal, nampak berpikir, pilupil mata nya berayun ke kiri.


"He he heh he maaf kak Faya,mbak tadi sakit perut jadi pup nya lama dehh"dia lantas berekpresi lucu.


Sontak membuat anak-anak ku tertawa karna lucu,kedua anak ini memang senang sekali di hibur dengan gaya-gaya badut tersebut.

__ADS_1


Hhhhmmmm, oke Jum, kali ini kamu menang Jum, karena tak mungkin aku mengorek durasi kepada anak kecil, tapi perselingkuhan mu dengan Mas Mail sudah ku genggam di tangan ku.


Aku lantas masuk ke mobil, dari belakang Jum tiba-tiba menyerobot ku, mengambil plastik kecil dengan terburu-buru, isi plastik itu akhir nya terjatuh ke lantai,yang berisi sabun, odol, dan sikat gigi.


Aku ingat betul nama hotel yang tertera pada bungkus itu, sama perisis seperti video yang terbaca yang di kirim Adi.


"Dapat dari mana Jum,"tanya ku dengan mata memicing,Jum terkesiap,wajahnya langsung terlihat pias !


'Kalau belum bisa bersandiwara dengan sempurna, jangan coba-coba mengganggu rumah tanggaku Jum',bisik hatiku.


Tentu aku belom melontar kan kata-kata itu sekarang,belum waktu nya!.


"Eee anu bu, saya dapat dari nemu bu,"ucap gadis berhidung mancung tersebut.


"Nemu?"aku menatap tajam ke arah nya.


"I-iya bu"ucap nya sedikit gugup,sambil membuang mungka takut di introgasi, Jum, Jum,harus nya kamu tenang saja bukan menganggap aku tak tau busukmu.


"Eeeeeeeeeee" Jum mulai berfikir lama.


"Kamu kenapa Jum?"tanya ku datar, tapi tatapan penuh curiga.


"Apa,Jum?",mas Mail yang sudah di dalam rumah datang menghampiri.


"Ooohhh itu punya teman ku,ma,ketinggalan di mobil kali,"jawab nya santai.


"Eh, oh, iya, maksud Jum nemu di mobil, Jum pikir kan gak di pakai bapak,jadi Jum mau pak, untuk di kamar mandi Jum"jawabnya,iya benafas lega.


"Waduh, kayak kurang sabun aja kamu, pake yang beginian, stok sabun, odol, kan ada di dalam lemari, kan banyak tinggal ambil aja lho Jum, "aku tertawa kecil membuat ketegangan hati nya sedikit berkurang.


"He he he he iya , bu".

__ADS_1


Selamat Jum, kali ini kamu lolos, akting dan kecerdasan Mas Mail memang tak tertandingi.


"Ya sudah, yuk masuk,!"ajak Mas Mail


Dia merangkul bahu ku mesra, membimbing masuk, tapi angin telah memberitahu ku dari tubuh Mas Mail tercium bau sabun seprti seseorang habis mandi.


Aku memasukkan sabun tersebut ke dalam plastik,sebagian nya tadi ku masukkan ke dalam brankas, lalu menguncinya.


Pukul sembilan malam aku menonton flem pada saluran tv kabel di ruang tamu, anak-anak sudah tertidur tiga puluh menit yang lalu, Mas Mail datang menghampiri, dia mencium kepala ku, dan menonton tv bersama ku.


"Belom tidur mas?"


"Sebentar lagi, nunggu kamu masuk kamar dek".


"Ya tiduran aja dulu mas, aku masih nonton tv mas".


Mas Mail justru membelai pipi ku hingga tekuk leherku, aku tahu dia memberi syarat, tapi sedang tak ingin meladenin nya, membayangkan saat dia berdua dengan Jum saja sudah membuat ku begitu membencinya.


"Anak-anak kita sekarang makin lucu ya dek".


"Ya, tentu kan semakin dewasa mas, akan selalu melihat perbuatan yang di lakukan kedua orang tau nya, juga akan meniru entah itu baik tau buruk".


"Iya, mangka nya mas gak mau kehilangan momen saat mereka masih kecil, mas selalu mengajak mereka bermain kemana pun kalau sempat dek,tapi masih ada yang kurang bagi mas dek,"


"Hhhhmmm, apa mas?"


"Mas masih ingin kita punya anak laki-laki dek".


"Mas bukan kita sudah sepakat, anak dua cukup".


"Ya tapi setelah mas pikir-pikir,nambah satu lagi,biasalah,sekarang kan penghasilan mas sudah lumayan gede dek,kita kan juga belom punya anak laki-laki".

__ADS_1


Apa maksud Mas Mail, tiba-tiba ingin tambah anak lagi,?apakah maksudnya dia ingin aku pelan-pelan mau menerima kehamilan Jum,?ngggak mas, tidak akan pernah.


__ADS_2