Dua Garis Muncul

Dua Garis Muncul
mengikuti mas mail


__ADS_3

Lanjut aku baca isi pesan-pesan mereka.


( Ya tapi aku sudah terlanjur kabur mas, aku gak tau tinggal dimana?)


(Ya, tenang sayang kamu dengarin mas, kamu tunggu mas datang, nanti mas jemput, kamu cari tempat yang aman, mas nggak mau kenapa-kenapa)


(Tapi aku bingung mas)


(Nggak usah bingung sebentar lagi mas datang, sayang)


( Mas aku merasa terpuruk mas)


(Udah sayang, hilangkan kekhawatiran mu,kamu itu terlalu muda untuk berpikir berat, biar mas saja, kamu cukup nurut dengan perintah mas, oke, sayang)


(Kenapa mas mau sama aku?, bukan kah istri mu sempurna mas)


(Sempurna tapi lebih menggoda kamu sayang)


(Hhmmm mas, sayang sama aku kan?)


(Hhhmm sering tanya begini lagi,kurang yakin apa sihh kamu Jum?)


Selamat berbahagia mas, dari pesan nya ternyata mereka tak bekunjung ke hotel melain kan rumah yang Mas Mail beli untuk Jum sebagai hadiah,boleh kah aku jadi tamu tak undang kalian, pasangan sedang di mabuk cinta tapi melukai seorang istri dan anak-anak nya.


Kamu pikir kamu berhasil menyembunyikan Jum dari ku, kamu lupa bahwa aku rasional dan insting ku kuat,kalian pikir kalian sudah lepas dan terbebas,bersembunyi dari ku, padahal aku tak akan melepas kan penglihatan ku dari kalian.

__ADS_1


Setengah jam berlalu.


(Bu, mobil sudah keluar parkiran)


(Ikuti saja Di, jangan lupa sesekali foto atau video)


Masker dan seatbelt terpasang, aku memacu CRV Alia lebih cepat, ya aku memakai mobil alia sahabatku, agar jejak ku tak terhendus oleh kedua orang itu.


Sesampai di stasiun Gambir, aku memakirkan mobil ku di tempat strategis agar aku bisa melihat adegan mesra, lima belas menit mobil merah itu datang, memasuki arena pakir A, tepat posisi ku menghadap ke samping kiri mobil mereka tapi tetap bisa melihat mereka.


Mobil ini terpakir di bawah sebuah pohon yang rindang, sehingga dari arah mana pun orang akan melihat kaca mobil yang gelap.


(Bu mobil sudah terpakir di arena A)


(Oke Di, kamu tunggu di dekat dan parkir di pintu keluar saja)


Jadi saat ini,apalagi yang bisa ku perbuat selain cukup padang kamera, dan menikmati pemandangan yang layak nya opening sebuah filem biru di dalam sebuah mobil, ya aku anggap menonton adegan demi adegan di sebuah filem.


Nggak nyangka sosok itu adalah suamiku, karena dia tidak pernah memperlakukan itu kepada ku, ternyata dia mencoba hidup lain dan kelihatan nya menikmati nya.


Satu jam terpakir di sana, mungkin melepas rindu yang sangat lama karena tidak bisa melakukan nya di rumah, mobil itu keluar dari parkir dan menuju jalan raya, aku dan adi mengikuti mobil iti, aku memintak Adi untuk berada di depan mobilku, agar kami sama-sama tak kehilangan jejak.


Setalah dua jam perjalanan mobil Mas Mail masuk gang, aku memilih berhenti sesaat biarkan Adi yang mengikuti nya dengan motor.


( Meraka berhenti di sebuah rumah bu)

__ADS_1


(Awasi dari kejauhan saja, jangan sampai mencurigakan)


(Mereka sudah masuk rumah bu)


(Oke, aku akan sana sekarang)


(Nanti ibu berhenti di lapangan saja bu, agar tidak di curigai,ada lapangan tak jauh dari rumah itu bu)


(Oke)


Ku tatap rumah bercat biru itu dengan nanar, sebuah rumah yang masih bagus karena baru di bangun, ada taman kecil dan berpagar pendek di depannya, rumah bergaya modern minimalis milik Jum, hadiah dari suami ku tercinta, entah sedang apa mereka saat ini, barangkali Jum sedang memeluk Mas Mail dengan bahagia.


"Jadi kamu sudah pasti kan bapak dan mbak itu sudah masuk ke dalam rumah".


Aku bertanya kepada Adi sedikit berbisik.


"Ya bu, mobil meraka terparkir pada sisi kanan rumah, mereka membuka kunci dan langsung masuk, lalu apa yang akan kita lakukan selanjut nya bu?".


"Tunggu saja instruksi ku selanjut nya, yang penting,Adi dan kamu Rendi, awasi pergerakan".


Kulihat jam yang menghiasi tangan ku, pukul sembilan malam, masih ada waktu untuk menjeput papa Firman dan papa Heri,kedua orang tua yang aku sayangi.


Maaf, pa aku bertindak seperti ini, aku pikir ini cara terbaik untuk menunjukkan ke dunia kelakuan pezina, tak perlu lagi aib yang harus di tutupi, karena mereka sendiri yang menciptakan aib itu sendiri.


Seandainya hukum rajam berlaku di Indonesia, bahkan aku berharap semua keluargaas Mail hadir bersamaku menyaksikan dengan rajaman sampai mati mereka.

__ADS_1


Ku tekan tombol di hp ku untuk menghubungi papa ku dan mertua ku.


__ADS_2