
Mas Mail nampak sedang bertelepon dengan seseorang seperti berbicara serius mungkin mencari bantuan untuk menyelamatkan Jum yang sudah berada di atas puncak tower.Terdengar suara teriak-teriakan warga beramai-ramai.
"Awwww!!!".
"Ohhhhh, Awwww!!!".
"Mati tu!! ".
Rupanya nya kaki Jum terpeleset, dan dia merosot melewati tiang-tiang besi yang menyilang itu, beruntung dia memegang salah satu besi untuk berpegangan, tubuh nya bergelantung, aku yang melihat nya seperti itu merasa iba dan ada juga sedih nya, kenapa dia senekat itu dan sedikit gila melakukan aksi nya.
Kalau aku pikir lucu juga Jum ini, seperti ngancam ingin bunuh diri tapi juga seperti agak takut mati juga, soal nya kalau memang dia ingin mati kenapa tidak dia biar kan saja tubuh nya jatuh ke bawah dengan berdetum begitu kuat lalu mati deh, bukan seperti yang ku lihat sekarang, seperti nya dia berusaha ingin menyelamat kan diri dari bahaya itu.
Dia masih berusaha untuk tidak jatuh berlangsung lima menit bergantung di tiang-tiang besi itu,dia berhasil duduk di sela-sela tiang besi yang menyilang itu, namun dia masih berusaha memanjat kembali ke atas tower, aku hanya menggeleng-geleng kepala melihat kelakuan Jum saat ini.
__ADS_1
"Jum cepat turun kamu".Teriak Mas Mail ke pada Jum.
"Nggak bukan nya kamu senang bila melihat aku mati!!! "Kini suara jum jelas terdengar karena dia memanjat tidak terlalu tinggi, mungkin efek lelah. tapi kalau jatuh juga lumayan bisa bikin patah-patah tulang.
"Jangan seperti ini Jum, kamu seperti anak-anak saja, mati dengan cara seperti ini gak di terima ALLAH Jum??? ".
"Aku memang sudah tidak di terima ALLAH lagi mas, dosa ku sudah banyak juga".
"Apa??, tobat kamu bilang, kamu sendiri tidak lagi mengacuh kan dan dan tidak memeperdulikan aku lagi, aku sudah seperti orang gila oleh mu, jadi kesimpulannya apa?? kamu berharap aku mati kan!, kamu berhari-hari di rumah Lina terus,dan kamu sudah tidak mau hidup bersama ku lagi, untuk apa lagi mas, aku tampa mu, lebih baik aku mati, mati,mati mas".
"Jangan gitu dong Jum, ayo kita bicarakan baik-baik di bawah Jum, aku akan bercerai dari Lina Jum, oke, ayo turun Jum".
"ENNGGGGGAAAAKKKK".
__ADS_1
Jum seperti nya keras hati, dan nampak sudah putus asa.Mas Mail terus bernegosiasi dengan nya dengan cara apa pun, dari cara yang halus sampai yang kasar sudah di lakukannya.
Akhirnya Jum kelelahan,ya,jelas lah manjat-manjat seperti itu apalagi dia sedang hamil.
"Jadi coba turun dulu ya Jum, sayang".Dia tidak malu lagi memanggil Jum dengan sebutan sayang di depan warga sekitar, hati ku rasa teriris mendengar nya, akhir warga akan tahu juga permasalahan dalam rumah tangga ku.
Jujur aku malu dengan permasalahan ini, karena posisi nya di tempat lingkungan aku tinggal dangan anak-anak, kalau kemeren beda kampung dan cuma masih keluarga yang masih mengetahui nya.Cuman dalam posisi ini aku harus mencoba mengesampingkan ego ku sedikit dulu.
"Turun lah,sayang........".
"Aku akan turun, tapi kamu janji, kamu harus menikahi aku setelah ini".
Apa-apaan ini Jum,apa dia tidak memandang ku sedikit pun di sini, banyak warga yang melihat nya seperti itu, aku merasa tak enak hati atas sikap nya, seperti melihat adegan drama tv saja, menjijikan!!.
__ADS_1