
"Jum aku tu ya sudah menyimpan semua video-video kamu yang lewat bebarapa bulan yang lalu,kalau kamu gak sudah main kucing-kucingan sama saya saya bongkar semua nya, saya memegang semua tentang kamu Jum.
"Coba kamu akui kebusukkan mu Jum? "
lah dia hanya terdiam tampa bicara, mana Jum suara lantang kamu Jum.
"Nah sekarang untuk tidak banyak memakan waktu, giliran Mail untuk berbicara"ucap papa terhadap Mas Mail.
"Makasi pa, jujur saya schok apa yang di sampaikan Lina si sini, saya gak menapik apa yang di sampaikan oleh Lina,saya baru sadar bahwa saya terpeleset bukan secara ilmiah, namun ada unsur klenik yang di itu membuat saya kecewa sama Jum"Mas Mail menatap Jum, dengan tatapan mungkin kesal.
"Saya tidak pernah mengira Jum sudah sejauh ini bermain, saya pikir dia gadis lugu yang dengan mudah saya mainkan namun ternyata malah saya yang jadi mainan dia,entah apa yang saya rasa kan saat ini,baru semalam saya perjuangkan kamu Jum, semalam saya ajak kamu ke rumah baru,dan sekarang saya di hadapan dengan kenyataan yang gila ini, semua berjalan sangat cepat saya tak tau lagi harus berbicara apa".
"Ya tapi ini bagus,menjadi sebuah pelajaran buat saya, jangan sudah yakin dan percaya bahwa kita sudah tau tentang hidup seseorang. orang yang kira bodoh namun dia lebih cerdik dari kita, Jum yang selama ini saya kira polos,namun tidak seperti itu kenyataan nya,semua tindakkan Jum seperti orang yang telah berpelangman, saya sangat ragu dengan usia kamu Jum, apa benar usia mu tujuh belas tahun Jum? saya bertanya sungguhan di jawab dengan jujur Jum? "
Aku tersenyum getir mendengar Mas Mail menanyakan usia Jum.
"Usia Jum sebenar nya dua puluh empat tahun mas, dan untuk ukuran umur segitu dia memang terlalu cerdas melakukan nya mas"
__ADS_1
ujar ku kepada Mas Mail.
"Jadi kamu usia dua puluh empat tahun jum?".
"Iya mas, aku menemukan KTP asli Jum yang lama sebelum di perbaruhi, entah bikin KTP di mana dia yang baru ini terlihat asli,tapi ya ini lah kalau niat jahat sudah persiapan dari jauh-jauh".
Kulihat keluarga saling bergumam satu sama lain membicarakan tentang Jum, mereka mulai menyadari ada kejanggalan terhadap diri Jum.
"Ya berarti kamu sedang di dalam ujian rumah tangga mu Lina, pas dapat nya Jum yang bosok koyok ngono, mama harap masih ada kata maaf dari kamu untuk Mail Lin, pertimbangkan juga kalau sebenarnya mail di jebak Jum"ucap mama mertua kepada ku.
"Aku nggak jebak, buk, kalau aku jebak nggak akan hamil seperti ini, aku ini hamil benaran bukan hamil bohongan".
"Ya kurasa Mas Mail harus bertanggung jawab kalau itu mas merasa itu anak nya mas".
Dari sini ku melihat Anto, tersenyum tipis, Anto terlihat senyum nya penuh kemenangan, atau dia sedang menertawakan Jum, untuk saat ini aku belum paham dengan sikap Anto.
"Ya sudah biar rembuk keluarga ini gak berlarut-larut sekarang Mail, apa keputusan yang akan kamu ambil, lalu selesaikan apa yan belum selesai, kalau papa ya masih kecewa terhadap mu Mail, kita sebagai lelaki seharus nya tau bagaiman melakukan perempuan yang kita nikahi, bagaimana biar tidak menyakitinya".
__ADS_1
"Papa gak rela anak papa di perlakukan seperti ini, seharus nya kamu punya iman,iman itulah yang jadi pembeda, seorang yang beriman tak akan goyah walau di goda setan sekali pun".
Papa kelihatan juga kesal dengan dengan sikap Jum.
"Iya pa".
Mas Mail hanya mampu menunduk dan mendengar kan papa, kalau sudah papa yang berbicara dia akan malu sedemikian nya.
"Seperti nya Mail butuh waktu untuk merenung pa, nanti akan Mail beritahu kepada papa,Lina dan juga Jum",ujar Mas Mail sedikit merunduk.
"Maaf, maaf sekali ya untuk mama Indah dan papa Heri, Mail, sedari tadi saya sudah sangat geram mendengar memamparan Lina,yang mengumpulkan bukti-bukti perselingkuhan kalian yang sudah berbulan-bulan dan melihat sendiri aksi kalian, aku gak kebayang betapa sakit nya menajadi Lina, tapi maaf untuk kali ini saya mendukung penuh untuk Lina menggugat cerai Mail, maaf ya saya gak rela kalau Lina balik lagi sama Mail,Lina itu orang nya pintar, cantik, dan baik, masih layak mendapatkan lelaki yang leih baik lagi dari Mail"ucap kakak Kania dengan lantang.
Kak Kania yang sedari tadi malam hanya diam dan menangis,ternyata dia orang yang paling geram dengan perselingkuhan Mas Mail dan Jum, baginya ini tak termaafkan.
"Kak Kania jangan seperti itu lah biar kan mereka merenung dulu, aku tahu ini memang parah dan menyakitkan bagi Lina,tapi aku sebagai kakak Mail gak rela mereka bercerai, aku masih berharap ada kata maaf dari Lina, sebab Mail melakukan nya juga karena ada unsur lain,coba di fikirkan lagi dengan nasib Lina, Sifaya dan juga Nia kak? "mbak Reni berkata dengan mata yang berkaca-kaca.
"Iya Lina, coba tabayyun dulu Lin, coba di pertimbang kan lagi,aku yakin masih ada cinta di antara kalian kok, aku yakin ini masih bisa di perbaiki lagi Lin"ucap Vita,kakak ipar ku yang paling jutek berbicara kali ini.
__ADS_1
Tapi maaf untuk mempertimbangkan sungguh sangat menyakitkan untuk ku kerena aku sendiri yang menyaksikan perselingkuhan mereka mau dari video ataupun aku lihat secara langsung, sungguh sulit untuk memaafkan untuk saat ini.