
Aku menyaran kan kepada Mas Mail untuk melakukan tes DNA agar dia bisa menyayangi anak itu sepuh hati, karena bayi kecil yang di kandung Jum tidak bersalah dalam hal apa pun.
"Ya pasti aku lakukan,meski menikahi wanita hamil tidak sah kan ? ".
Hah kenapa dia bertanya seperti itu !
Aku menatap nya heran,dia tau menikahi wanita hamil tidak sah, tapi dia akan melakukan nya untuk yang ke dua kali nya,untuk apa kalau bukan karena cinta, aku sudah tau tabiat mu Mas,jujur saja,kalau kamu mencintai Jum dengan sepenuh hati,atau bisa jadi Karena kemauan mu sendiri, bagaimana kamu tidak mencintai Jum, dia masih muda, seksi dan molek lagi Mas.
"Tergantung ulama mana yang kamu percayai dan kamu yakini Mas. Bukan kah menurut ulama Syafi'ah hukum menikah wanita hamil sah, apalagi yang menikahi nya orang yang berzina dengan nya".
"Ya tapi pendapat ulama itu masih lemah dek, biarlah untuk kali ini aku berdosa".
"Tapi kamu harus bertanggung jawab atas perbuatan mu mas, terutama pada bayi yang di kandungan Jum, dan juga pada ibu nya agar dia tidak berfikir negatif terhadap ku, semoga saja gugutan perceraian kita segara di proses di pengadilan secepat nya, agar Jum tidak cemburu terus terhadap ku".
Dia menatap ku dengan dalam.
__ADS_1
"Sejujur nya dek, aku berharap kita tidak bercerai".
Nah begini nih lelaki yang egois,dia mengatakan akan menikah dengan selingkuhan nya dan tidak mau berpisah dengan ku, apa maksud nya coba, ingin kami hidup berdampingan, agar rukun,agar ada istri tua dan istri muda,gitu?
Aduhhh mulai gila nih orang!!
"Orang ingin mengajukan gugutan cerai memang sudah niat dari dulu,gak gertak sambal seperti calon istrimu".
"Aku melakukan nya karena ingin menyelamat kan banyak hal, karena masalah ini terjadi tak ada ujung nya mangka nya aku pasrah akan nasib ku dek, semoga kamu mengerti dan paham dek".
"Semoga, ya sudah kamu pulang sana, nanti terdengar oleh anak-anak lagi, aku akan datang karena kamu papa nya anak-anak,jadi hubungan akan baik saja".
Hari minggu pagi tiba.
Papa Heri dan mama Indah berkunjung ke rumah, setelah puas bermain dengan cucu-cucu mereka, mereka menghampiri ku yang duduk di ruang televisi.
__ADS_1
"Mama dan papa tadi sudah berkunjung ke rumah orang tua mu Lin? "mama memulai percakapan dengan ku.
"Mama rasa kok ada yang aneh ya Lin, pas di rumah mama di telfon oleh Mail, mintak restu mau nikahi Jum, mama males, mama juga gak datang,tapi Mail cuma bilang mintak do'a nya saja, biasa nya kalau ada apa-apa dia yang paling eboh menyampaikan sesuatu, mama seperti berbicara dengan orang lain Lin, "wajah mama Indah berkaca-kaca.
Terlihat kecewa terhadap wajah nya, aku mengampiri nya duduk di samping nya dan menepuk-nepuk pundak nya.
"Sudah lah ma, iklaskan saja ma, mungkin mereka sudah jodoh nya ma, dan jodoh dengan ku hanya sampai di sini ma".
"Kamu,Nduk,kok yo tegar tenan loh, mama aja sampai nangis bolak-balik loh Lin, benar-benar sakit hati mama loh Lin, baru hari ini mama kuat bangun keluar rumah, setelah papa nasehati mama".
Aku memeluk mama memberi kekuatan kepada nya agar dia tidak kecewa, aku pun tak pernah terfikir rumah tangga ku hanya berumur segini dengan Mas Mail.Papa Heri juga mengucapkan kekecewaan nya dan mintak maaf sebesar-besar nya, beserta pesan-pesan dan WA dari saudara ipar ku tak pernah putus dukungan dari mereka, ya ampun, begitu sayang nya mereka terhadap ku.
Hari yang bahagia untuk Jum dan Mas Mail akhir nya tiba, pernikahan mereka di laksanakan di salah satu gedung di Jakarta pusat.Mas Mail juga mengontrakan Jum sebuah rumah mewah di samping gedung tersebut, lucu nya kenapa Jum tidak membuat acara di kampung halaman nya ya?. Lagi-lagi ini paati ke inginan ratu tukang ancam itu.
Jakarta pusat tempat Jum bekerja dulu, penuturan mbok, mungkin banyak temen-teman nya di sini,bisa jadi dia ingin membangkan diri kepada teman nya,bisa juga dia ingin menunjuk kan ke dunia bahwa dia telah berhasil memiliki suami bak seorang pangeran di negeri dongeng.
__ADS_1
Hari ini aku berada di sini, untuk menyaksikan ijab kabul Jum dan Mas Mail, lelaki yang dulu juga mengucapkan kata itu di hadapan penghulu dan di depan papa ku.Dan hari ini kenangan aku dan dia akan kubur dalam-dalam.
Aku segara masuk ke dalam mesjid untuk menyaksi kan semua acara nya,memasuki ke dalam nya dan mencari posisi duduk yang nyaman, beberapa rekan Mas Mail hadir namun tidak banyak ada sebagian yang kenal dengan aku, ketika mereka melihat ku ada keterkejutan di wajah mereka, kemudian mereka mencoba menutupi nya, mereka hanya mengaguk kepada ku sebagai rasa hormat dan memberi tahu bahwa mereka mengenal ku.