Dua Garis Muncul

Dua Garis Muncul
usaha penggerebekan


__ADS_3

Ku tekan tembol papa mertua ku.


"Assalamualaikum,pa,maaf malam-malam telefon papa, tapi ada hal penting yang ingin Lina bicarakan".


"Owh, walaikumsalam, ya silahkan cerita, apa kabar anak-anak? "


"Anak-anak baik pa, Lina mau bicara soal Mas Mail pa".


Ku ceritan kejadian yang sebenarnya ke papa mertua ku dari awal hingga yang terjadi saat ini, akhir nya papa mengerti kondisi ku dan memahami situasiku saat ini.


"Hhmm cukup pelik, Lina"papa menghela nafas panjang.


"Baiklah papa akan jemput papa kamu dulu, nanti kita sama-sama kesana, apa papa kamu sudah di kabari?"


"Baru mau Lina telfon pa, maaf kalau Lina baru bisa sekarang mengabari papa, karena Lina pikir Lina masih bisa menghadapi nya sendiri, tapi Lina baru sadar ternyata masalah nya sudah sejauh ini".


"Papa mengerti keadaan mu, ini sudah berat, papa siap-siap dulu, oke".


"Oke pa, Assalamualaikum pa".


Ku matikan telfon yang sudah di jawab salam oleh mertua ku.


Tak ada waktu nya bersedih Lina saat nya telfon papa kamu.


Aku melanjutkan menekan nomor ponsel papa ku sendiri, pembicaraan ke papa ku sendiri terasa lebih berat, karena emosi ku dan juga lelah ku sudah ingin meluap dan meledak.

__ADS_1


rupanya mama mendengar percakapan ku dengan papa, dan mama juga ingin ikut bersama papa,aku menahan mulut,menahan tangisan ku, ketika mama mengambil alih telfon tersebut,air mata ku sudah jatuh berderai.


"Lina.... Lina... Lina..., kamu ya kalau punya masalah seberat ini,yo mbok cerita sama mama,mama pikir kamu dan Mail hidup bahagia selama ini, kaget mama dengar nya nak, sekarang papa dan mama siap-siap akan ke sana, kamu yang tenang tunggu papa dan mama ke sana".


Aku mematikan telefon menatap rumah biru itu, rumah dengan tirai jendela hijau muda yang saat ini lampu nya di matikan.


Ku usap air mata ku Lina sudah cukup kamu menangis nya, saat nya bangkit dan membalas semua perbuatan mereka kepada mu.


Aku menarik nafas dalam-dalam dan keluar dari mobil.


Sembari menunggu ke dua orang tua ku dan mertua ku aku mengajak ADI dan RENDI ke rumah pak RT untuk melapor.


Aku juga memintak kakak ku Mas Fahri,kakakku yang perwira untuk datang membawa team ke polisian memintak penjagaan sebuah usah penggerebekan warga, aku khawatir akan terjadi kericuhan.


"Kamu yang sabar nya Lin".


"Do'a kan aku ya Lia, aku mau ke rumah pak RT dulu, yuk kamu ikut".


"Ayok"ucap gadis manis ini.


Setelah bertanya ke pada warga,ternyata rumah pak RT tidak terlalu jauh, beruntung keluarga pak RT belum pada tidur, aku berusaha menceritakan kronologi permasalahan yang terjadi sebenarnya,aku menunjukkan ktp, kartu keluarga dan buku nikah asli kepada pak RT.


alhamdulillah kami di sambut baik oleh pak RT, beliau yang akhirnya segera mengontak warga dan beberapa orang yang di percaya menjaga ke amanan kampung.


"Baik lah mbak kalau memang begitu permasalahan nya, kami coba bantu, saya sendiri memang pernah menerima kedatangan mas Mail, beliau bertandang ke sini katanya penghuni rumah baru tersebut, lalu menyerahkan foto kopian KTP yang saya pegang saat ini, kartu keluarga akan menyusul kata nya, waktu itu beliau sendiri, dan bilang sudah menikah istri dan anak nya jauh di Bandung, suatu saat akan dia bawa kemari,seharus kalau ada wanita di rumah itu harus nya lapor pada saya dulu".

__ADS_1


"Iya kelihatan nya beliau tak berani lapor pak, yang istri sah nya saja di sini,seandai nya mereka bilang sudah menikah, saya jamin pernikahan nya tak sah, sebab tampa wali sah"ujar Alia yang terlihat begitu emosi.


Hingga pukul sebelas malam papa,mama dan mertua ku juga belum datang mungkin macet, Adi dan Rendi memilih untuk pergi mengopi di warung kopi yang dekat sekitaran perumahan warga, aku beruntung banyak di bantu oleh Adi, Adi adalah anak buah ku di perusahaan lama, dia sering kerja samping untuk jadi kurir dan aku sering memintak bantuan ke pada dia,


aku memintak Yanto supir ku untuk mengatarkan mobil, karena aku ke sini pakai mobil Alia, biar nanti dia bisa pulang dengan sendiri nya membawa mobilnya, jam dua belas malam papa,mama dan mertua sampai,bersamaa dengan Yanto dan dia membawa Anto sekalian.


Anto ya? Anto aku baru ingat dia kekasih gelap nya Jum, namun dia belom tau situasi dan keadaan saat ini yang terjadi.


Mama memeluk ku dengan erat.


"Lina..... kamu kok kuat banget sih nak, setegar ini kamu, di dalam mobil mama ngombrol dengan papa kamu dan ibu mertua kamu".


Ya ampun ternyata mama mertua ku juga ikut.


"Sekarang gak usah lama-lama, rencana kita apa? mau menemui anak itu kan?".


Ku lihat wajah papa mertuaku, berkata lantang dengan wajah yang memerah, mungkin sedari tadi sudah menahan amarah.


Mama mertua baru keluar dari mobil aku menyambut nya dan mencium tangan nya.


"Di mana mereka sekarang nak, mama ngerti kamu gak enak untuk mendatangi mereka seorang diri, kamu sudah benar mengajak mama, papa dan juga pak RT".


"Kamu tahu Lina papa kamu sangat marah mendengar cerita,dia sangat menyangi kamu".


Aku hanya menatap mama mertua dengan kalut, semoga aku tidak salah dalam bertindak, baru beberapa jalan melangkah,ternyata berdatangan mobil lain nya, yaitu kakak-kakak lelaki ku dan istri-istrinya, dan juga kakak-kakak,adik-adik ipar ku kenapa meraka kompak sekali.

__ADS_1


__ADS_2