
Lalu tiba-tiba Anto ketengah-tengah rembukan yang akan di tutup.
"Mohon maaf semua nya, saya sedari tadi mengikuti rembukkan keluarga ini, namun dari yang simpulkan belom ada membuah kan hasil dari rembukan ini, lalu bagaimana dengan nasib Jum, kalau hasil rembukan ini jum dengan pak Mail saya ucapkan selamat, namun di sini saya ingin berkata jujur, sebenar nya saya juga menjalin hubungan dengan Jum,dan hubungan saya dan Jum sudah sangat jauh.Mungkin bisa saja anak yang di kandung oleh Jum adalah anak saya,meski pun belum terbukti, Jum memang nakal banyak laki-laki yang dekat sama dia,namun biar demikian saya sangat mencintai Jum,dari pada Jum hamil tampa seorang suami, biarkan lah saya yang mengambil alih peran itu,dan saya akan memintak izin kepada pak Joko, mbok Marni dan juga pak Mail,saya siap akan melindungi Jum demi menutupi aib nya,dengan perut yang akan semakin lama membesar".
Aku terkaget mendengar apa yang di ucap kan Anto, membuat semua keluarga menjadi ricuh kembali.
Pernyataan Anto membuktikan bahwa Jum bukan wanita baik-baik, yang layak Mas Mail pertanggung jawab kan atas kehamilan nya.
"Eh, kamu ngomong apa,Nto?",Jum schok mendengar ucapan Anto dan mata nya membelak dengan sangat besar.
"Walah Jum, pas ini Jum, kamu nikahi saja sama Anto Jum, jarang-jarang ada lelaki yang mau bertanggung jawab kepada seorang wanita, meski dia tau ke buruk kan mu,walau dia tahu kamu hamil anak siapa Jum? " ujar mbak Fita menyela ucapan Jum.
__ADS_1
"Jum keterlaluan ya kamu, mintak pertanggung jawaban dari Mail, ternyata tamu kamu banyak"ucap mama Indah dengan lantang.
"Nggak apo-apo sama Anto Jum, dia orang ya baik dan perhatian sama kamu,bapak dan mbok Jum, mbok yo setuju kamu sama nak Anto Jum,jangan terlalu berharap dinikahi oleh bosmu Jum, karena ini kesalahan kamu sendiri Jum".
Mas Mail berkali-kali mengusap wajah nya, entah mengapa,mungkin dia sedikit kesal atau lelah,aku tau dia sedang dilema saat ini,meskipun di berharap kembali dengan ku,karena jiwa kelelakian nya akan terusik,lelaki yang ego nya tinggi dia mana mau tersaingi oleh siapapun termasuk seorang supir sakalipun.
"Jadi gimana mas?, kamu keberatan Jum di nikahi Anto? ",ucap Ratih adik Mas Mail, mewakali pertanyaan ku.
"Hmmm ya silahkan saja,Anto memintak dan Jum menerima, ya itu hak mereka, saya tak bisa melarang itu semua,toh masih perlu di buktikan sampai Jum melahirkan".
Jawaban Mas Mail diplomaktis,dia berbicara sambil mengusap hidung nya.
__ADS_1
Jangan bohongi diri mu mas, aku tahu kamu masih mencintai jum kan mas, aku berfikir bagaimana mungkin aku kembali dengan mu mas, sedangkan saja hati mu sudah menduakan aku mas, semua sudah beda mas.
"Nah kalau Mas Mail sudah bilang terserah, berarti dia sudah mengijinkan,artinya waktu nya untuk kamu mas fokus kembali kepada mbak Lina mas,untuk kembali ke anak-anak mu mas,setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan mas,bukan berarti tak ada kata maaf dan juga di perbaiki,besar harapan ku terhadap mas dan mbak Lina untuk bersama kembalinya.mungkin begitu juga dengan harapan keluarga yang lain mas."Ucap adik mas Mail dengan penuh harapan.
Mendengar ucapan adik Mas Mail Jum langsung bersuara, seakan tak terima dengan itu semua.
"Nggak bisa gitu dong, Anto hanya baru saja memintak, aku belom menjawab apa yang di ucapkan Anto, saya berhak menerima ataupun menolak nya, Anto hanya mengada-ngada mana pernah saya begituan dengan dia, kamu jangan memanfaatkan situasi dong Nto, atau saya akan semakin benci terhadap mu."Ujar Jum bersuara.
"Jum aku benaran tulus dengan mu, mau menerima apa kekurangan mu Jum".Jawab Anto.
"Udah sana kamu pergi sana Nto, kamu bikin suasana tambah panas saja".UCap Jum seketika mengibas tangan nya mengusir Anto.
__ADS_1
Anto seketika kaget drngan sikap Jum, yang begitu tak peduli pada nya,padahal dia hanya mau menyelamat kan Jum saja dari aib yang besar, dasar Jum tak tak diri.