Dua Garis Muncul

Dua Garis Muncul
kenyataan di balik tirai


__ADS_3

Sore ini Jum sedang menemani anak-anak sedang naik odong-odong di ujung gang, aku kembali masuk ke kamar Jum, kembali menggeledah isi kamar Jum, sekali lagi, hal mengejutkan aku temui,di dalam gumpalan baju jum nenyimpan pil KB,aku sengsi jika pil KB ini bukan punya Jum.


Seandai nya aku berfikir baik,anggap milik Hani,ART sebelah yang menitip kan ke Jum, hal-hal seperti ini sangat rahasia dan tentu malu bila di ketahui oleh orang lain, yang menyimpan tentu yang menggunakan nya, ku pasti kan ini milik jum, tak mungkin orang lain menitip.


Jadi jelas Jum yang ku kira lugu itu, ternyata sudah melakukan hubungan terlarang sejauh itu, bahkan kini dia tengah ketakutan hamil, pil Kb jadi solusi nya saat ini.


Akan ku selidiki ini sampai ketemu, siapa laki-laki yang tega-teganya merusak Jum.


Alangkah menjijikan jika hal itu di lakukan di rumah ini, aku harus menangkap basah mereka,dugaan ku masih kuat tertuju kepada Anto dan Tarno si satpam kompleks itu, bisa saja malam-malam dia mengendap masuk rumah lewat pintu belakang atau lewat jendela kamar Jum.

__ADS_1


Disudut meja ada sebuah buku, ku buka lembar demi lembar berikutnya, hanya catatan biasa, kerinduannya kepada adik dan ibu nya di kampung, hingga halaman ke berapa dia menulis"YA ALLAH,aku sudah melakukan suatu dosa, dosa juga sudah mengganggu sebuah ikatan rumah tangga,tapi aku mencintainya".


Aku menggigit bibir,mencoba memahami pesan tersirat dari kata-kata itu,apakah Jum juga mencintai mas..... Aaahhh, lagi-lagi ku tepis pikiran ngawur ku, mungkin aku terlalu parno, sebelum jelas-jelas terbukti aku tidak boleh suudzon,siapa pu bisa jadi tersangka.


Tapi aku tidak segan-segan bertindak tegas seandai nya itu terbukti.


Kutuju dapur, untuk mengambil minuman dingin di kulkas, disebelah kulkas ada kantong plastik hitam terisi berukuran besar yang sudah terikat kencang, itu sampah akan Jum buang mungkin sebentar lagi, tapi entah mengapa ada dorongan dalam hati untuk membuka nya.


Akhir ku gunting ikatan nya,ku colek satu-satu sampah tersebut,mata ku terbelak melihat ****** yang ku temui yang sudah berisi cairan putih menggelinding jatuh tepat di kaki ku.

__ADS_1


Astagfirullah,****** siapa ini? ,dada ku tiba-tiba bergemuruh,ada marah tapi tak tau harus di arahkan ke siapa? mas Mail, Anto atau bisa jadi supir ku sendiri yang sesekali bercengkarama dengan Jum, saat ini siapa saja bisa jadi tersangka,kurang ajar, mereka berani berzina di rumah ku.


Gegas ku ambil gawai dan memotret benda tersebut, kemudian menyimpan ****** ke dalam tissu, akan ku kumpulkan banyak bukti agar pelaku nya tidak akan bisa mengelak lagi saat semua nya terungkap, kuredamkan emosi yang sudah mulai mendidih di dalam hati ku,aku masuk kamar dan beristighfar sebanyak-banyak nya.


Azan magrib hendak berkumandang,aku hendak menyalakan lampu teras seketika ku lihat ada dua bayangan manusia ada di balik mobil berdiri teramat dekat,aku mundur perlahan dan bersembunyi di balik terai jendela.


Itu Mas Mail dan Jum ! iya itu mereka, aku masih bisa mengenal wajah mereka meski pun temaran dari balik kaca mobil,Jum nampak tersenyum kepada Mas Mail, lalu mencium pipi Mas Mail.


Jantung seketika berdentum hebat menyaksikan pemandangan itu, jadi tespek, pil kb dan ****** itu,kini pikiran ku mengarah ke satu orang pelaku,aku akan membuat perhitungan dengan kalian.

__ADS_1


__ADS_2