
Semua teman-teman Jum memaki dan memcaci Jum, dan mereka schok menyadari siapa Jum sebenar nya,maaf Jum aku keterlaluan pada mu,sebab aku harus memberi efek jera terhadap mu Jum.
"YA ALLAH, Jum, iku kowe Jum, kok iso nemen ngunu !" Ini mungkin teman Jum waktu kecil.
"Gila lo Jum, itu kan teman kita waktu kerja dulu, sampai segitu nya lo Jum".
Seperti nya ini reken kerja Jum sebelum bekerja dengan ku.
"Lah,aku kira kamu anak baik-baik Jum"
"Emang dia seperti itu orang nya, gue dari dulu sudah tau" ucap yang lain nya.
__ADS_1
Jadi jelas bahwa Jum sudah mahir melakukan itu dengan banyak orang, entah sudah beberapa lelaki yang sudah mencicipi tubuh indah nya.
"Stopp!!" Teriak Jum kepada semua orang.
"Apa maksud kamu Lina, datang ke acara pernikahan ku ini, hanya ingin mengacau atau mau mempermalukan aku saja".
"Loh, kamu sadar diri Jum, siapa yang cari perkara dengan mu, aku sudah bilang aku datang baik-baik ke sini mengucapkan selamat kepada mu, kamu sadar gak Jum,orang yang akan menikahi mu ini, masih berstatus suami saya, tapi kamu ngebet ingin di nikahi oleh nya, sedang kan kami belum jelas status nya bercerai atau tidak karena keputusan dari pengadilan belum keluar sedangkan Mas Mail belum juga menjatuh kan talak kepada ku,bahkan aku berbaik hati menyiap kan kado tiket bulan madu buat kalian, karena aku merasa masa lalu biar lah berlalu" jawab ku.
"Oke saya stop, saya gak gila seperti kamu Jum, saya gak butuh kamu hormati,cukup kamu tunjuk kan kepada orang tua dan orang yang sayang dengan kamu Jum, saya di sini cuman ingin mengucap jangan main-main dengan saya,kalau kamu masih begitu, maaf Jum kamu salah lawan,berubah lah menjadi lebih baik lagi Jum"
"Nggak, saya nggak akan berubah sebelum di nikahi oleh Mas Mail, karena saya butuh kasih sayang, dan saya butuh perhatian dari Mas Mail, bagai mana pun saya sedang hamil anak nya,cuman Mas Mail yang bisa merubah saya menjadi lebih baik,saya bukan orang jahat, saya hanya butuh di cintai oleh orang yang saya cinta, tapi entah mengapa semua nya berubah begitu saja, saya gak terima ini semua, begitu menyakitkan buat saya saat ini" Jum berbicara sambil nangis.
__ADS_1
"Sudah-sudah dek, pulang saja dek " ucap Mas Mail menggiring tubuh ku menuju mobil, dan membukkan pintu mobil untuk ku.
"Pulang lah dek, nanti aku menyusul, aku juga sudah rindu bertemu dengan anak-anak"ucap Mas Mail.
Beberapa detik sebelum mobil ku lajukan,masih terdengar Jum menangis dan tangan nya di cekal beberapa teman nya,sambil berkata.
"Awas kamu Lina,akan ku balas semua nya"ucap nya dengan penuh emosi dan amarah.
Kenapa dia masih mengacam ku? Segitu tak terima nya dia karena sudah ku jatuh kan dan memperlihatkan ke busukkan nya di depan publik dan halayak ramai hati mu sekeras batu Jum sehingga kamu tidak menerima kesalahan kamu sendiri dan malah menyalahan orang lain atas apa yang terjadi dengan diri mu.
Ah, sudalah aku harus pulang, mungkin saat ini dan seterus nya aku harus lebih hati-hati dan menjaga diri dan anak-anak, karena Jum gagal menikah hari ini,aku kuatir terhadap Jum saat ini karena api kebencian nya semakin besar aku takut dia akan berbuat macam-macam kepada ku dan anak-anak.
__ADS_1