Dua Garis Muncul

Dua Garis Muncul
acara ijab kabul


__ADS_3

Setelah ku duduk dengan nyaman, ku arah kan pandangan ke center acara. Di sana ada seseorang yang menatap ku dari kejauhan.


Masya'Allah tak bisa aku berkata satu pun, Mas Mail terlihat gagah dan tampan sekali, hati ku berdesir,sekaligus juga berderai,bagaimana tidak kemaren dia adalah lelaki ku, namun saat ini adalah masa-masa ku melepas dan mengikhlas kan dia dengan wanita pilihan nya.


Seberapa detik mata ku dan Mas Mail saling bertatap, aku segara mengalihkan tatapan dia, kamu sudah melihat ku kan Mas,aku datang Mas, aku baik-baik saja,kamu bisa dengan tenang menikahi wanita impian mu.


Kutarik nafas dalam-dalam agar bisa melihat kondisi saat ini, tenang Lina kamu bisa melewati ini semua.


Di sebalah Mas Mail ada seorang wanita yang cantik, berkulit putih bersih, tinggi langsing berkebaya putih, luar biasa Jum hari ini,kecantikan mu begitu terpancar sempurna bagi orang yang melihat mu,namun bagi ku di sekeliling Jum masih di selimuti aura magis.


Hebat nya kaki dan tangan Jum tak terlihat seperti sudah pasca operasi dia bisa berjalan dengan baik dan sempurna, dan hebat nya lagi janin yang di perut nya,sampai saat ini sehat-sehat saja, sungguh banyak karunia Tuhan kepada mu Jum, atau bisa jadi ada kekuatan lain yang melindungi mu.


Sebelum acara ijab kabul di mulai,di perdengarkan bacaan Alquran oleh para Hafidz Quran.


Setelah itu acara ijab kabul akan segara di mulai MC yang membawa acara memberi tahukan.


Ah, aku sampai lupa, ternyata mbok Marni dari tadi memperhatikan ku dari atas mimbar dan menangis, ketika aku menatap nya, dia menunjuk-nunjuk ke hp nya, mungkin dia akan mengirim pesan.

__ADS_1


(Maaf,beribu maaf bu, saya tak sanggup menghampiri ibu,saya takut tangis saya pecah di hadapan ibu,dan mengganggu jalan nya acara bu,saya sungguh mintak maaf bu tak bisa mencegah ini semua bu, apalah daya saya bu, orang tua yang tak berguna bu, saya tak ikhlas dengan pernikahan ini bu, saya tau bagaimana Jum mengambil Bapak dari ibu)


( Dari tadi saya lihat ibu dari kejahuan ibu tegar dan kuat, saya kagum dengan ibu,saya lihat dari jauh ibu terlihat cantik seperti bidadari surga yang turun ke bumi bu)


Aku menarik nafas membaca isi pesan mbok, bukan salah mbok, pesan itu tak ku balas, biar lah nanti pas selesai acara aku berbicara dengan mbok Marni.


Aku mulai lagi melihat jalan nya acara, semua persyaratan sudah lengkap namun, ketika penghulu menanyakan kepada Mas Mail sudah siap dia sedikit lama menjawab nya.


"Sekali lagi saya tanya kepada Bapak Mail Arta Prankas sudah siap menikah dengan saudari Juminten,dengan kesadaran penuh tampa ada nya paksaan? ".


Mas Mail diam, sedangkan Jum menatap Mas Mail dengan sedikit kesal, Mas Mail masih diam petugas KUA masih menunggu jawaban itu.


Mendengar semua itu hadirin sedikit riuh.


Ku lihat tangan Jum menggoncangkan lengan Mas Mail, dia tidak menghirau kan Jum, dia hanya menatap ke bawah saja.


Aku sedikit terheyak sandiwara apa yang akan di main kan oleh Mas Mail?

__ADS_1


Selang beberapa menit,tatapannya di arah kan ke aku, curiga Mas Mail tidak menatap Jum dari tadi, dia mengikuti tatapan Mas Mail.


Dan 'Tap'Mata ku bertemu dengan mata Jum, dia menatap ku dengan tatapan tajam.


YA, ALLAH Jum segitu nya kamu melihat ku, apa kamu pikir aku tamu yang tak di undang, atau Mas Mail tidak memberitahu nya.


"Baik lah, mari acara ijab kabul kita mulai lagi,mohon do'a nya agar acara kita lancar saja,mari pak Mail, sekali lagi saya tanya kepada saudara Mail Arta Prankas dengan penuh kesadaran dan tampa paksaan siap menikahi saudari Juminten,tampa tekanan dari pihak mana pun?"


Mas Mail diam lagi, dan Jum menggoncang kan lagi lengan Mas Mail.


"Ya silahkan pak Mail memberi kan jawaban"ucap petugas KUA.


"Maaf pak, kemarin dan kemarin nya saya mantap menikah dengan Juminten, tapi tadi pagi saya selesai sholat tahajud dan sholat subuh,saya merasa ada bisikan di dalam hati saya,apakah saya benar-benar ingin menikahi Jum?, saya jadi merangkum aktivitas kehidupan saya dengan Jum selama ini.Entah mengapa hanya terbayang-bayang kejadian buruk dengan Jum belakangan ini,dan memang banyak hal buruk dari pada hal baik, entah mengapa saya bisa bertahan dengan dia sampai hari ini".


Jum menengok dengan alis berkerut mendengar penjelas Mas Mail.


"Dan setelah perenungan dan berzikir semalam,dan berserah diri kepada ALLAH,semua keyakinan saya untuk menikahi Jum seperti mentah lagi, terlebih saya berdosa, karena ada yang lebih pantas dan lebih layak memiliki Jum dari pada saya, mungkin dia ayah dari anak yang di kandung Jum saat ini".

__ADS_1


"Astagfirullah,Jadi mabk Jum sedang hamil, Pak?, Maaf kalau sedang hamil saya tidak bisa lanjut kan!!" ucap perugas KUA.


Mas Mail menarik nafas dalam-dalam dan mengaguk, Jum yang sedari tadi bahu nya sudah naik turun menahan emosi nya.


__ADS_2