
Mas mail tak menatap Jum yang duduk dengan tenang di samping nya,lima menit kemudian Jum bersuara.
"Kamu apa-apaan sih mas? kamu kenapa mas? kamu sadar apa yang kamu bicarakan mas? " Jum menggoncang bahu Mas Mail dengan pelan.
"Maaf aku, Jum,"ucap Mas Mail sedikit lirih.
"Hari ini kita mau nikah, sedikit lagi ijab kabul, loh,mas,banyak orang yang hadir mendengar dan melihat ini semua, mas, ".
Kemudian tatapan beralih kepada petugas KUA.
"Enggak pak penghulu, lanjut kan,lanjut kan sekarang juga ijab kabul nya, Pak, "
Pak penghulu hanya diam, dan melambai kan tangan nya,karena tidak siap melanjutkan acara ijab kabul ini.
"Maaf, mbak, apa benar, mbak nya sedang hamil? ".tanya penghulu.
Jum diam mendengar pertanyaan penghulu, semua hadirin menantikan jawaban Jum. sedang kan mbok Marni hanya menangis di sudut mimbar,sedang kan wajah pak Joko pias, menatap ke arah depan,kemudian dia berjalan ke arah mbok Marni untuk menenangkan istrinya.
__ADS_1
Aku berjalan ke arah mbok Marni untuk memberi semangat dan dukungan moril,YA ALLAH, di belakang mbok Marni ada seseorang yang duduk dengan menyendiri dia adalah Anto.
Ya,ampun,Anto ada di sini menyaksikan acara pernikahan wanita yang dia cintai, bisa di bayangkan betapa sakit hati nya Anto,dan hancur nya perasaan dia saat ini.
Hadirin sudah mulai riuh melihat acara pernikahan yang tidak berjalan sesuai dengan rencana awal.
"Harap hadirin tenang dulu, jangan riuh dulu, biar acara di mulai dengan tenang kembali"ucap MC yang memberitahukan dengan speaker.
"Maaf ni mbak Jum, kami di sini butuh kepastian mbak Jum sedang hamil apa tidak".
Juminten masih diam, mendengar penuturan Pak penghulu,bahkan dia mulai panik karena banyak para tamu ingin megcek perut nya.
"Jika memang hamil, apa pun alasan nya, maaf,mbak Jum acara ijab kabul tidak bisa saya lanjutkan, karena saya menganut paham, bahwa perempuan hamil tidak boleh di nikahi sampai di melahirkan.Seperti sabda Rasullullah SAW.maka jika mbak Jum memang benaran hamil, mohon maaf,acara tidak bisa saya lanjut, kita tunggu sampai mbak Jum melahirkan".
"Iya betul Pak, Jum lagi hamil,dia sudah empat bulan pak, hu hu hu hu hu hu"ucap mbok Marni sambil menangis.
"Nah, dia ini ibunya Jum pak, jawaban nya bisa di pertanggung jawabkan ke aslian nya pak"ucap salah seorang tamu undangan,mungkin bisa jadi temen Jum yang kenal dengan keluarga nya.
__ADS_1
Jum hanya diam membisu dan tangan nya di tutup ke wajah nya, bisa jadi dia sedang menangis karena yang dia inginkan tidak tercapai, sedangkan Mas Mail dia tidak mengubris tangisan Jum dia hanya tetap diam di samping Jum.
Ya ampun Mas, aku tidak membenarkan tindakan Mas Mail, namun aku juga tidak menyalahkan nya,memang tidak boleh menikahi wanita hamil, namun saat ini aku kasihan dengan Jum, aku hanya membayang kan kalau Jum akan bertindak dengan mengancam bunuh diri lagi, atau bermain dukun lagi.
Ah aku hanya beristighfar di dalam hati, agar tidak terjadi lagi.
Jum berdiri dan berjalan ke arah hadirin dengan emosi, dan wajah memerah karena menangis, dan meke up nya sudah mulai terhapus oleh air mata nya.Loh mata nya kenapa menatap ku dengan tajam?, wajah nya berubah mengerikan,tunggu,dia berjalan ke arah ku, apakah dia memelototiku? tampa sempat berfikir jauh dan menghindar seketika dia sudah menjabak jilbab ku.
"Gara-gara kamu datang perempuan sialan!!, semua nya jadi hancur !!!,senang kan kamu sekarang melihat ku begini"ucap Jum meleking dengan suara keras dan lantang.
YA ALLAH,Astagfirullah,dia masih tetap mengoyak jilbab ku sehingga kepala ku terombang-ambing ke kanan dan ke kiri, dengan cepat.
"Eh Jum apa-apan sih kamu !"bentak ku kepada nya agar dia melepaskan cengkeraman nya dari kepala ku.
Beberapa hadirin turut membantu ku untuk melepaskan Jum dari aksi brutal nya terhadap ku.Aku berusaha mempertahan kan jilbab ku yang di tarik-tarik dengan kencang oleh Jum.
YA ALLAH, jilbab ini sebentar lagi akan terlepas.
__ADS_1